Beranda

Tampilkan postingan dengan label banyu pinaruh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label banyu pinaruh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Juli 2018

Menyatukan Cipta, Rasa dan Karsa Dalam Kebersamaan Ngembak Geni Dan Banyu Pinaruh

Ngembak Geni....sebuah rangkaian ritual dalam Hari Raya Nyepi. Istilah Geni disini tidak mengacu kepada unsur api atau unsur apapun, melainkan sebuah kata filosofis yang lebih terkait dengan nafsu/keinginan duniawi dalam diri setiap manusia. Ngembak Geni adalah sebuah kemenangan diri dari peperangan melawan Geni (nafsu/keinginan) saat melaksanakan Catur Brata Penyepian. Ritual ini sangat tampak sekali di pura yang ada di desa-desa umat Hindu etnis Jawa, setelah selama 24 jam melaksanakan Catur Brata Penyepian pada pagi harinya melaksanakan sembahyang bersama dan dilanjutkan anjangsana dari rumah ke rumah umat Hindu.
Ngembak Geni tahun ini yang jatuh pada tanggal 18 Maret 2018 bersamaan dengan Banyu Pinaruh yang merupakan rangkaian Hari Raya Saraswati. Banyu disini yang secara harfiah artinya air juga merupakan kata yang filosofis; namun sah-sah saja jika dikaitkan dengan tirtha, dan tirtha itu bisa digunakan dengan cara diminum atau dibasuhkan atau untuk mandi. Pinaruh sama artinya dengan Pangaweruh (dalam literatur Jawa Kuno) yang artinya Pengetahuan Yang Sejati. Jadi Banyu Pinaruh yang dilaksanakan keesokkan hari setelah Hari Raya Saraswati membawa pesan bahwa hendaknya setiap manusia mandi/membasuh/meminum/mengisi diri dengan pengetahuan yang sejati. Bagaimana caranya? Tentu bisa dengan mempelajari berbagai sastra suci Veda dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kemenangan terhadap berbagai nafsu/keinginan (Geni) saat Catur Brata Penyepian yang secara ritual diwujudkan dalam pelaksanaan Ngembak Geni harus dilanjutkan dengan berusaha memahami hakekat hidup dan kehidupan dengan cara mengisi diri dengan pengetahuan yang sejati (Banyu Pinaruh), inilah pesan yang disampaikan dalam momen pertemuan dua ritual tersebut diatas.

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...