Beranda

Kamis, 12 Oktober 2023

LOGIKA CUNTAKA

Benarkah Kematian Orang Lain Menyebabkan Cuntaka Bagi Kerabat Untuk Beberapa Waktu Lamanya?

Untuk mengetahui jawabannya maka kita harus menguraikan berbagai lapisan badan manusia kita. Dan terkait lapisan-lapisan badan ini maka Panca Mayakosha adalah konsep yang paling detil tentang lapisan-lapisan badan.


Ana Mayakosha

Ini adalah lapisan badan yang kita kenal sebagai badan fisik. Ibarat sebuah komputer lapisan badan ini sebagai hardware dari lapisan badan lainnya. Lapisan badan ini terbentuk dari sari-sari makanan yang kita makan setiap hari. Seluruh bagian badan fisik dari kaki hingga kepala semuanya terbentuk dari sari-sari makanan yang masuk dan terserap ke dalam sistem tubuh kita. Lebih detil lapisan badan Ana Mayakosha ini terdiri dari 5 unsur yang kita kenal sebagai Panca Mahabhuta yaitu unsur padat (pertiwi), unsur cair (apah), unsur udara (bayu), unsur panas/cahaya (teja), dan unsur ruang (akasa). Bagian badan yang termasuk unsur padat misalnya: gigi, tulang, rambut, daging, otot, kuku, dll. Yang termasuk unsur cair misalnya: darah, lendir, enzim, air kencing, air liur, dll. Yang termasuk unsur udara misalnya: nafas, gas-gas dalam tubuh, bau badan, dll. Yang termasuk unsur panas/cahaya misalnya: suhu badan, warna kulit, dll. Yang termasuk unsur ruang misalnya: rongga mulut, rongga hidung, rongga perut, rongga tenggorokan, dll.

Apa yang bisa menyebabkan lapisan badan Ana Mayakosha ini kotor, atau terganggu sistemnya (kinerjanya)? Debu, virus atau bakteri penyebab penyakit, pola makan yang tidak sehat, pola hidup yang tidak sehat.  

 

Mano Mayakosha

    Kita mengenal juga lapisan badan ini sebagai badan mental. Juga ada yang menyebutnya sebagai pikiran, meski sebenarnya jika dibedah lebih dalam maka lapisan badan ini lebih dari yang dipahami sebagai pikiran oleh kebanyakan orang. Lapisan badan ini bertindak sebagai software dari lapisan badan Ana Mayakosha sebagai hardwarenya. Lapisan badan ini tersusun dari kombinasi antara memori dan kecerdasan/intelek. Memori yang dimaksud disini lebih dari sekedar memori dalam pikiran yang kebanyakan dipahami. Berbagai memori misalnya memori genetik, memori evolusi, memori atom, memori karma, memori pengetahuan, dll.

Analoginya pada sebuah komputer lapisan Mano Mayakosha ini adalah data-data yang ada dalam komputer itu yang bisa dipindahkan ke komputer lain jika komputer lama rusak atau sudah tidak upgrade lagi. Sangat mungkin sekali lapisan Mano Mayakosha yang isinya data-data atau memori kehidupan seseorang inilah yang dikatakan mengalami reinkarnasi kembali, juga sangat mungkin lapisan inilah yang sering dimaksudkan sebagai Jiwa. 

Apa yang bisa menyebabkan lapisan badan Mano Mayakosha ini terganggu sistemnya? Yang bisa menganggu sistemnya adalah data-data memori yang bermuatan kebencian, trauma, kemarahan, kesombongan, kesedihan, dan lain-lain yang sejenisnya. Data-data seperti itu akan bertindak layaknya virus atau malware dalam komputer yang bertindak menggangu atau merusak kinerja komputer. Begitu juga dengan pemikiran tentang kebencian, kesedihan, dan lain-lain akan bertindak menganggu kinerja dari pikiran sehingga pikiran tidak bisa bekerja secara optimal. Saat lapisan badan Mano Mayakosha ini terganggu sistemnya maka lapisan badan Ana Mayakosha pun juga bisa terganggu, lapisan Prana Mayakosha pun juga bisa terganggu.  

 

Prana Mayakosha

Prana artinya energi, dan prana dalam tubuh adalah energi yang sangat vital agar sistem dalam badan bisa bekerja. Jadi prana inilah energi yang membuat badan beserta sistemnya ini bisa beroperasi dan berfungsi. Analoginya sebuah laptop adalah harwarenya, windows beserta program-program lainnya (termasuk data-datanya) adalah sofwarenya, dan tenaga listrik yang digunakan agar laptop itu menyala dan bisa beroperasi adalah energinya. Begitu pula dengan lapisan badan Prana Mayakosha dia sebagai energi dari lapisan badan Ana Mayakosha dan Mano Mayakosha. Prana bisa didapat dari makanan, sadhana pranayama, atau sentuhan dari energi lainnya dari luar badan.

Apa yang bisa menyebabkan lapisan badan Prana Mayakosha ini bisa terganggu sistemnya? Maka hanya energi juga yang bisa mempengaruhi. Pemikiran bisa mempengaruhi namun secara tidak langsung, karena dari pemikiran akan terbentuk energi tertentu, dan energi itulah yang mempengaruhi.  

 

Vijnana Mayakosha

Ini adalah lapisan badan halus sebagai penghubung antara lapisan Ananda Mayakosha dengan lapisan badan lainnya yang bersifat fisik (Ana Mayakosha, Mano Mayakosha dan Prana Mayakosha). Ini adalah lapisan badan yang memungkinkan kita memiliki pengetahuan atau kecerdasan yang luar biasa. Meski begitu lapisan ini bukanlah data-data seperti lapisan Mano Mayakosha. Lapisan ini adalah perangkat atau sistem atau teknologi yang memungkinkan kita untuk bisa mengakses  kemampuan/kekuatan atau pengetahuan atau kecerdasan yang luar biasa dari alam semesta ini dari pada yang dapat diakses dengan indriya pada umumnya. Bila lapisan Vijnana Mayakosha seseorang tidak berkembang maka dia hanya seperti orang kebanyakan, namun ketika lapisan ini sangat berkembang maka dia akan menjadi orang yang kemampuannya atau pengetahuannya atau kecerdasannya jauh diatas orang kebanyakan. Vijnana Mayakosha akan sangat berkembang jika dilatih dengan sadhana spiritual sehingga lapisan badan Ana, Mano, dan Prana juga sangat berkembang sistemnya. Sesuai dengan tingkat berkembangnya lapisan Vijnana Mayakosha seseorang; maka dia memiliki kewaskitaan, sifat telepatik. Mengetahui suatu kejadian sebelum itu terjadi melalui mimpi, atau pemikiran, atau sebuah penglihatan ke masa depan. Dia juga bisa terlihat oleh banyak orang di banyak tempat yang berbeda dalam waktu yang sama. Dia memiliki kemampuan membaca pemikiran orang lain dan juga mengubahnya. Dia memiliki kemampuan yang menyembuhkan; kata-katanya, sentuhannya atau pandangannya dapat menyembuhkan penyakit yang mematikan. Pada tingkatan tertentu dari berkembangnya lapisan Vijnana Mayakosha ini bahkan dia sanggup masuk ke badan orang lain. Para orang suci yang sanggup merasakan getaran-getaran frekuensi alam, atau mendengarkan suara-suara alam lalu menuliskannya dalam bentuk kata-kata adalah contoh pribadi-pribadi yang lapisan Vijnana Mayakosha nya sangat berkembang. Para ilmuwan dengan penemuannya yang hebat-hebat seperti Einstein dan lainnya adalah juga contoh pribadi yang lapisan Vijnana Mayakosha nya sangat berkembang. Dia seorang Einstein yang jaman itu mampu menangkap frekuensi alam lalu menuliskannya dalam sebuah rumus yang orang lain tidak mampu memikirkannya. Juga seperti Maharesi Bharadvaja yang mampu menangkap frekuensi-frekuensi alam lalu menuliskannya dalam buku yang hingga saat ini kita warisi sebagai Vimana Shastra yaitu sebuah pengetahuan tentang wahana terbang antar tempat, antar planet, antar galaxi dan antar dimensi.

Pada orang yang meninggal lapisan Vijnana Mayakosha ini akan terurai begitu saja menyatu dengan alam semesta. Karena Vijnana Mayakosha ini hanya akan bisa berada di badan jika badan (Ana, Mano, dan Prana) masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya untuk hidup, jika tidak bisa lagi berfungsi untuk hidup maka secara otomatis akan lepas begitu saja dan menyatu dengan alam bebas. Misalnya orang yang mengalami kecelakaan dan kepalanya hancur maka tidak mungkin lagi badan Ana Mayakosha bisa hidup tanpa kepala, dan saat itu juga Vijnana Mayakosha akan lepas begitu saja dan bersenyawa terurai kembali dengan alam.

 

Ananda Mayokosha

Dalam literatur Sanskerta kata “ananda" artinya kebahagiaan. Ini adalah lapisan yang sebenarnya bukan hanya halus, namun lebih dari itu yaitu tidak bisa dipikirkan apa itu, hanya bisa dikatakan sebagai lapisan yang murni, lapisan kebahagiaan. Mungkin inilah yang disebut badan kausal, atau mungkin pula inilah yang disebut Atma oleh beberapa sastra. Lapisan ini juga hanya akan bisa berada di badan jika lapisan Ana, Mano dan Prana berfungsi sebagaimana mestinya untuk hidup. Sama seperti Vijnana Mayakosha, lapisan Ananda Mayakosha ini juga hanya akan bisa berada di badan jika badan (Ana, Mano, dan Prana) masih bisa berfungsi sebagaimana mestinya untuk hidup, jika tidak bisa lagi berfungsi untuk hidup maka secara otomatis akan lepas begitu saja dan menyatu dengan alam semesta. Analoginya seperti balon udara yang meletus maka udara dalam balon akan otomatis menyatu begitu saja dengan udara bebas. Begitulah lapisan Vijnana Mayakosha dan Ananda Mayakosha pada orang yang meninggal maka akan menyatu begitu saja dengan alam bebas.

 

Pada perihal kematian orang lain maka yang paling terkait adalah kesedihan bagi handai taulan. Pemikiran kesedihan inilah yang bertindak menganggu proses pemikiran, juga menjadi penyebab terbentuknya energi dalam tubuh yang tidak harmoni. Handai taulan yang proses pemikirannya terganggu karena kesedihan maka energi tubuhnya juga terganggu sistemnya. Semakin larut dalam pemikiran kesedihan maka semakin terbentuk energi merugikan dalam badan. Dan akhirnya kondisi badan akan semakin kacau sistemnya. Dalam kondisi seperti itu maka pikiran akan sulit untuk difokuskan pada perihal spiritual. Ada KEMUNGKINAN bahwa kondisi seperti inilah yang dimaksudkan dalam sebuah tradisi sebagai KEADAAN TIDAK SUCI (atau kotor) karena pengaruh orang meninggal. Kalau memang benar maka ini sama levelnya dengan orang yang keadaannya sedang diliputi oleh kebencian, kesombongan, kekecewaan, trauma, depresi, iri, dengki, dll; yang semuanya bertindak menganggu sistem dari Mano Mayakosha itu sendiri dan merembet menganggu Prana Mayakosha dan Ana Mayakosha.

Namun lain halnya jika handai taulan ternyata memiliki tingkat kesadaran yang tinggi sehingga tidak mengalami kesedihan perihal kematian itu maka kondisi lapisan-lapisan badannya tidak akan terpengaruh dan tetap pada kondisi alamiah dirinya sendiri.

Jadi pada peristiwa kematian orang TIDAK SELALU BISA membuat sedih handai taulan, tergantung tingkat kesadaran masing-masing. Ada yang sedih, bahkan ada yang berlarut-larut kesedihannya sampai berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Kemungkinan juga ada yang sama sekali tidak sedih karena sadar tentang suatu kematian.

Dan apabila digeneralisir bahwa setiap ada kematian maka handai taulan semua pasti sedih dan dinyatakan BERKEADAAN TIDAK SUCI maka ITU SEBUAH KEKLIRUAN.   

   

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...