Lakukan Ini Sebagai Salah Satu Metode
Ribuan tahun lalu para ahli Ayurveda telah mengetahui manfaat yang luar biasa dari melakukan sadhana upawasa (puasa). Begitu juga Sains modern telah membuktikan manfaat puasa yang sangat signifikan pada tubuh. Dr. Yoshinori Ohsumi melalui penelitiannya telah membuktikan bahwa saat tubuh tidak mendapatkan makanan dalam jangka waktu tertentu, ia memasuki fase pembersihan alami yang disebut Autophagy yang berarti self eating, suatu proses saat tubuh menghancurkan dan mendaur ulang sel-sel yang rusak atau berbahaya, termasuk yang berpotensi menyebabkan penyakit seperti kanker dan Alzheimer. Setelah 12 jam tanpa makanan, tubuh mulai mengaktifkan 'survival repair mode' dengan beralih membakar lemak sebagai sumber energi. Pada jam ke-16, autophagy mulai bekerja untuk membersihkan sel-sel rusak dan protein yang tidak berfungsi. Proses ini juga meningkatkan produksi hormon pertumbuhan yang mendukung regenerasi jaringan. Sel induk mulai beregenerasi, peradangan berkurang, dan sistem kekebalan tubuh diperbarui dengan sel-sel imun baru. Autophagy turut berperan dalam membersihkan racun, logam berat, dan sel pra-kanker, menjadikannya mekanisme penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Menurut sastra Ayurveda, ada beberapa jenis puasa:
1. 1. Puasa
hanya minum air putih: ini merangsang mekanisme detoksifikasi tubuh.
2. 2. Puasa
hanya makan buah dan sayuran segar: menyediakan nutrisi saat mengistirahatkan saluran pencernaan.
3. 3. Puasa
selama periode waktu tertentu: membatasi rutinitas makan harian, misal hanya makan setelah 8 jam. Metode ini mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.
Puasa selama 1-3 hari akan memberikan kesempatan badan dan pikiran untuk istirahat dan mengembalikan keseimbangannya. Menurut Ayurveda, puasa yang ideal adalah selama 24-36 jam. Ini akan memberikan sistem pencernaan anda istirahat selagi tetap menyediakan cukup waktu bagi badan untuk puasa dan mendapatkan manfaatnya. Jika lebih lama dari 36 jam maka akan beresiko kekurangan nutrisi dan energi.
Pada
mulanya puasa bisa dilakukan selama 24 jam dan amati yang terjadi pada diri
sendiri. Anda dapat meningkatkan selama 36 jam jika memungkinkan, kuncinya
adalah rasakan tubuh anda sendiri dan jangan memaksa diri sendiri melewati
batasannya. Puasa singkat yang dilakukan dengan baik adalah lebih baik dari
pada puasa yang lebih lama tetapi berakhir dengan kondisi yang lemah dan sakit.
Waktu yang terbaik untuk puasa menurut Ayurveda adalah selama periode Kapha dalam siklus 24 jam, yaitu dari jam 6 pagi hingga 10 pagi, dan jam 6 sore hingga jam 10 malam. Puasa bisa dilakukan dari periode Kapha pagi hari hingga periode Kapha malam hari, atau periode Kapha pagi hari hingga Kapha pagi hari esoknya, atau periode malam hingga malam esoknya. Energi badan sangat stabil dan tenang selama periode ini. Puasa pada periode ini bisa membantu anda mengatur keseimbangan dan mendapatkan manfaat yang maksimal.
Hari-hari sebelum melakukan puasa hendaknya mengkonsumsi makanan yang ringan yang mudah dicerna oleh tubuh, misalnya misalnya nasi, sayuran rebus, dan buah-buahan. Hindari memakan daging, produk susu, dan biji-bijian. Ini akan membuat transisi tubuh memasuki kondisi puasa menjadi lebih halus. Ketika puasa selesai, akhiri dengan meminum air hangat dicampur lemon, kemudian jus buah beberapa saat kemudian. Untuk selanjutnya makan seperti biasa.
Manfaat
puasa:
1.
Sel-sel
tubuh yang muda dan kuat mulai memecah dan mengurai sel-sel yang tua yang sudah
tidak produktif, protein yang telah lama mengendap dalam sel-sel juga
dihancurkan. Proses pembersihan sel-sel inilah yang disebut autophagy. Ini
adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk mencegah penuaan dini dan
mengurangi resiko terkena penyakit. Puasa membantu anda meremajakan sel-sel
tubuh dan berfungsi lebih sempurna.
2. Tubuh
akan memfokuskan energinya pada proses detoksifikasi dalam badan yang disebut ama pachana.
3.
Membantu
mengurangi peradangan dan memperkuat fungsi otak. Badan memproduksi enzim ketone (senyawa dari acetone,
acetoacetic acid, beta-hydroxybutyric) yang bisa bertindak sebagai sumber
energi bagi otak.
4.
Enzim
ketone bahkan bisa membantu
menghasilkan jalur syaraf baru dalam otak.
5.
Tubuh
menjadi berumur panjang dan mendukung masa tua yang sehat.
6. Puasa
yang dilakukan secara periodik mampu memperlambat penuaan sel-sel tubuh dan
mendorong proses pembersihan sel-sel yang sudah tidak produktif, inilah cara
tubuh untuk membersihkan residu dan toksin pada tingkat sel.
7. Memberikan
kesempatan organ pencernaan beristirahat sehingga fungsi organ pencernaan
meningkat,
8. Memacu
regenerasi sel-sel tubuh dan jaringan tubuh mengalami peremajaan, dan ini
memungkinkan tubuh menjadi panjang umur.
9.
Memperbaiki
ketidakseimbangan dan membangun harmoni dalam tubuh dan pikiran.
10 Menstabilkan unsur api
dalam tubuh yang dibutuhkan untuk kesehatan, imunitas, dan metabolism.
11. Memperkuat fungsi organ
vital tubuh, sehingga tubuh memiliki kemampuan penyembuhan diri dan anti
penuaan dini.
12. Mendorong energi tubuh
menjadi lebih sempurna dan pikiran menjadi lebih jernih. Menjadi memiliki
tingkat pengendalian diri yang tinggi.
Beberapa
kelompok orang tidak dianjurkan untuk melakukan puasa:
1. Wanita
hamil atau menyusui: puasa bisa menurunkan energi dan nutrisi sang ibu selama
periode kehamilan atau menyusui
2.
Anak-anak
yang rentan dengan stunting: perkembangan badan memerlukan nutrisi dan energi
yang konsisten, puasa bisa memperparah stunting.
3. Kelompok
tua renta dan yang lemah: puasa dapat menurunkan imunitas dan ketahanan tubuh.
4. Yang
kurang berat badan: pada dasarnya individu yang kurang berat badan berarti
kekurangan simpanan lemak untuk menjaga energi selama puasa.
5.
Berpenyakit
kronis: diabetes, penyakit jantung, atau penyakit saluran pencernaan bisa menjadi
lebih parah dengan puasa.
Saat
puasa ada beberapa petunjuk yang perlu diperhatikan:
1.
Boleh
minum air hangat bercampur lemon untuk menjaga hidrasi, ini akan membantu
membersihkan toksin dalam tubuh.
2.
Istirahat
secara cukup untuk menghemat energi. Namun yoga asana justru dianjurkan karena
yoga asana akan mengisi tubuh dengan energi.
3.
Boleh
minum teh herbal untuk mereda naluri berkeinginan dan menjaga sistem
pencernaan.
4.
Sibukkan
diri dengan aktivitas yang ringan seperti meditasi, membaca, dll. Jangan memikirkan
makanan.
5.
Akhiri
puasa dengan dengan makanan yang ringan seperti bubur kacang hijau, buah segar,
yogurt, atau air kelapa. Hindari makanan yang berat dan berminyak.
6.
Rilekkan
tubuh dan rasakan tubuh sendiri. Jika pada level tertentu anda merasa kurang
nyaman, segera akhiri puasa. Puasa harusnya membuat anda merasa ringan dan
pikiran jernih, bukan lemah dan rasa mual.
7.
Hindari
untuk merokok, minuman beralkohol, atau drug. Karena bisa mengganggu proses
detoksifikasi dalam tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar