Lingkungan
sangat mempengaruhi perilaku, kata-kata dan tindakan kita seperti layaknya yang
kita makan.
Kita semua pasti sudah tidak
asing dengan ungkapan “Kita adalah apa yang kita makan”. Pandangan Hindu
terhadap hal ini adalah bahwa jenis makanan yang berbeda yang kita konsumsi
mempunyai pengaruh yang sangat signifikan pada kondisi pikiran dan emosi kita.
Sebagai contoh; memakan daging, yang dikenal sebagai makanan yang tamasik, akan
mengarahkan kita ke kesadaran yang lebih rendah dan akan terikat dengan rasa ketakutan,
iri dan penyesalan yang selalu mengikuti. Mengkonsumsi makanan pedas yang
terlalu banyak atau makanan rajasik, dapat menyebabkan aktivitas fisik dan
intelektual yang terlalu bersemangat. Pada sisi lain, makanan yang murni atau
sattvik – seperti buah-buahan segar dan sayuran yang tumbuh di atas tanah –
membantu mengembangkan intuisi atau jiwa kita. Untuk perkembangan spiritual
yang maksimal, yang terbaik adalah banyak memakan makanan yang sattvik, mengurangi
memakan makanan yang rajasik dan menghindari makanan yang tamasik. Chandogya
Upanisad 7.26.2 mengatakan: “Ketika makanan yang dimakan itu murni, pikiran
juga menjadi murni, Ketika pikiran menjadi murni, ingatan menjadi kuat. Dan
ketika seseorang mempunyai sebuah ingatan yang kuat, seluruh ikatan yang
mengikatnya di dunia material ini akan hilang.”