Beranda

Tampilkan postingan dengan label frekuensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label frekuensi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Januari 2023

Frekuensi Mantra Dan Pengaruhnya Pada Dunia

Ada semua jenis frekuensi dan getaran di sekitar kita. Ada frekuensi yang kita lihat (seperti gelombang cahaya), dengar (gelombang suara), atau rasa, dan lain-lain yang berada di luar kemampuan kita untuk merasakan, seperti sinar gamma, inframerah, atau frekuensi radio dan televisi. Sebenarnya, teks-teks Veda kuno India menjelaskan, secara ringkas, bahwa seluruh alam semesta ini adalah produksi atau manifestasi dari getaran-getaran tertentu yang menyebabkan perubahan dari energi spiritual menjadi energi material. Dan semua frekuensi ini mempengaruhi kita dalam banyak hal. Misalnya, kita mungkin mendengar musik yang menenangkan dan damai, atau yang kasar dan menjengkelkan. Atau mungkin ada frekuensi yang suka atau tidak suka harus kita hadapi secara terus-menerus, seperti suara bising yang kita dengar saat bekerja di pabrik, atau suara lalu lintas di pusat kota.

Berjalan melalui sebuah pabrik. Tingkat kebisingan dan getaran dari frekuensi yang kita dengar dan rasakan tidak menarik. Bahkan, frekuensi tersebut sangat memungkinkan merusak pendengaran kita dan mengharuskan kita untuk mengenakan penutup telinga. Berada di sekitar kebisingan semacam itu, yang merupakan getaran yang lebih rendah, dapat membuat kita gelisah atau gelisah pada waktunya nanti yang cenderung menarik kesadaran kita ke bawah dengan cara yang membuat kita berpikir dalam istilah yang sangat mendasar. Frekuensi atau getaran semacam itu dapat membuat pikiran kita terserap dalam cara berpikir yang lebih rendah, seperti sekadar ingin memuaskan indra kita, ingin pergi ke bar setelah bekerja untuk menenggelamkan pikiran kita, atau memikirkan apa pun yang akan memberi kita sensasi termudah. Dengan kata lain, paparan getaran frekuensi semacam itu cenderung menghasilkan kesadaran yang rendah bila kita terpapar terhadapnya. Mari kita jelaskan ini.

Ilmu tentang getaran dan frekuensi serta bagaimana pengaruhnya terhadap manusia adalah sesuatu yang telah ada selama ribuan tahun. Kita masih dapat menemukan buktinya dalam teks-teks Veda kuno. Ini menjelaskan tidak hanya hasil dari penggunaan frekuensi kata dan mantra, tetapi juga memberikan instruksi dalam beberapa kasus. Orang bijak dari dahulu kala menggunakannya untuk menghasilkan berbagai hasil dalam ritual yang mereka lakukan, dan dari mantra yang mereka ucapkan. Jika mantra dilafalkan dengan cara tertentu, hasil tertentu yang menakjubkan akan terjadi. Termasuk mengubah cuaca, menghasilkan jenis makhluk hidup tertentu, atau bahkan istana. Yang lain menggunakannya untuk memproduksi senjata, seperti senjata brahmashtra yang setara dengan bom nuklir modern. Mantra khusus dapat dilampirkan ke panah, dengan suara yang menyebabkan ledakan kuat ketika panah mencapai targetnya. Yang lain menggunakan ilmu frekuensi dan getaran untuk membawa kesadaran mereka ke tingkat persepsi yang lebih tinggi, atau untuk memasuki realitas spiritual, atau untuk menunjang kebutuhan hidup duniawi misalnya kesehatan, kecerdasan, kekayaan, dll.

Kita juga bisa melihat hasil paparan frekuensi tertentu dengan cara lain. Bahkan sekarang sudah ada penelitian yang memberikan penemuan tentang penggunaan frekuensi. Diaplikasikan untuk tanaman, dimixing ke berbagai jenis music, dll. Tumbuhan akan tumbuh subur jika diperdengarkan musik klasik, sementara tanaman akan layu atau layu jika diperdengarkan musik keras yang tidak menentu. Namun, mengingat sifat sebagian besar masyarakat yang tidak tercerahkan dimana kita hidup, beberapa dari penemuan ini tidak bermanfaat bagi dunia dan cukup menakutkan untuk memikirkan hasil yang mungkin terjadi.

Nicola Tesla, penemu kelahiran Kroasia, telah melakukan eksperimen pada pergantian abad yang mengungkapkan bahwa udara pada tekanan biasa adalah konduktor untuk sejumlah besar energi listrik jarak jauh tanpa kabel. Ini berarti beberapa hal bahwa penggunaan listrik untuk keperluan manusia akan tersedia di setiap tempat di dunia. Dan listrik yang merambat di udara menunjukkan bagaimana frekuensi dan gelombang energi yang kuat tidak memerlukan kabel untuk dibangkitkan di satu tempat dan diterima di tempat lain. Lebih jauh lagi, beberapa orang berpendapat bahwa matematika yang memberikan dasar untuk pekerjaan Tesla juga memberikan dasar untuk memahami telepati. Ini menunjukkan terbukanya potensi besar bagi pikiran manusia.

Kita dapat melanjutkan dengan menyarankan bahwa ini menandakan bahwa seluruh alam semesta adalah generator getaran yang berfrekuensi, dalam beberapa hal, agar tidak hanya menghasilkan, mengirim dan menerima energi di berbagai titik di seluruh dunia, tetapi juga mempertahankan energi tersebut. Mari kita sajikan beberapa informasi tambahan dalam hal ini.

Tesla membuktikan transmisi nirkabel tenaga listrik kembali pada bulan Februari 1900. Dia mengirim sinyal frekuensi Hertz yang sangat rendah dengan menciptakan jalur konduksi antara ionosfer dan bumi. Tesla menemukan bahwa permukaan bumi dapat digunakan untuk sirkuit panjang untuk frekuensi yang sangat rendah. Dengan demikian, energi listrik dapat ditransmisikan ke seluruh dunia dari bumi melalui tanah dan menggunakan ionosfer sebagai jalur kembali. Ionosfer adalah cangkang bola konduktor listrik dari ion dan elektron bebas yang mengelilingi bumi di bagian atas atmosfer dengan ketinggian antara 50 hingga 200 mil. Hal ini penting dalam transmisi radio dalam melayani sebagai reflektor gelombang radio pada rentang frekuensi yang memungkinkan transmisi di luar garis pandang dan mengelilingi bumi dengan refleksi berturut-turut. Ini berarti bahwa listrik dan frekuensi dapat dipancarkan ke pengguna dan penerima tanpa memerlukan saluran listrik di mana pun di dunia.

Namun, dapat dipahami bahwa efek osilasi ini dapat menghasilkan di ionosfer mungkin tidak selalu bermanfaat. Misalnya, dilaporkan di antara Intelijen A.S. bahwa U. S. S. R. telah terlibat dalam upaya skala besar untuk mengembangkan transmisi radio nirkabel yang dapat mempengaruhi pola perilaku seluruh populasi. Departemen Komunikasi Kanada melaporkan komunikasi frekuensi rendah bertenaga tinggi datang dari Uni Soviet. Peneliti independen memverifikasi keberadaan ini berasal dari berbagai situs di Uni Soviet. Di kalangan Intelijen, gelombang radio dikenal sebagai "Pelatuk" karena memiliki suara ketukan yang khas di atas gelombang udara.

Telah terbukti adanya kepekaan psiko-fisiologis pada hewan dan manusia terhadap medan magnet dan listrik dalam frekuensi sangat rendah (Extremely Low Frequency (ELF)) yang sesuai dengan gelombang otak. ELF ini, yang dapat menembus apa pun, memungkinkan militer memiliki sistem komunikasi di seluruh dunia dengan kapal selamnya, yang dapat ditempatkan di bagian mana pun di dunia.

Namun, pada akhir 1970-an, ada kematian ternak yang meluas di Oregon. Ditentukan oleh penelitian bahwa ternak telah dibunuh oleh transmisi frekuensi radio ELF yang merugikan dari Rusia. Tampaknya manusia adalah transduser bio-kosmik, pemancar dan penerima juga, dan entah bagaimana gelombang otak kita dapat mengunci dan memodulasi dengan medan elektromagnetik bumi, Medan Magnet Universal (UMF), sebagaimana Tesla menyebutnya. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengubah medan magnet elektro ini dapat mempengaruhi gelombang otak kucing dan monyet. Manusia juga terpengaruh.

Apa pun di atas 11 Hz menghasilkan rentang umum agitasi dan ketidakpuasan. Saluran listrik bertegangan tinggi menghasilkan 50 hingga 60 hertz, dan ada kekhawatiran tentang apa yang dapat mereka lakukan terhadap orang-orang yang tinggal di dekat mereka. Beberapa orang merasa bahwa garis-garis seperti itu, atau bahkan penggunaan barang-barang seperti selimut listrik, dapat menyebabkan kanker karena medan magnet yang tidak wajar yang terpapar pada tubuh. Para peneliti telah menyimpulkan bahwa manusia adalah manusia listrik. Misalnya, jantung kita dapat mulai atau berhenti karena impuls listrik yang sesuai. Penggunaan alat pacu jantung adalah contoh untuk membantu menjaga detak jantung tetap stabil. Dengan demikian, radiasi elektromagnetik bisa menjadi polutan paling berbahaya di masyarakat kita. Ada bukti kuat bahwa kanker dan penyakit lain dapat dipicu oleh gelombang elektromagnetik.

Beberapa siaran ELF dari Rusia diduga menyebabkan depresi pada manusia. Ketika Rusia pertama kali mulai mentransmisikan pada tahun 1976, mereka memancarkan sinyal 11 Hz melalui Bumi. Gelombang ELF ini begitu kuat sehingga mengganggu komunikasi radio di seluruh dunia, mengakibatkan banyak negara mengajukan protes. Angkatan Udara AS mengidentifikasi lima frekuensi berbeda yang dipancarkan Rusia dalam koktail ELF liar. Mereka tidak pernah menyiarkan apa pun di bawah 11 Hz, atau apa pun yang bermanfaat. Mereka memiliki hal-hal yang lebih jahat dalam pikiran. ELF menembus apa saja dan segalanya. Tidak ada yang menghentikan atau melemahkannya. Pada frekuensi dan durasi yang tepat, seluruh populasi dapat dikendalikan oleh ELF, atau bahkan dibunuh. Setelah jangkauan pembunuhan dengan frekuensi ini disempurnakan, itu bisa membuat bom nuklir menjadi usang. Itu bisa membunuh segera dengan frekuensi merugikan yang kuat. Seluruh populasi dapat dibunuh tanpa pandang bulu dari frekuensi radio yang ditransmisikan dari sisi lain dunia tanpa merusak apa pun. Pasukan penakluk bisa dengan mudah mengambil alih tanah dan bangunan tanpa pertempuran.

Untungnya, senjata potensial ini tampaknya belum disempurnakan, atau penelitian semacam itu terselubung dalam tingkat kerahasiaan tertinggi. Secara tepat, Tesla pernah berkata bahwa perdamaian hanya bisa datang sebagai konsekuensi alami dari pencerahan universal.

Mengingat poin ini, disisi positifnya, ada mesin yang menggunakan frekuensi untuk penggunaan yang bermanfaat. Ada perangkat medis yang disebut Multiple Wave Oscillator, pertama kali dikembangkan oleh seorang peneliti Prancis dan ditingkatkan oleh elektronik solid state. Ini menggunakan sistem Tesla miniatur yang terdiri dari dua kumparan tembaga. Saat diaktifkan, medan magnet dibangkitkan di antara kedua kumparan dan frekuensinya dapat disesuaikan dengan listrik yang mengalir dari satu kumparan ke kumparan lainnya. Hasilnya adalah beberapa gelombang frekuensi inheren yang baik untuk membantu menyembuhkan berbagai bagian tubuh. Lutut yang sakit atau otot yang robek dapat ditempatkan di dalam medan magnet selama beberapa menit setiap kali, membantu menyembuhkannya lebih cepat daripada dengan metode konvensional.

Para peneliti telah menemukan bahwa frekuensi dibawah 7 Hz menciptakan perasaan relaksasi dan kesejahteraan umum, yang dikenal sebagai keadaan Alfa. Frekuensi yang paling menguntungkan di Bumi dikatakan frekuensi 6,8 Hz. Menariknya, Piramida di Giza memiliki frekuensi konstan 6,8 Hz yang melewatinya. Meskipun para peneliti telah mempelajarinya, mereka tidak tahu dari mana asalnya atau mengapa dalam struktur kuno seperti itu.

Hal ini menunjukkan gagasan bahwa orang dahulu mengetahui pentingnya frekuensi dan bagaimana menggunakannya untuk memberikan suasana untuk mencapai keadaan pikiran yang damai untuk memasuki keadaan kesadaran yang lebih tinggi dan persepsi realitas spiritual. Praktek Yoga telah menggunakan prinsip ini selama ribuan tahun. Berkonsentrasi pada pernapasan yang stabil, seperti dalam Hatha-Yoga, adalah sarana untuk meratakan dan menyelaraskan impuls listrik tubuh dan detak jantung. Menerapkan kondisi Alfa dengan cara alami memungkinkan seseorang untuk juga mencapai kondisi vibrasi dimana kesadaran dapat memasuki tingkat keberadaan dan persepsi yang lebih tinggi. Tubuh tidak hanya menghantarkan frekuensi yang lebih seimbang, tetapi juga mulai menghasilkannya. Seolah-olah tubuh dan pikiran sedang menciptakan atmosfernya sendiri dimana ia dapat memajukan perkembangan spiritualnya, dengan atau tanpa atmosfer yang tepat di sekitarnya. Struktur bangunan, seperti piramida, Candi dan kuil seperti piramida, yang umum di tempat-tempat tertentu di seluruh dunia, dapat memberikan bantuan untuk melakukan itu, bersama dengan latihan fisik yoga dan penggunaan doa, mantra, atau ritual. Dengan menerapkan hal-hal seperti itu secara teratur dalam kehidupan seseorang, itu akan meningkatkan rasa damai seseorang, membawa keadaan kesadaran yang lebih tinggi, dan wawasan ke dalam tingkat realitas diluar persepsi indra biasa. Dengan kata lain, itu secara alami akan membawa seseorang lebih dekat ke Kebenaran keberadaan kita. Seperti yang diharapkan Tesla, itu akan membawa kedamaian yang akan datang dari konsekuensi alami dari pencerahan universal

Poin kunci dalam hal ini adalah penggunaan mantra kuno, seperti yang telah disebutkan sebelumnya. Tidak hanya hasil tertentu dapat dicapai dengan penggunaan getaran dan frekuensi yang tepat dalam suara, tetapi bahkan hari ini penggunaan mantra tertentu dikenal untuk menenangkan pikiran, menurunkan tekanan darah, menghilangkan kecemasan yang tidak perlu dengan mengubah fokus seseorang dalam hidup, dan seterusnya. Juga dipahami bahwa mantra-mantra dan doa-doa tertentu, seperti pengucapan nama-nama spiritual Tuhan, membawa seseorang kepada getaran transendental dari dunia spiritual dari mana asalnya. Ini berarti seperti konduktor, membawa energi spiritual dan frekuensi yang berasal dari strata transendental.

Dengan demikian, dengan menyerap kesadaran seseorang dalam getaran suara nama-nama Tuhan, ia akan melakukan beberapa hal, seperti mengubah dan meningkatkan impuls listrik yang dihasilkan oleh tubuh, dan membantu mempertahankan diri dari impuls negatif yang mungkin dihadapi. Dengan cara ini, membantu menciptakan sikap damai dalam diri individu dan watak yang lebih sehat. Itu juga mempersiapkan kesadaran seseorang untuk memahami tingkat realitas yang lebih tinggi, membuka seseorang terhadap dunia spiritual, secara bertahap mengungkapkan identitas spiritual sejatinya, yang juga memungkinkan seseorang untuk melihat kesatuan diantara semua orang. Itu juga menyelaraskan keberadaan seseorang dengan alam, dan bahkan mulai menghidupkan kembali hubungan nyata seseorang dengan Jiwa Tertinggi, Tuhan. Setelah getaran yang lebih tinggi dari alam spiritual dipanggil secara teratur dengan cara ini, dan dibuka untuk digunakan diantara orang-orang pada umumnya, peluang untuk perubahan dunia menjadi sangat besar.

Secara alami, ini mungkin tidak terjadi segera. Seseorang harus mampu berkonsentrasi pada suara-suara spiritual tersebut dengan tepat. Ini berarti membersihkan diri dari kekacauan dalam pikiran seseorang. Hanya dengan fokus murni pada suara nama-nama suci, seseorang dapat benar-benar merasakan kekuatannya, dan membuka potensinya. Untuk itu perlu adanya hidup dalam kebenaran. Itu membuat perbedaan dalam hal kemampuan fokus pada pengucapan doa-doa dan mantra spiritual ini dengan perasaan. Kemudian seseorang melepaskan kekacauan yang menghalangi untuk benar-benar mendengar suara dan memungkinkan mereka untuk memiliki pengaruh yang mendalam pada kehidupan seseorang. Saat itulah perubahan mendalam dan wawasan dapat mulai terjadi. Ketika masyarakat umum mulai berpartisipasi dalam proses ini, saat itulah getaran kolektif di seluruh dunia dapat mulai membawa perubahan sosial yang akan membantu membawa semua orang ke keadaan makhluk yang lebih tinggi dan lebih damai. Frekuensi umum yang kita hasilkan dan terima kemudian secara alami akan bersifat harmonis dan spiritual.

 

Aguswi

Kalki Team


Selasa, 03 Januari 2023

MENGAPA AKHIR-AKHIR INI SAYA SERING DIPERTEMUKAN DENGAN ORANG-ORANG YANG DEPRESI?

(pertanyaan seorang remaja yang ternyata sedang dalam kondisi galau)

Ketahuilah bahwa pikiran manusia itu memiliki daya magnetis yang luar biasa yang bahkan kita sendiri tidak menyadarinya karena lebih banyak bekerja dibawah kesadaran kita. Sifat alami pikiran adalah tidak pernah akan berhenti berpikir, dia akan terus memikirkan sesuatu. Namun pikiran bisa dikendalikan, kita sebagai pemilik pikiran kita sendiri bisa menentukan apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dipikirkan. Kemampuan kita menentukan itulah contoh pengendalian diri. Pikiran yang terus berproses berpikir secara alami juga memancarkan vibrasi atau getaran (frekuensi) tertentu ke segala arah. Dan karena pikiran terus berpikir maka dia juga terus bervibrasi (berfrekuensi). Dan ketahuilah bahwa antar pikiran semua individu saling berhubungan, ibarat pikiran itu adalah komputer maka antar pikiran individu itu ibarat sejumlah besar komputer yang saling terhubung satu sama lainnya dalam sebuah jaringan internet. Dan pikiran semua individu saling terhubung melalui jaringan “pikiran semesta” yaitu Sang Kecerdasan Semesta itu sendiri.

Antar pikiran bisa saling berbagi, saling menarik, saling mempengaruhi, atau bahkan saling menjauhi. Pemikiran yang ada di dalam pikiran menentukan kualitas dari pikiran itu sendiri; apakah sedang menjadi pikiran yang tajam, tumpul, kuat, lemah, meditatif ataupun kualitas lainnya maka sangat ditentukan berbagai pemikiran yang sedang ada dalam pikiran itu sendiri. Jika pikiran sedang kalut, bingung, sedih , depresi maka vibrasi frekuensi yang dipancarkan pun adalah jenis frekuensi tentang kekalutan, kebingungan, kesedihan, depresi. Begitu juga jika pikiran sedang damai, bahagia, tenang, ceria, gembira maka vibrasi yang dipancarkannya pun adalah jenis frekuensi kedamaian, kebahagiaan, ketenangan, keceriaan, kegembiraan. Dan frekuensi itu memancar dari pikiran dan gelombangnya akan diterima oleh pikiran lainnya lalu terjadi interaksi antar gelombang pikiran dan berproses apakah itu akan saling menarik, saling mempengaruhi, atau saling menjauhi, maka itu tergantung kesamaan kualitas dari kedua pikiran tersebut.

Secara alami pikiran akan saling menarik pikiran lain yang memiliki kualitas yang sama. Jika pikiran kita sedang memikirkan tentang kesedihan, kelemahan, kegalauan; maka kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang juga sedang sedih, lemah dan galau. Dari pertemuan itu bisa jadi berlanjut pada pembicaraan seputar pemikiran itu dan terjadilah “saling berbagi” pemikiran untuk suatu tujuan. Begitu juga jika pikiran kita sedang memikirkan tentang kebahagiaan, kesenangan, keceriaan atau lainnya; maka kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang sedang bahagia, senang, ceria.

Diantara gelombang-gelombang pikiran yang lemah, jika ada pikiran yang kuat maka yang kuat bisa masuk dalam interaksi itu. Mengapa? Ya karena dia kuat. Dan yang kuat bisa hadir sebagai “energizer”. (pemberi energi atau semangat atau solusi) terhadap yang lemah. Dalam posisi ini gelombang frekuensi pikiran yang kuat sebagai pemberi pengaruh pada yang lemah.  

Orang yang sedang saling “curhat” pengalamannya dan saling perhatian antara keduanya adalah orang-orang-orang yang memiliki kualitas frekuensi yang serupa. Orang yang saling berbagi satu dengan lainnya juga orang-orang yang gelombang frekuensi pikirannya serupa. Orang yang menjauhi atau saling menjauhi antara satu dengan lainnya berarti ada “crash” gelombang frekuensi pikiran diantara keduanya, sehingga mendorong salah satu atau keduanya secara bawah sadar untuk saling menjauhi. Juga……..DUA ORANG SEJOLI SALING JATUH CINTA OLEH KARENA SAMA-SAMA MEMILIKI GELOMBANG FREKUENSI TENTANG CINTA YANG SALING TARIK-MENARIK.

By Aguswi

Mantra – Suaranya lebih utama daripada maknanya

Mantra adalah suara, mantra adalah energi, mantra adalah frekuensi/getaran,

Mantra berarti suara, ucapan tertentu berenergi yang bervibrasi dengan frekuensi tertentu. Ilmu pengetahuan modern saat ini melihat seluruh keberadaan jagad raya ini sebagai gaung energi dengan berbagai tingkat getaran atau frekuensi yang berbeda. Secara logika, di mana ada suara maka ada getaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa seluruh keberadaan ini adalah berbagai jenis suara atau penggabungan suara yang kompleks – jadi bisa dikatakan pula bahwa seluruh keberadaan ini adalah penggabungan berbagai mantra. Dari berbagai suara/getaran/mantra tersebut, beberapa telah diidentifikasi, yang mungkin fungsinya seperti kunci. Jika kita menggunakannya dengan cara tertentu, maka suara itu menjadi kunci untuk membuka dimensi suatu kehidupan dan pengalaman yang berbeda di dalam diri kita.

Jadi mantra bukanlah sesuatu yang sekedar kita ucapkan. Itu adalah sesuatu yang kita perjuangkan, karena tanpa kita menjadi kuncinya maka keberadaan tidak akan terbuka untuk kita. Menjadi mantra berarti kita menjadi kuncinya. Hanya jika kita adalah kuncinya maka kita dapat membuka apa terkunci bagi diri kita. Jika tidak, maka orang lain harus membukanya untuk kita dan kita harus melanjutkannya.

Ada berbagai jenis mantra (frekuensi/getaran). Setiap mantra mengaktifkan jenis energi tertentu di bagian tubuh yang berbeda. Tanpa kesadaran yang diperlukan, dan hanya mengulang-ulang suara saja dengan alur pemikiran yang entah kemana maka hanya akan membawa ketumpulan pada pikiran. Tetapi ketika dilakukan dengan kesadaran yang benar, dengan pemahaman yang tepat tentang apa dan bagaimana itu, maka mantra bisa menjadi sarana yang sangat kuat.

Mantra berasal dari berbagai bahasa, dan aspek dasar bahasa tersebut sangat peka terhadap suara. Apakah itu berasal dari bahasa Sanskerta, Jawa Kuno, maupun bahasa-bahasa lain. Setiap bentuk memiliki getaran, berarti pula memiliki frekuensinya, berarti pula memiliki suara yang melekat padanya. Setiap bentuk dalam keberadaan jagad raya ini bergema dengan cara tertentu dan menciptakan getaran atau frekuensi atau suara tertentu. Dalam ilmu pengetahuan modern bahwa antara bentuk, getaran/frekuensi, dan suara adalah sesuatu yang selalu melekat satu dengan lainnya.

Saat kita bersuara, sebuah bentuk sedang dibuat. Ilmu pengetahuan menggunakan suara dengan cara tertentu sehingga menciptakan bentuk yang tepat. Kita dapat membuat bentuk yang kuat dengan mengucapkan suara dalam pengaturan tertentu. Ternyata inipun ada dalam tradisi Yoga yang dikenal sebagai Nada Yoga yaitu yoga dengan cara menciptakan suara-suara tertentu untuk membentuk suatu pengaruh yang akan mempengaruhi tubuh sehingga menciptakan kondisi sistem tubuh yang sehat.

Jika kita menguasai suara maka juga menguasai bentuk yang melekat padanya. Sansekerta dan beberapa bahasa lain termasuk Jawa Kuno adalah contoh bahasa dimana bentuk dan suara terhubung. Contoh saja dalam bahasa Inggris misalnya jika kita mengucapkan “sun” atau “son”, dalam pengucapannya sama, hanya dalam ejaannya saja yang berbeda. Artinya antara suara dan bentuk tidak saling melekat karena sebuah ucapan bisa merujuk kepada beberapa bentuk, bukan satu atau sebuah bentuk saja. Contoh lain misalnya antara ucapan “when” dan “went”, ucapannya sama namun ejaannya berbeda. Apa yang kita tulis bukanlah kriterianya. Namun suaralah kriterianya. Ketika kita menyadari suara apa yang melekat pada bentuk tertentu, kita memberikan suara ini nama untuk bentuk itu. Sekarang suara dan bentuknya terhubung, maka jika kita mengucapkan suara itu, kita berhubungan dengan bentuknya – tidak hanya secara psikologis, tetapi secara eksistensial kita terhubung dengan bentuk. Apa yang berbentuk, kita ubah menjadi suara atau getaran/frekuensi.

Itulah alasan mengapa beberapa bahasa (misal Sansekerta, atau Jawa Kuno) diajarkan harus dipelajari dengan hafalan. Diajarkan dengan cara melantunkannya tanpa henti. Tidak masalah apakah tahu artinya atau tidak karena suaralah yang paling penting, bukan artinya. Arti hanya dibuat dalam pikiran kita yang tidak bisa menembus dimensi kehidupan lainnya, namun suara mampu membawa pada dimensi yang berbeda. Ilmu pengetahuan modern mengidentifikasi bahwa penciptaan jagad raya inipun diawali dengan suara (ledakan) yang disebut Big Bang. Salah satu kitab Upanisad pun juga menuliskan bahwa dalam kekosongan jagad raya ini yang ada hanya suara AUM.

Mantra, dengan melantunkannya secara konsisten dengan fokus pada suaranya, setelah beberapa waktu itu akan menjadi bagian dari sistem kita dan itu akan mengatur suasana tertentu untuk kita. Mantra bukanlah kesadaran tetapi mantra mengatur suasana yang tepat. Suara akan mengatur jenis suasana yang tepat dalam kerangka fisiologis, psikologis dan juga di atmosfer.

Jadi inilah yang dilakukan penulis, saat melantunkan mantra fokus pada suaranya dan menikmati sensasi apapun dari suara itu, tidak penting untuk membayangkan apapun karena itu justru bisa merusak prosesnya. Juga saat melantunkan tidak perlu merenungkan atau menganalisa artinya, karena arti hanya sebatas dalam dimensi pikiran sendiri, tidak bisa mengakses dalam dimensi yang lebih luas. Suara atau getaran/frekuensi-lah yang bisa mengakses pada dimensi yang lebih luas. 

Rahayu Sagung Dumadi

Aguswi

SAINS DALAM BUNGA

 

(Frekuensi Bunga Bermutasi Dengan Frekuensi Badan)

Telah lama diketahui bahwa bunga membawa frekuensi yang dapat memberikan manfaat yang sifatnya terapi bagi manusia dan hewan. Sama seperti homeopati, homeopati adalah terapi alternative yang menggunakan bahan-bahan dari alam yang secara prinsip bukan untuk mengatasi penyakitnya melainkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh meningkat maka tubuh dengan sendirinya secara alami akan melawan penyakit.

Energi dalam bunga bersifat infusi yang bermanfaat menangani aspek emosional dan mental pada makhluk hidup. Pola getaran frekuensi khas yang dihasilkan oleh setiap bunga berinteraksi dengan medan frekuensi diri kita sendiri. Secara efektif, medan bio-listrik bunga (yang dapat diukur) bisa bersenyawa dengan air. Ini membawa potensi yang memiliki efek positif pada sel-sel kita sendiri setelah kita meminumnya. Ketika kita berada dalam keadaan emosional maka sel-sel kita bergetar pada frekuensi yang lebih rendah. Oleh karena itu bisa segera minum air rendaman bunga yang bisa membantu frekuensi sel-sel tubuh kita kembali seimbang.

Apa yang menyebabkan frekuensi tubuh kita menurun?

Ini bisa jadi disebabkan banyak faktor.

Pencemaran lingkungan seperti radiasi elektromagnetik, bahan kimia beracun atau logam berat semuanya dapat menyebabkan tubuh menjadi tidak seimbang. Bisa juga karena trauma emosional ringan atau berat yang kita alami sepanjang hidup kita. Ini memiliki kecenderungan untuk tetap terkunci di sistem tubuh kita.

Bisa juga karena memori sel-sel tubuh yang membawa garis genetik kita dan yang kita simpan dalam DNA kita sendiri. Jika nenek moyang kita mengalami trauma, ini memungkinkan telah menjadi memori yang tersimpan di dalam sel-sel mereka. Ini diturunkan dari generasi ke generasi, yang terkadang bisa menjadi alasan ketakutan yang tidak dapat dijelaskan.

Emosi yang berulang masuk ke organ-organ tubuh dan menciptakan sistem kepercayaan yang menyebabkan penyumbatan di tubuh fisik kita.

Namun, berbagai jenis bunga dan banyak teknik pengobatan berbasis vibrasi frekuensi lainnya – seperti homeopati – semuanya memiliki efek penyembuhan yang sama. Metode dapat membuka emosi yang tertahan dari sistem kita sehingga dapat melepaskannya untuk selamanya.

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bunga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan secara emosional, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kesehatan kita. Semua tanaman memiliki energi frekuensi – “kekuatan hidup” dan kecerdasan genetik mereka sendiri. Sebagai manusia, kita juga memiliki getaran frekuensi. Frekuensi ini sering diukur dalam megahertz. Kebanyakan orang umumnya membutuhkan energi frekuensi sekitar 70 MHz untuk menjaga organ berfungsi dengan baik. Penyakit umumnya dimulai pada frekuensi 35 MHz, sedangkan makanan kaleng berfrekuensi pada 0 MHz (alasan yang baik untuk makan makanan segar).

Kesadaran elemental

Perihal yang diterima secara luas bahkan dalam komunitas sains adalah bahwa segala sesuatu memiliki kesadaran. Dan semua jenis kesadaran yang berbeda ini dapat memengaruhi kita hingga pada tingkat tertentu. Perasaan dan pemikiran kita semuanya membawa frekuensi yang dapat mempengaruhi keadaan pikiran dan kesehatan kita.

Hewan dan tumbuhan memiliki frekuensi seperti halnya batu dan kristal tertentu. Jadi semua elemen yang berasal langsung dari Bumi membawa kesadaran atau frekuensi tertentu. Mereka yang selaras dengan Alam memiliki dampak positif pada bidang bio-energi kita sendiri.

Ketika kita menggunakan berbagai jenis bunga dalam kehidupan kita sehari-hari, atau tanaman ke lingkungan kita, maka kita menerima efek penyembuhan yang konstan pada sel-sel dan medan energi kita sendiri.

Ternyata bunga mawar memiliki frekuensi yang tinggi sekitar 320 Hz. Kelopak mawar dapat dimakan dan air mawar bisa ditambahkan ke minuman atau dioleskan ke kulit untuk kecantikan. Mawar memiliki getaran yang paling dekat dengan apa yang disebut frekuensi universal yaitu CINTA (528 Hz). Inilah yang didambakan oleh tubuh energi kita, dan menjelaskan alasan mengapa mawar sering dijadikan sebagai bunga hadiah yang disukai. Tidak heran kita merasa begitu baik di sekitar berbagai jenis bunga. Dan ketika frekuensi kita tinggi, maka penyakit tidak dapat bertahan.

 

Analisis

Menghiasi lingkungan sekitar diri kita dengan berbagai jenis bunga adalah salah satu hal paling positif yang dapat kita lakukan untuk kesehatan kita. Pemakaian berbagai jenis bunga bisa menjadi obat sederhana yang bisa kita gunakan setiap hari.

Dengan memilih berbagai warna dan jenis bunga yang kita inginkan di sekitar kita, maka kita melenturkan otot-otot intuisi kita. Kita juga belajar merasakan ke dalam tubuh kita tentang apa yang terasa baik dan apa yang tidak.

Tubuh energi kita sendiri dapat merasakan frekuensi tanaman itu jika intuisi kita sudah berkembang. Ini dapat mengembalikan kesehatan sel-sel tubuh kita ke fungsi yang optimal.

 

Aguswi

 

 

 

Rabu, 23 Juni 2021

Badan Kita Sebagai Radio Receiver Penerima Gelombang Frekuensi Semesta

 

Oleh: Aguswi

 Coba kita lihat pasti semua tidak asing dengan perangkat elektronika yang disebut Radio. Kita bisa menikmati berbagai program yang dipancarkan oleh berbagai stasiun pemancar Radio melalui perangkat Radio receiver yang kita miliki. Stasiun pemancar Radio memancarkan siarannya dalam satuan gelombang frekuensi Khz maupun Mhz tertentu dimana antar stasiun pemancar memiliki gelombang frekuensi yang berbeda-beda. Gelombang frekuensi itu dipancarkan ke segala penjuru arah hingga mencapai jangkauan batasannya, gelombang frekuensi itu tidak terpancar ke arah tertentu saja sehingga hanya area tertentu saja yang bisa menikmati program acara stasiun radio itu. Dan kita, untuk bisa menikmati program acara yang disiarkan hanya bisa ketika (1) perangkat radio receiver kita kondisinya normal, (2) kita bisa memutar radio itu pada frekuensi yang tepat yang dipancarkan stasiun radio yang program acaranya ingin kita nikmati.  

Ada berbagai program siaran yang dipancarkan stasiun pemancar radio seperti misalnya siaran lagu-lagu, berita, ilmu pengetahuan, isu-isu terkini, resep makanan, biografi tokoh, dan lain-lain. Bila perangkat radio receiver kita dalam kondisi tidak normal alias ada komponen-komponen yang sudah aus atau rusak maka radio kita tidak akan bisa menangkap gelombang frekuensi yang dipancarkan stasiun pemancar dengan sempurna, akibatnya suaranya bisa tidak jelas alias kemresek atau bahkan tidak bisa menerima gelombang frekuensi sama sekali dan yang ada hanya suara kemresek. Bila perangkat radio receiver kita kondisinya bagus maka untuk menikmati berbagai program siaran stasiun pemancar radio kita tinggal memutarnya pada frekuensi yang kita inginkan pada posisi yang tepat dan terdengarlah siaran yang dipancarkan misal program acara lagu-lagu, dan kita bisa menikmati siaran itu. Bila kita tidak tepat memutar pada frekuensinya maka suaranya pun bisa tidak jelas alias kemresek.

Begitu juga dengan diri kita, badan kita dengan berbagai lapisan dan atributnya ini adalah sebuah radio receiver untuk menangkap kekuatan-kekuatan atau gelombang-gelombang frekuensi alam yang kita butuhkan, dan badan kita ini sangat canggih sekali. Alam semesta ini diciptakan sudah dilengkapi dengan semua perangkat-perangkat pendukungnya. Semua unsur-unsur atau kekuatan-kekuatan pendukung seperti kebahagiaan, kesejahteraan atau kekayaan, kemakmuran, kecerdasan, dan lain-lain; semua sudah tersedia di alam ini sejak awal alam ini tercipta. Tidak ada unsur atau kekuatan pendukung yang tertinggal yang diciptakan oleh Yang Maha Kuasa, perangkat-perangkat alam semesta sudah tersedia dengan sempurna oleh-Nya. Segala kebutuhan dari makhluk hidup sudah tersedia bak makanan prasmanan yang sangat beragam dimana kita tinggal mengambilnya dan tidak perlu lagi order kepada penyedia makanan karena makanan sudah tersedia lengkap di meja.

Manusia yang hidup di bumi ini memiliki berbagai kebutuhan untuk menunjang kelangsungan hidupnya. Dengan berbagai cara manusia berusaha untuk mendapatkan berbagai kebutuhan-kebutuhan itu. Aktivitasnya ini harus didukung dengan kondisi badannya yang normal, alias sehat dan kuat; tanpa kekuatan dari badannya maka usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akan gagal. Dengan badan yang tidak normal alias sakit fisik atau pun batin maka itu sebuah halangan baginya untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup dan mencapai tujuan hidupnya. Hidupnya pasti menderita. Dalam hal ini maka usaha-usaha nyata untuk sehat diperlukan misal dengan melakukan olah Yoga Asana, atau dengan mempraktekkan atau menerapkan cara-cara untuk sehat baik yang tradisional maupun yang modern alias BERTEKNOLOGI (ada alat-alat berteknologi yang sudah ada dipasaran yang dapat menunjang kesehatan). Hanya dengan berdoa saja tanpa usaha maka ini sia-sia belaka untuk mendapatkan kesehatan. Alam sudah menyediakan berbagai kekuatan dan kita tinggal mengambilnya, hanya saja untuk mengambilnya kita harus tahu caranya (analoginya adalah jika kita ingin menikmati program siaran stasiun pemancar radio maka harus tahu besaran gelombang frekuensinya misal apakah dibawah 100 Mhz atau diatas 100 Mhz dan diputar pada posisi yang tepat). Dan salah satu cara untuk mendapatkan kekuatan berupa kesehatan adalah dengan melakukan Yoga Asana (disamping cara lainnya misal dengan mempraktekkan atau menerapkan cara-cara untuk sehat baik yang tradisional maupun yang modern alias BERTEKNOLOGI). Hanya dengan berdoa saja maka kekuatan kesehatan itu kemungkinan tidak akan bisa diperoleh (analoginya kita ingin menikmati program siaran stasiun pemancar radio tertentu akan tetapi frekuensi radio yang kita putar tidak tepat pada frekuensi yang dipancarkan stasiun pemancar radionya). Karena hukum alamnya adalah siapapun yang melakukan sadhana Yoga Asana maka akan mendapatkan kekuatan kesehatan, jadi antara perihal “yoga asana” (atau praktek nyata lainnya untuk sehat) dengan perihal “kekuatan kesehatan” adalah dua hal yang saling berpasangan, memiliki hubungan sebagai “sebab” (yoga asana) dan “akibat” (kekuatan kesehatan).  Badan ini melalui sadhana Yoga Asana akan bisa menangkap energi atau kekuatan kesehatan yang tersedia di alam (analoginya radio receiver (badan ini) dengan diputar pada gelombang frekuensi siaran yang tepat sesuai yang dipancarkan stasiun pemancar radionya (yoga asana) maka program siaran radio pemancar (kekuatan kesehatan) yang diinginkan bisa ditangkap dan dinikmati). Antara perihal “doa dan kesehatan” bukan dua hal yang memiliki keterkaitan lebih erat jika dibanding dengan perihal antara “yoga asana dan kesehatan”. Dengan melakukan “yoga asana” maka alam (sebagai stasiun pemancar radio) akan memberikan dukungan dan memfasilitasi badan (yang menjadi radio receiver) untuk mendapatkan dan menikmati kekuatan kesehatan yang dipancarkan oleh alam melalui Hukum-Nya yaitu Hukum Rta.   

Logika lainnya adalah perihal “kecerdasan”. Untuk memiliki kecerdasan ini maka harus dicapai dengan melakukan usaha yaitu “belajar yang keras”.  Kecerdasan tidak akan bisa dimiliki dengan melakukan misalnya “ritual”. Antara “belajar yang keras” dengan “kecerdasan” adalah dua hal yang saling berpasangan, memiliki hubungan sebagai “sebab” (perihal belajar yang keras) dan “akibat” (perihal kecerdasan). Jadi jika diri kita (sebagai radio receiver) ingin mendapatkan kekuatan kecerdasan yang dipancarkan oleh alam (gelombang frekuensi yang dipancarkan stasiun pemancar radio) maka harus melakukan usaha belajar yang keras (memilih gelombang frekuensi yang tepat).

Begitu juga dengan perihal lainnya, misal jika kita menginginkan kemakmuran atau kekayaan yang lebih untuk memenuhi kebutuhan hidup maka usaha yang paling tepat adalah dengan melakukan kerja yang keras pada bidang usaha yang tepat dan menjanjikan. Tanpa kerja yang keras pada bidang usaha yang tepat dan menjanjikan maka kemakmuran atau kekayaan yang lebih tidak akan bisa dimiliki.    

Jadi alam ini layaknya sebuah stasiun pemancar radio yang memancarkan berbagai besaran gelombang frekuensi atau energi atau kekuatan yang bisa kita tangkap dan bermanifestasi sebagai semua kebutuhan hidup makhluk hidup; seperti kekuatan kesehatan, kesejahteraan atau kekayaan, kecerdasan, kebahagiaan, dan lain-lain. Jika ada orang yang merasa kekurangan dalam kebutuhan hidupnya lalu menyalahkan dan menuduh alam ini tidak berpihak kepadanya maka itu sebuah kebodohan. Itu adalah permasalahannya sendiri yang tidak harmoni dan tidak mau berusaha lebih tepat atau tidak mampu mendapatkan semua kebutuhan hidupnya yang sebenarnya sudah semuanya disediakan oleh alam sejak alam ini ada. Alam dalam memenuhi kebutuhan makhluk hidup tidaklah bekerja seperti kita ke jasa penyedia barang lalu kita pesan barang dan barang dicarikan dulu setelah itu diberikan, jika barang belum ada maka menunggu untuk diorderkan ke pihak produksi. Namun, alam sejak awal ada sudah menyediakan semua kebutuhan hidup penghuninya dan memberikan cara-cara kepada penghuninya melalui pengetahuan agar semuanya dapat mengakses semua yang disediakan oleh alam untuk penghuninya.    


Rahayu Sagung Dumadi

Pakuan - Tatar Sunda

 

Kamis, 22 April 2021

Pemikiran Burukmu Adalah Musuhmu

 Dan itu akan menciptakan karma buruk bagimu

 Manusia adalah makhluk paling sempurna, oleh karena hanya manusialah yang bisa memperbaiki karmanya sendiri; begitulah penjelasan yang tertuang di dalam Sarasamuccaya. Dan meski menjadi makhluk yang paling berdosa, dengan pedang pengetahuan maka bisa mencapai kebahagiaan yang sejati; begitulah yang dijelaskan oleh Bhagavadgita. Manusia mempunyai pikiran (human mind) yang sebenarnya sungguh hebat dan luar biasa seperti layaknya pikiran semesta (mind cosmic), namun karena human mind tidak murni lagi maka ia menjadi seperti seolah-olah terbatas dan lemah.

Apa saja yang menjadikan pikiran manusia tidak murni lagi? Tentu berbagai pemikiran buruk, pemikiran negatif, pemikiran tentang dirinya yang lemah, tidak percaya diri, pemikiran tentang ego, marah, dan sebagainya. Antara human mind dengan mind cosmic terjadi suatu hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang pikirannya lemah apabila berada di suatu tempat yang sakral atau suci, dengan cara-cara tertentu pikirannya akan dikuatkan, dialiri dengan kemurnian atau kesakralan tempat tersebut. Namun sebaliknya bila tempat tersebut memancarkan power negatif yang sangat kuat maka juga akan membuat pikiran seseorang yang lemah akan menjadi lebih melemah hingga pada level-level tertentu. Bahkan bisa mengacaukan pikiran kuat seseorang sekalipun, seperti misalnya sulitnya berkonsentrasi di tempat tersebut, atau berbagai bayangan pengganggu yang terlintas dalam pikiran. Dan pada level-level tertentu human mind-lah yang mempengaruhi mind cosmic, misal seorang atau beberapa orang terlatih yang mempunya pikiran yang kuat, yang murni dan memiliki kemampuan konsentrasi yang tinggi, yang sendiri atau bersama-sama mengucapkan mantra suci di suatu tempat, maka tempat tersebut akan terpengaruh oleh kemurnian dari orang tersebut.

Pemikiran yang baik akan memancarkan gelombang energi (atau frekuensi) yang baik pula dan pemikiran yang buruk akan memancarkan gelombang yang buruk pula. Jadi berhati-hatilah dalam berpikir oleh karena dengan pikiran kita berarti kita mempengaruhi lingkungan yang ada di sekitar kita, kalau pikiran kita dipenuhi dengan pemikiran yang buruk maka sama halnya kita membuang sampah pemikiran/muatan-muatan buruk di atmosfir, dan sudah tentu muatan-muatan buruk itu akan mempengaruhi orang lain pula, dan itu berarti karma buruk bagi kita sendiri. Secara etheric, pemikiran buruk kita telah ikut andil dalam menciptakan kekacauan dunia, dan tentu tidak bisa disangkal bahwa ini menjadi karma buruk bagi kehidupan kita sendiri.

Suatu misal sebuah rumah dimana penghuninya sedang tidak harmonis satu sama lain, maka atmosfir dalam rumah tersebut akan terasa tidak menentu, sederhananya kita akan merasa tidak nyaman bila berada di dalamnya, kita seperti merasa ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu, atau bahkan kepala kita bisa pusing oleh karena pengaruh kuat dari muatan-muatan buruk dalam atmosfir rumah tersebut.

Jadi milikilah selalu pemikiran yang baik, dengan pemikiran yang baik maka pikiran kita akan semakin tangguh tak tergoyahkan dimanapun kita berada. Justru dengan pemikiran baik yang tangguh itu kita bisa pengaruhi atau pancarkan kepada lingkungan kita untuk kebaikan bersama. Dengan pemikiran baik yang tangguh itu pula berarti kita turut serta menjadi Pencipta Harmoni dalam lingkungan kita, dan ini menjadi karma baik yang luar biasa. Dalam situasi yang sekarang ini disaat pandemi mewabah, banyak bencana alam misal banjir tanah longsor dan semuanya membawa korban yang sangat banyak; jangan bertanya dan protes kepada alam mengapa bencana ini terjadi apa kesalahan manusia, tetapi pikirkan apa yang bisa kita berikan kepada alam untuk semua bencana ini. Pikirkan bagaimana agar orang-orang yang stress dan terdampak oleh berbagai bencana tadi menjadi teringankan stresnya, minimal di lingkungan kita masing-masing. Ciptakan Harmoni dengan cara yang kita mampu dan pancarkan Harmoni itu kepada lingkungan kita.

Ingatlah selalu bahwa dunia ini akan selalu memantulkan apapun perilaku penghuninya, jika perilaku penghuninya buruk maka dunia juga akan memberikan keburukan kepada kita. Dan sebaliknya jika kita berperilaku yang baik maka dunia akan memancarkan keharmonian kepada kehidupan kita.

Dalam sastra-sastra kuno diberikan cara-cara bagaimana agar kita mampu menetralisir berbagai pemikiran buruk dalam human mind kita, seperti misalnya ajaran Rsi Patanjali dalam Kitab Yoga Sutra bahwa dengan Yoga manusia bisa memiliki kendali atas pikiranya sendiri, dan berarti pula memiliki kendali atas hidupnya sendiri.

Dalam konsep Sains, frekuensi pun bisa diolah menjadi penetralisir berbagai gelombang/getaran/muatan buruk dalam human mind atau pun mind cosmic sekalipun. Frekuensi bisa diolah dalam bentuk yang applicable untuk kebaikan manusia, misal dalam bentuk musik, atau benda-benda yang berfrekuensi.

Bukti nyata bahwa musik bisa menenangkan pikiran kita bisa kita coba ketika pikiran sedang suntuk lalu dengarkan musik instrumen yang slow dan halus maka pikiran kita akan terbawa oleh alunan musik itu sehingga pikiran kita menjadi rileks dan sedikit-banyak akan membantu pikiran kita menjadi lebih tenang. Saat pikiran kita sedang serius memikirkan dalam-dalam tentang sesuatu lalu diperdengarkan musik keras dengan nada yang tidak karuan maka pikiran akan semakin kacau dan gagal konsentrasi. Ini bukti nyata bahwa frekuensi dalam alunan musik itu mampu mempengaruhi pikiran manusia untuk menjadi lebih tenang atau pun menjadi kacau.

Dalam Sains banyak produk-produk yang diciptakan dan diiklankan di TV atau media sosial yang dibuat dengan desain tertentu dan tambahan bahan-bahan alami yang memancarkan gelombang energi atau frekuensi tertentu yang berpengaruh baik pada tubuh atau pun pikiran manusia. Contoh pusat-pusat Spa yang banyak menggunakan batuan alami yang memancarkan gelombang energi/frekuensi untuk terapi. Dan ini semua ini tidak bisa kita sangkal bahwa frekuensi yang terkandung ataupun dikemas dengan desain tertentu akan membantu kehidupan manusia untuk menuju hidup yang Harmoni, baik Mind, Body and Spirit.

 By Aguswi

Rahayu Sagung Dumadi

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...