Oleh: Aguswi
Ada
berbagai program siaran yang dipancarkan stasiun pemancar radio seperti
misalnya siaran lagu-lagu, berita, ilmu pengetahuan, isu-isu terkini, resep
makanan, biografi tokoh, dan lain-lain. Bila perangkat radio receiver kita
dalam kondisi tidak normal alias ada komponen-komponen yang sudah aus atau
rusak maka radio kita tidak akan bisa menangkap gelombang frekuensi yang
dipancarkan stasiun pemancar dengan sempurna, akibatnya suaranya bisa tidak
jelas alias kemresek atau bahkan
tidak bisa menerima gelombang frekuensi sama sekali dan yang ada hanya suara kemresek. Bila perangkat radio receiver
kita kondisinya bagus maka untuk menikmati berbagai program siaran stasiun pemancar
radio kita tinggal memutarnya pada frekuensi yang kita inginkan pada posisi
yang tepat dan terdengarlah siaran yang dipancarkan misal program acara
lagu-lagu, dan kita bisa menikmati siaran itu. Bila kita tidak tepat memutar
pada frekuensinya maka suaranya pun bisa tidak jelas alias kemresek.
Begitu
juga dengan diri kita, badan kita dengan berbagai lapisan dan atributnya ini
adalah sebuah radio receiver untuk menangkap kekuatan-kekuatan atau gelombang-gelombang
frekuensi alam yang kita butuhkan, dan badan kita ini sangat canggih sekali.
Alam semesta ini diciptakan sudah dilengkapi dengan semua perangkat-perangkat
pendukungnya. Semua unsur-unsur atau kekuatan-kekuatan pendukung seperti kebahagiaan,
kesejahteraan atau kekayaan, kemakmuran, kecerdasan, dan lain-lain; semua sudah
tersedia di alam ini sejak awal alam ini tercipta. Tidak ada unsur atau
kekuatan pendukung yang tertinggal yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa,
perangkat-perangkat alam semesta sudah tersedia dengan sempurna oleh-Nya.
Segala kebutuhan dari makhluk hidup sudah tersedia bak makanan prasmanan yang
sangat beragam dimana kita tinggal mengambilnya dan tidak perlu lagi order
kepada penyedia makanan karena makanan sudah tersedia lengkap di meja.
Manusia
yang hidup di bumi ini memiliki berbagai kebutuhan untuk menunjang kelangsungan
hidupnya. Dengan berbagai cara manusia berusaha untuk mendapatkan berbagai
kebutuhan-kebutuhan itu. Aktivitasnya ini harus didukung dengan kondisi
badannya yang normal, alias sehat dan kuat; tanpa kekuatan dari badannya maka
usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan gagal. Dengan badan yang tidak
normal alias sakit fisik atau pun batin maka itu sebuah halangan baginya untuk
bisa memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai tujuan hidupnya. Hidupnya pasti
menderita. Dalam hal ini maka usaha-usaha nyata untuk sehat diperlukan misal
dengan melakukan olah Yoga Asana, atau dengan mempraktekkan atau menerapkan
cara-cara untuk sehat baik yang tradisional maupun yang modern alias
BERTEKNOLOGI (ada alat-alat berteknologi yang sudah ada dipasaran yang dapat
menunjang kesehatan). Hanya dengan berdoa saja tanpa usaha maka ini sia-sia
belaka untuk mendapatkan kesehatan. Alam sudah menyediakan berbagai kekuatan
dan kita tinggal mengambilnya, hanya saja untuk mengambilnya kita harus tahu
caranya (analoginya adalah jika kita ingin menikmati program siaran stasiun
pemancar radio maka harus tahu besaran gelombang frekuensinya misal apakah
dibawah 100 Mhz atau diatas 100 Mhz dan diputar pada posisi yang tepat). Dan
salah satu cara untuk mendapatkan kekuatan berupa kesehatan adalah dengan
melakukan Yoga Asana (disamping cara lainnya misal dengan mempraktekkan atau
menerapkan cara-cara untuk sehat baik yang tradisional maupun yang modern alias
BERTEKNOLOGI). Hanya dengan berdoa saja maka kekuatan kesehatan itu kemungkinan
tidak akan bisa diperoleh (analoginya kita ingin menikmati program siaran
stasiun pemancar radio tertentu akan tetapi frekuensi radio yang kita putar
tidak tepat pada frekuensi yang dipancarkan stasiun pemancar radionya). Karena
hukum alamnya adalah siapapun yang melakukan sadhana Yoga Asana maka akan
mendapatkan kekuatan kesehatan, jadi antara perihal “yoga asana” (atau praktek
nyata lainnya untuk sehat) dengan perihal “kekuatan kesehatan” adalah dua hal
yang saling berpasangan, memiliki hubungan sebagai “sebab” (yoga asana) dan
“akibat” (kekuatan kesehatan). Badan ini
melalui sadhana Yoga Asana akan bisa menangkap energi atau kekuatan kesehatan
yang tersedia di alam (analoginya radio receiver (badan ini) dengan diputar
pada gelombang frekuensi siaran yang tepat sesuai yang dipancarkan stasiun
pemancar radionya (yoga asana) maka program siaran radio pemancar (kekuatan
kesehatan) yang diinginkan bisa ditangkap dan dinikmati). Antara perihal “doa
dan kesehatan” bukan dua hal yang memiliki keterkaitan lebih erat jika
dibanding dengan perihal antara “yoga asana dan kesehatan”. Dengan melakukan
“yoga asana” maka alam (sebagai stasiun pemancar radio) akan memberikan
dukungan dan memfasilitasi badan (yang menjadi radio receiver) untuk
mendapatkan dan menikmati kekuatan kesehatan yang dipancarkan oleh alam melalui
Hukum-Nya yaitu Hukum Rta.
Logika
lainnya adalah perihal “kecerdasan”. Untuk memiliki kecerdasan ini maka harus dicapai
dengan melakukan usaha yaitu “belajar yang keras”. Kecerdasan tidak akan bisa dimiliki dengan
melakukan misalnya “ritual”. Antara “belajar yang keras” dengan “kecerdasan”
adalah dua hal yang saling berpasangan, memiliki hubungan sebagai “sebab”
(perihal belajar yang keras) dan “akibat” (perihal kecerdasan). Jadi jika diri
kita (sebagai radio receiver) ingin mendapatkan kekuatan kecerdasan yang
dipancarkan oleh alam (gelombang frekuensi yang dipancarkan stasiun pemancar
radio) maka harus melakukan usaha belajar yang keras (memilih gelombang
frekuensi yang tepat).
Begitu
juga dengan perihal lainnya, misal jika kita menginginkan kemakmuran atau
kekayaan yang lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup maka usaha yang paling tepat
adalah dengan melakukan kerja yang keras pada bidang usaha yang tepat dan
menjanjikan. Tanpa kerja yang keras pada bidang usaha yang tepat dan menjanjikan
maka kemakmuran atau kekayaan yang lebih tidak akan bisa dimiliki.
Jadi
alam ini layaknya sebuah stasiun pemancar radio yang memancarkan berbagai
besaran gelombang frekuensi atau energi atau kekuatan yang bisa kita tangkap dan
bermanifestasi sebagai semua kebutuhan hidup makhluk hidup; seperti kekuatan
kesehatan, kesejahteraan atau kekayaan, kecerdasan, kebahagiaan, dan lain-lain.
Jika ada orang yang merasa kekurangan dalam kebutuhan hidupnya lalu menyalahkan
dan menuduh alam ini tidak berpihak kepadanya maka itu sebuah kebodohan. Itu
adalah permasalahannya sendiri yang tidak harmoni dan tidak mau berusaha lebih
tepat atau tidak mampu mendapatkan semua kebutuhan hidupnya yang sebenarnya
sudah semuanya disediakan oleh alam sejak alam ini ada. Alam dalam memenuhi
kebutuhan makhluk hidup tidaklah bekerja seperti kita ke jasa penyedia barang
lalu kita pesan barang dan barang dicarikan dulu setelah itu diberikan, jika
barang belum ada maka menunggu untuk diorderkan ke pihak produksi. Namun, alam
sejak awal ada sudah menyediakan semua kebutuhan hidup penghuninya dan memberikan
cara-cara kepada penghuninya melalui pengetahuan agar semuanya dapat mengakses
semua yang disediakan oleh alam untuk penghuninya.
Rahayu Sagung Dumadi
Pakuan - Tatar Sunda