Oleh: Aguswi
Sebuah mesin produksi yang berbasis CNC (Computer Numerical Control) beroperasi berdasarkan sistem pemrogramannya. Sang Programmer menciptakan sistem operasinya sejak awal mesin tersebut ada, dan ketika sistem pemrograman itu diaplikasikan maka mesin beroperasi secara otomatis. Operator mesin tinggal mengawasi saja tidak lagi banyak campur tangan langsung. Material atau bahan produksi yang diolah oleh mesin berbasis CNC itu berjalan dengan mengikuti alurnya yang telah disetting secara otomatis. Saat material atau bahan produksi itu posisinya presisi pada tempatnya maka hasil akhirnya sebagai produk akan sempurna, tidak ada cacat produk. Namun ketika karena sesuatu hal sehingga posisi material atau bahan produksi posisinya tidak presisi maka kemungkinan besar akan terjadi cacat produk. Dari cacat produk dilakukan penelusuran apakah penyebabnya dari faktor mesin atau sistem pemrogramannya atau faktor materialnya. Sangat jarang sekali bahwa penyebabnya adalah faktor sistemnya, kebanyakan faktor materialnya.
Begitu juga dengan alam ini, sejak awal alam ini diciptakan maka pada saat itu pula Hyang Kuasa sebagai Pencipta sekaligus sebagai Sang Programmer menciptakan sistem operasi alam ini yang disebut Hukum Rtam (Hukum Alam). Alam ini bak sebuah mesin yang beroperasi pada sistem Hukum Alam dan bekerja secara otomatis. Dalam sistemnya (Hukum Alam) dirumuskan bahwa segala sebab akan menghasilkan akibat. Semua tindakan/prilaku penghuni alam entah dalam bentuk pemikiran, perkataan, perbuatan; semuanya akan berposisi sebagai SEBAB yang pada akhirnya akan menghasilkan AKIBAT. Hyang Kuasa sebagai Sang Programmer tinggal menjadi saksi saja atas beroperasinya mesin alam ini. Kita sebagai penghuni alam tidak akan bisa luput atau menghindar dari sistem operasi Hukum Alam ini. Bila kita bisa berposisi tepat dan benar alias presisi atau harmoni dengan Alam ini maka pasti endingnya yang kita dapatkan adalah yang baik pula. Namun jika kita berposisi tidak tepat atau bahkan bertentangan dengan Alam alias kita tidak presisi dengan Alam ini maka endingnya yang kita dapatkan pun juga hal yang tidak baik atau bahkan menyakitkan dan membuat menderita. Saat mendapatkan ketidakbaikkan atau keburukan atau penderitaan maka hal yang bodoh bila kita menyalahkan alam ini beserta sistem operasinya (Hukum Alam) karena Pencipta sekaligus Sang Programmer alam ini adalah Maha Benar. Tidak ada bagian alam yang salah diciptakan atau ada sistem operasinya (hukum alam) yang salah program. Seperti misalnya berlangsung penebangan pepohonan secara besar-besaran lalu saat hujan turun terjadi banjir yang dahsyat, lantas banyak yang mengeluh kepada alam mengapa hal itu terjadi atau bahkan protes kepada Hyang Kuasa mengapa menimpakan bencana ini. Ini adalah hal yang bodoh. Banjir terjadi karena banyaknya penebangan pohon, bukan karena alamnya atau Hyang Kuasa ingin menimpakan banjir. Jadi bila kita tidak harmoni alias posisi kita tidak presisi dengan alam maka bersiaplah untuk mendapatkan hal yang disharmoni pula menimpa diri kita.
Rahayu Sagung Dumadi