Upacara Potong Gigi......menurut banyak orang upacara ini bertujuan untuk menghilangkan Sad Ripu yang ada pada diri pesertanya. Sad Ripu (enam musuh dalam diri manusia yaitu
hawa nafsu, kerakusan, kemarahan, kemabukan, kebingungan, dan iri hati). Jadi
ini adalah SIFAT-SIFAT buruk, bukan KARMA buruk.
Bagi umat Hindu etnis
Bali yang tinggal di Bali, upacara ini dianggap wajib dilakukan, namun banyak
juga yang tinggal diluar Bali beranggapan bahwa upacara ini tidak mutlak untuk
dilakukan. Bagi umat Hindu etnis Jawa, Karo, Dayak dan Madura pasti punya
tradisi sendiri…..jadi jangan meniru
yaaaa? Pakai saja tradisi daerah sendiri, itu lebih MULIA. Yang etnis Jawa
lestarikan tradisi Jawa-nya, begitu juga yang lain, karena Hindu bukan identik
dengan BALI.
Bagaimana hubungannya
antara upacara Potong Gigi dengan buah karma yang buruk? Mungkinkah ritual
tersebut bisa MENETRALISIR, atau MENGHILANGKAN BUAH KARMA YANG BURUK? Atau
mungkinkah bisa mencegah terbentuknya buah karma yang buruk ke depannya?
Manusia dilahirkan di
dunia ini dengan membawa buah karma masing-masing dan menciptakan buah karma
barunya sendiri. Apa yang telah dilakukan di kehidupan masa lalu buah karmanya
yang belum habis pasti terbawa ke kehidupan sekarang, dan HARUS DIALAMI; buah
karma ini TIDAK BISA DIGANTI, DITAWAR, DISOGOK atau DIHILANGKAN begitu saja.
Bahkan para Dewa sekalipun tidak bisa menghindari buah karmanya sendiri…..apalagi manusia red. Agar efek dari buah
karma yang buruk tidak begitu dirasa menyakitkan, maka harus diimbangi dengan
buah karma yang baik dengan cara berbuat yang baik sesering mungkin. Dapat kita
gambarkan seperti ini; segelas air yang diberi garam satu sendok maka jika
diminum akan terasa sangat asin, jika ditambah dengan satu sendok gula maka
rasa asinya berkurang, jika ditambah gula lagi maka rasa asinnya semakin
berkurang, dan seterusnya; namun kadar garam dalam segelas air tadi tidak akan
berkurang, hanya saja rasa asin garam dikalahkan oleh rasa manis gula.
Begitu juga buah karma
yang buruk, besar kecilnya tidak dapat dikurangi dengan jalan apapun atau
dengan ritual/upacara apapun….termasuk
potong gigi red….namun efeknya agar tidak begitu terasa maka harus ditimbun
dengan banyak buah karma yang baik.
Kalau memang benar hanya
dengan upacara potong gigi sifat-sifat buruk yang merupakan musuh dalam diri
itu bisa dihilangkan,……wah kayaknya nggak
mutlak deh red….maka mestinya sudah tidak ada lagi umat Hindu yang telah
pernah potong gigi marah-marah, rakus, tamak, iri hati dan sebagainya. Namun
nyatanya masih ada, apalagi yang sering marah-marah…..buuuuaanyak red.
Jadi menurut penulis upacara potong gigi hanya bersifat MENSUGESTI, MENJEMBATANI, MEMBERI RANGSANGAN SEMANGAT dan MEMBUKAKAN PINTU KESADARAN bagi para pesertanya untuk memudahkan dalam memerangi musuh-musuh dalam diri tersebut hingga masa-masa yang akan datang. Apabila sifat-sifat buruk itu sedikit demi sedikit bisa dikurangi maka otomatis perilaku-perilaku yang tidak baik pun sedikit demi sedikit juga bisa dihindari sehingga dapat mencegah terbentuknya buah karma buruk yang banyak. Jadi utamanya adalah kembali kepada pesertanya APAKAH TERBUKA KESADARANNYA ATAU TIDAK?
#Aguswi