Benarkah Kematian Orang Lain Menyebabkan Cuntaka Bagi Kerabat Untuk Beberapa Waktu Lamanya?
Untuk mengetahui jawabannya maka kita harus menguraikan berbagai lapisan badan manusia kita. Dan terkait lapisan-lapisan badan ini maka Panca Mayakosha adalah konsep yang paling detil tentang lapisan-lapisan badan.
Ana Mayakosha
Ini adalah lapisan badan yang kita kenal sebagai badan fisik. Ibarat sebuah komputer lapisan badan ini sebagai hardware dari lapisan badan lainnya. Lapisan badan ini terbentuk dari sari-sari makanan yang kita makan setiap hari. Seluruh bagian badan fisik dari kaki hingga kepala semuanya terbentuk dari sari-sari makanan yang masuk dan terserap ke dalam sistem tubuh kita. Lebih detil lapisan badan Ana Mayakosha ini terdiri dari 5 unsur yang kita kenal sebagai Panca Mahabhuta yaitu unsur padat (pertiwi), unsur cair (apah), unsur udara (bayu), unsur panas/cahaya (teja), dan unsur ruang (akasa). Bagian badan yang termasuk unsur padat misalnya: gigi, tulang, rambut, daging, otot, kuku, dll. Yang termasuk unsur cair misalnya: darah, lendir, enzim, air kencing, air liur, dll. Yang termasuk unsur udara misalnya: nafas, gas-gas dalam tubuh, bau badan, dll. Yang termasuk unsur panas/cahaya misalnya: suhu badan, warna kulit, dll. Yang termasuk unsur ruang misalnya: rongga mulut, rongga hidung, rongga perut, rongga tenggorokan, dll.
Apa yang bisa menyebabkan lapisan badan Ana Mayakosha ini kotor, atau terganggu sistemnya (kinerjanya)? Debu, virus atau bakteri penyebab penyakit, pola makan yang tidak sehat, pola hidup yang tidak sehat.
Analoginya pada sebuah komputer lapisan Mano Mayakosha ini adalah
data-data yang ada dalam komputer itu yang bisa dipindahkan ke komputer lain
jika komputer lama rusak atau sudah tidak upgrade lagi. Sangat mungkin sekali
lapisan Mano Mayakosha yang isinya data-data atau memori kehidupan seseorang
inilah yang dikatakan mengalami reinkarnasi kembali, juga sangat mungkin
lapisan inilah yang sering dimaksudkan sebagai Jiwa.
Apa yang bisa menyebabkan lapisan badan Mano Mayakosha ini terganggu sistemnya? Yang bisa menganggu sistemnya adalah data-data memori yang bermuatan kebencian, trauma, kemarahan, kesombongan, kesedihan, dan lain-lain yang sejenisnya. Data-data seperti itu akan bertindak layaknya virus atau malware dalam komputer yang bertindak menggangu atau merusak kinerja komputer. Begitu juga dengan pemikiran tentang kebencian, kesedihan, dan lain-lain akan bertindak menganggu kinerja dari pikiran sehingga pikiran tidak bisa bekerja secara optimal. Saat lapisan badan Mano Mayakosha ini terganggu sistemnya maka lapisan badan Ana Mayakosha pun juga bisa terganggu, lapisan Prana Mayakosha pun juga bisa terganggu.
Prana Mayakosha
Prana artinya energi, dan prana dalam tubuh adalah energi yang
sangat vital agar sistem dalam badan bisa bekerja. Jadi prana inilah energi yang
membuat badan beserta sistemnya ini bisa beroperasi dan berfungsi. Analoginya
sebuah laptop adalah harwarenya, windows beserta program-program lainnya (termasuk
data-datanya) adalah sofwarenya, dan tenaga listrik yang digunakan agar laptop
itu menyala dan bisa beroperasi adalah energinya. Begitu pula dengan lapisan
badan Prana Mayakosha dia sebagai energi dari lapisan badan Ana Mayakosha dan
Mano Mayakosha. Prana bisa didapat dari makanan, sadhana pranayama, atau
sentuhan dari energi lainnya dari luar badan.
Apa yang bisa menyebabkan lapisan badan Prana Mayakosha ini bisa terganggu sistemnya? Maka hanya energi juga yang bisa mempengaruhi. Pemikiran bisa mempengaruhi namun secara tidak langsung, karena dari pemikiran akan terbentuk energi tertentu, dan energi itulah yang mempengaruhi.
Vijnana Mayakosha
Ini adalah lapisan badan halus sebagai penghubung antara lapisan
Ananda Mayakosha dengan lapisan badan lainnya yang bersifat fisik (Ana
Mayakosha, Mano Mayakosha dan Prana Mayakosha). Ini adalah lapisan badan yang
memungkinkan kita memiliki pengetahuan atau kecerdasan yang luar biasa. Meski
begitu lapisan ini bukanlah data-data seperti lapisan Mano Mayakosha. Lapisan
ini adalah perangkat atau sistem atau teknologi yang memungkinkan kita untuk
bisa mengakses kemampuan/kekuatan atau pengetahuan atau kecerdasan
yang luar biasa dari alam semesta ini dari pada yang dapat diakses dengan
indriya pada umumnya. Bila lapisan Vijnana Mayakosha seseorang tidak berkembang
maka dia hanya seperti orang kebanyakan, namun ketika lapisan ini sangat
berkembang maka dia akan menjadi orang yang kemampuannya atau pengetahuannya
atau kecerdasannya jauh diatas orang kebanyakan. Vijnana Mayakosha akan sangat
berkembang jika dilatih dengan sadhana spiritual sehingga lapisan badan Ana,
Mano, dan Prana juga sangat berkembang sistemnya. Sesuai dengan tingkat
berkembangnya lapisan Vijnana Mayakosha seseorang; maka dia memiliki
kewaskitaan, sifat telepatik. Mengetahui suatu kejadian sebelum itu terjadi
melalui mimpi, atau pemikiran, atau sebuah penglihatan ke masa depan. Dia juga
bisa terlihat oleh banyak orang di banyak tempat yang berbeda dalam waktu yang
sama. Dia memiliki kemampuan membaca pemikiran orang lain dan juga mengubahnya.
Dia memiliki kemampuan yang menyembuhkan; kata-katanya, sentuhannya atau
pandangannya dapat menyembuhkan penyakit yang mematikan. Pada tingkatan
tertentu dari berkembangnya lapisan Vijnana Mayakosha ini bahkan dia sanggup
masuk ke badan orang lain. Para orang suci yang sanggup merasakan
getaran-getaran frekuensi alam, atau mendengarkan suara-suara alam lalu
menuliskannya dalam bentuk kata-kata adalah contoh pribadi-pribadi yang lapisan
Vijnana Mayakosha nya sangat berkembang. Para ilmuwan dengan penemuannya yang
hebat-hebat seperti Einstein dan lainnya adalah juga contoh pribadi yang
lapisan Vijnana Mayakosha nya sangat berkembang. Dia seorang Einstein yang
jaman itu mampu menangkap frekuensi alam lalu menuliskannya dalam sebuah rumus
yang orang lain tidak mampu memikirkannya. Juga seperti Maharesi Bharadvaja
yang mampu menangkap frekuensi-frekuensi alam lalu menuliskannya dalam buku
yang hingga saat ini kita warisi sebagai Vimana Shastra yaitu sebuah
pengetahuan tentang wahana terbang antar tempat, antar planet, antar galaxi dan
antar dimensi.
Pada orang yang meninggal lapisan Vijnana Mayakosha ini akan
terurai begitu saja menyatu dengan alam semesta. Karena Vijnana Mayakosha ini
hanya akan bisa berada di badan jika badan (Ana, Mano, dan Prana) masih bisa
berfungsi sebagaimana mestinya untuk hidup, jika tidak bisa lagi berfungsi
untuk hidup maka secara otomatis akan lepas begitu saja dan menyatu dengan alam
bebas. Misalnya orang yang mengalami kecelakaan dan kepalanya hancur maka tidak
mungkin lagi badan Ana Mayakosha bisa hidup tanpa kepala, dan saat itu juga
Vijnana Mayakosha akan lepas begitu saja dan bersenyawa terurai kembali dengan
alam.
Ananda Mayokosha
Dalam literatur Sanskerta kata “ananda" artinya kebahagiaan.
Ini adalah lapisan yang sebenarnya bukan hanya halus, namun lebih dari itu
yaitu tidak bisa dipikirkan apa itu, hanya bisa dikatakan sebagai lapisan yang
murni, lapisan kebahagiaan. Mungkin inilah yang disebut badan kausal, atau
mungkin pula inilah yang disebut Atma oleh beberapa sastra. Lapisan ini juga
hanya akan bisa berada di badan jika lapisan Ana, Mano dan Prana berfungsi
sebagaimana mestinya untuk hidup. Sama seperti Vijnana Mayakosha, lapisan
Ananda Mayakosha ini juga hanya akan bisa berada di badan jika badan (Ana,
Mano, dan Prana) masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya untuk hidup, jika
tidak bisa lagi berfungsi untuk hidup maka secara otomatis akan lepas begitu
saja dan menyatu dengan alam semesta. Analoginya seperti balon udara yang
meletus maka udara dalam balon akan otomatis menyatu begitu saja dengan udara
bebas. Begitulah lapisan Vijnana Mayakosha dan Ananda Mayakosha pada orang yang
meninggal maka akan menyatu begitu saja dengan alam bebas.
Pada perihal kematian orang lain maka yang paling terkait adalah kesedihan bagi handai taulan. Pemikiran kesedihan inilah yang bertindak menganggu proses pemikiran, juga menjadi penyebab terbentuknya energi dalam tubuh yang tidak harmoni. Handai taulan yang proses pemikirannya terganggu karena kesedihan maka energi tubuhnya juga terganggu sistemnya. Semakin larut dalam pemikiran kesedihan maka semakin terbentuk energi merugikan dalam badan. Dan akhirnya kondisi badan akan semakin kacau sistemnya. Dalam kondisi seperti itu maka pikiran akan sulit untuk difokuskan pada perihal spiritual. Ada KEMUNGKINAN bahwa kondisi seperti inilah yang dimaksudkan dalam sebuah tradisi sebagai KEADAAN TIDAK SUCI (atau kotor) karena pengaruh orang meninggal. Kalau memang benar maka ini sama levelnya dengan orang yang keadaannya sedang diliputi oleh kebencian, kesombongan, kekecewaan, trauma, depresi, iri, dengki, dll; yang semuanya bertindak menganggu sistem dari Mano Mayakosha itu sendiri dan merembet menganggu Prana Mayakosha dan Ana Mayakosha.
Namun lain halnya jika handai taulan ternyata memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sehingga tidak mengalami kesedihan perihal kematian itu maka kondisi lapisan-lapisan badannya tidak akan terpengaruh dan tetap pada kondisi alamiah dirinya sendiri.
Jadi pada peristiwa kematian orang TIDAK SELALU BISA membuat sedih
handai taulan, tergantung tingkat kesadaran masing-masing. Ada yang sedih,
bahkan ada yang berlarut-larut kesedihannya sampai berminggu-minggu atau bahkan
berbulan-bulan. Kemungkinan juga ada yang sama sekali tidak sedih karena sadar
tentang suatu kematian.
Dan apabila digeneralisir bahwa setiap ada kematian maka handai
taulan semua pasti sedih dan dinyatakan BERKEADAAN TIDAK SUCI maka ITU SEBUAH
KEKLIRUAN.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar