Beranda

Kamis, 02 Agustus 2018

AGAMA DALAM KONTEKS BUDAYA

Agama secara normatif  tidak pernah mengajarkan untuk melakukan penekanan terhadap pemeluk agama, baik dalam intern agama maupun antar agama karena selain mengutamakan religi, agama juga mengajarkan ajaran moralitas. Dalam hal ini agama merupakan sumber nilai moral yang sangat penting dalam praktek kehidupan masyarakat. Dalam UUD 1945 pasal 29 ayat 2 yang berbunyi “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”, umat beragama diberikan kebebasan dalam melaksanakan berbagai  praktik agama. Namun realita keagamaan sekarang ini lebih menunjukkan adanya persoalan-persoalan yang mengatasnamakan agama. Padahal agama lokal telah dijadikan pedoman tingkah laku dalam menciptakan kesadaran dalam kelompok masyarakat.

Agama merupakan keyakinan yang bersumber pada ajaran-ajaran suci yang diwahyukan oleh Tuhan untuk memberikan tuntunan bagi umat manusia dalam kehidupannya sehingga dapat mencapai kebahagian jasmani maupun rohani. Setiap agama selalu dijadikan kebutuhan yang ideal oleh umat manusia. Peranan agama sangat penting dalam kehidupan masyarakat sehingga agama dan masyarakat saling mempengaruhi satu sama lain. Setiap agama berisikan ajaran-ajaran kebenaran yang tertuang dalam sebuah kitab suci. Agama merupakan sebuah sistem kepercayaan atau agama juga bisa disebut sebagai agama yang dogmatis dan dapat dijadikan bagian dari sistem nilai yang ada di setiap kebudayaan masyarakat setempat, yang dijadikan sebagai landasan bertingkah laku untuk selalu berada di jalur dharma sesuai dengan ajaran agama. Agama sebagai sistem nilai maupun norma tingkah laku masyarakat tidak mungkin mengajarkan keburukan-keburukan yang bisa menyebabkan manusia bertindak yang anarkis atau bertindak seperti orang yang tidak beragama.

Sekarang ini ketika agama berkembang dalam kehidupan masyarakat, keberagaman terintegarasi ke dalam sistem nilai sosial budaya yang akan berhadapan dengan nilai sosial budaya lain melalui proses sosial dalam masyarakat. Agama juga sangat berkaitan dengan kebutuhan manusia baik yang sifatnya fisik, ekonomi, maupun politik. Agama memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat terutama yang berkaitan dengan nilai dan norma dalam praktek kehidupan yang  tidak jarang juga menyebabkan sebuah benturan antara yang satu dengan yang lainnya karena sistem nilai setiap anggota masyarakat berbeda-beda. Dalam hal ini agama diharapkan mampu menjadi pemersatu dalam keanekaragaman kehidupan sistem nilai dan norma, hanya agamalah yang dijadikan pendamai dalam setiap perbedaan nilai kehidupan.

Namun fenomena yang terjadi sekarang ini agama telah memiliki sifat yang ganda. Di satu sisi agama dijalankan sebagai nilai dan norma untuk menuju keselamatan, perdamaian, dan diamalkan sesuai dengan sastra dan kitab suci. Disisi lain agama justru menjadi penyebab kehancuran dan perpecahan diantara umat manusia. Dengan agama manusia bisa mencapai kebahagiaan, tetapi dengan agama juga manusia bisa mendapat penderitaan. Hal ini terjadi karena adanya pihak-pihak tertentu melakukan penekanan-penekanan terhadap agama lokal atau agama yang minoritas. Mereka beranggapan bahwa agamanyalah yang paling benar, agama mereka yang paling suci. Tidak jarang pula mereka melakukan pelecehan terhadap agama lain. Bagaimana sebenarnya fungsi agama bagi umat manusia? Dalam sebuah agama tidak ada agama yang mutlak benar dan yang lain agama yang salah. Setiap agama memiliki cara-cara tersendiri sesuai dengan pemahaman umatnya dan sistem adat istisadat serta budaya yang berlaku pada suatu kelompok masyarakat. Pengamalan agama sangat dipengaruhi oleh kebudayaan manusia. Ritual agamalah yang paling menonjolkan sebuah tradisi dan budaya, sehingga menjadi perpaduan yang sangat indah dan berbeda di setiap daerah.

Toleransi hidup antar umat beragama maupun intern umat beragama bukan berarti mencampuradukan ajaran satu agama dengan agama yang lainnya, melainkan saling menghormati dan menghargai antara para pemeluk agama dalam menjalankan ajaran agama dan kepercayaan tanpa salinh menganggap bahwa agama dan kepercayaannya yang paling benar. Saling menghargai kebebasan dalam menjalankan ibadah agama dan kepercayaan mewujudkan ketenangan dalam menjalankan ibadah dan kepercayaan tersebut.

Agama merupakan faktor yang menentukan sistem dan struktur sosial dan kebudayaan  dalam berbagai praktek kehidupan masyarakat, sehingga agama diharapkan mampu memecahkan masalah sosial dalam kehidupan setiap umatnya. Agama dapat berfungsi positif ketika agama dipraktekkan sebagai nilai dan norma sebagai pedoman bertingkah laku yang baik dan benar. Agama akan berfungsi negatif jika keluar dari ajarannya dan ditafsirkan untuki kepentingan kelompok. Dengan demikian agama memiliki berbagai keterbatasan tergantung dari umatnya. Tujuan agama tidak selalu sejalan dengan tujuan-tujuan umatnya, sehingga diperlukan adaptasi sesuai dengan perkembangan dari tujuan manusia yang selalu mengalami perubahan. Jadi agama memiliki nilai dan makna yang paling tinggi, dalam kehidupan sosial budaya masyarakat.

Oleh: Agus Widodo
(Satriyo Jawa)
Bogor - Jawa Barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...