Beranda

Minggu, 06 Juni 2021

PADASEVANAM (SUNGKEMAN)

Oleh: Aguswi

Ritual padasevanam (membasuh kaki kedua orang tua dan sujud) merupakan bentuk bhakti yang tertuang dalam Bhagavata Purana VII.5.23 tentang sembilan jenis bhakti dalam sloka yang berbunyi berikut:

“sravanam kirtanam visnoh, smaranam padasevanam, archanam vandanam dasyam, sakhyam atmanivedanam”

Padasevanam atau sungkeman anak kepada orang tua juga ada pada teks Grehasta Winaya yang merupakan ajaran tentang etika rumah tangga, kewajiban orang tua, kewajiban suami istri maupun anak:

“apan sira sampun ngamolihaken pangaskara widhi wenang ta sira mangarpanaken padya arga camaniya” yang artinya “karena engkau telah mendapatkan upacara samskara Widhi adalah kewajiban bagimu untuk membasuh kaki dan bersujud”

Padasevanam adalah tradisi yang dalam masyarakat Hindu etnis Jawa disebut sungkeman. Pada artinya kaki dan sevanam artinya pelayanan atau pemujaan, jadi padasevanam artinya melayani dikaki Tuhan. Dalam Taitiriya Upanisad dikatakan “matru devo bhava, pitru devo bhava” yang artinya ibu dan bapak adalah wujud Tuhan di dunia bagi anaknya.

Atas dasar sastra-sastra itulah tradisi padasevanam (sungkeman) seorang anak kepada orang tuanya dilakukan. Bagi seorang anak, kedua orang tuanya adalah wujud Tuhan yang terlihat yang melahirkannya. Padasevanam merupakan wujud sikap sujud bhakti yang dilakukan seorang anak kepada orang tuanya, sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang yang mulia dari seorang anak.

Tradisi sujud bhakti seorang anak kepada orang tuanya ini dalam sastra Purana dicontohkan oleh sujud bhakti Dewa Ganesha kepada kedua orang tuanya yaitu Dewa Siwa dan Parwati. Saat itu Dewa Resi Narada mengatakan bahwa siapa yang dapat mengelilingi dunia tujuh kali dengan cepat maka dialah yang paling cerdas. Kartikeya dan lainnya segera melesat mengelilingi dunia, namun Ganesha tidak ikut melesat dan hanya mengelilingi Siwa dan Parwati yang sedang duduk sebanyak tujuh kali. Saat Narada bertanya mengapa Ganesha hanya mengelilingi orang tuanya lalu Ganesha menjawab bahwa kedua orang tua itu adalah dunia bagi anaknya sendiri, sujud bhakti kepada orang tua berarti sujud bhakti kepada seluruh dunia berarti pula sujud bhakti kepada Tuhan itu sendiri. 

 

Padasevanam bisa memberikan manfaat yang luar biasa, dengan membiasakan diri dengan padasevanam akan membuat kita mendapatkan karunia dari Tuhan, leluhur, orang tua dan guru. Adapun karunianya mulai dari Ayu Werdhi (umur panjang), Werdi Pradnyan (memohon ilmu pengetahuan), Sukha Sriyam (rasa bahagia dan kemakmuran), Dharma Sentana (keturunan yang baik), Santute (rasa damai yang luar biasa) juga karunia lainnya.

Begitu besar manfaat dari padasevanam (sungkeman). Jangan sampai hanya dilakukan ketika masulub saja (saat orang tua sudah meninggal), karena saat itu orang tua sudah tidak bisa memberi karunianya lagi.

Padasevanam kepada orang tua

Kedua orang tua diupayakan duduk dikursi. Ibu disebelah kiri dan bapak disebelah kanan.

Anak duduk dihadapan orang tua dan mengucapkan mantra :

Om Guru Brahma Guru Visnuh,

Guru Devo Mahesvaram,

Guru shaksat Parambrahma,

Tasmei Shri Gurave Namaha.

Dilanjutkan anak membasuh kaki kedua orang tuanya. Dimulai dari membasuh kaki ibunya lalu mencium kaki ibunya sambil si anak dalam hati mengucapkan doa atau permohonan maaf kepada ibunya atas semua kesalahannya selama ini, tangan ibu memegang pundak anak sambil mengucapkan harapan kepada anaknya.

Doa atau mantra yang bisa diucapkan anak saat mencium kaki ibunya adalah :

“Om Namane Smaranam, Om Padame Sharanam”

Artinya “Om Hyang Widhi semoga hamba selalu ingat kepada orang tua hamba dan semoga hamba selalu bisa bersujud di kaki kedua orang tua hamba”. Doa juga bisa dengan bahasa anak sendiri.

Harapan yang diucapkan orang tua kepada anak bisa dengan mantra:

“Om sarvesam swasti bhawantu,

Om sarvesam santih bhawantu,

Om sarvesam sukham bhawantu,

Om sarvesam suputram bhawantu,

Om sarvesam sadhunam bhawantu,

Om sarvesam gunawan bhawantu,

Om sarvesam purnam bhawantu”

Artinya:

Om Hyang Widhi limpahkanlah keselamatan, kedamaian, kebahagiaan, semoga menjadi anak yang suputra, putra yang baik hati, putra yang bermanfaat, anugerahkanlah kesempurnaan kepada anak-anak hamba.  

Mengapa ibu harus dibasuh lebih dahulu dari pada bapak? Karena sang ibu menanggung kewajiban yang sangat berat. Begini disebutkan dalam Sarasamuscaya:

"Apan lwih temen bwating ibu, sangkeng bwating lemah, kativangana, tar bari-barin kalinganya aruhur temen sang bapa sangke langit"

Artinya:

(Sebab jauh lebih berat kewajiban ibu daripada beratnya bumi, karenanya patut dihormati beliau dengan sungguh-sungguh, tanpa ragu-ragu demikian pula lebih tinggi penghormatan kepada bapa daripada tingginya langit). Tiada lain lagi hanya dengan setia bhakti hormat terhadap ibu, membuat ibu senang dan puas hatinya (ikang bhakti makawwitan, paritusta sang rawitnya).

Kemudian dilanjutkan dengan membasuh kaki bapaknya dengan proses yang sama saat membasuh kaki ibunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...