Dalam keilmuan Jawa, warna hitam pada baju tradisi Jawa adalah lambang kesempurnaan. Kesempurnaan seperti apa yang dimaksud?
Dalam kesusastraan Veda dijelaskan bahwa dunia ini
pada awalnya tidak ada apapun, kosong dan hanya ada gema suara AUM. Dapat
diasumsikan bahwa kondisinya adalah Maha Kegelapan. Kata “kegelapan” disini
tidak mengacu kepada hal-hal yang negatif melainkan untuk mendeskripsikan sesuatu
kekosongan dari apapun yang tidak dapat dipikirkan. Inilah yang disebut alam
Sunya (baca: sunia) yang dalam kesusastraan Jawa disebut Suwung. Karena itulah
masyarakat Jawa familiar menyebut Sang Pencipta jagad raya ini sebagai Sang
Hyang Suwung. Maka warna yang identik dengan gelap adalah warna Hitam.
Warna hitam pada baju tradisi yang dipakai
masyarakat Jawa dan Sunda memberi pesan bahwa dalam menghubungkan diri pribadi
dengan Diri Agung (Sang Pencipta atau Sang Hyang Suwung) maka kita harus
men-Sunia-kan atau menyuwungkan atau mengosongkan diri dari segala bentuk
gejolak indriawi atau gejolak rasa lainnya sehingga pada saat diri kita
mencapai kondisi Sunya atau Suwung maka akan menyerap berbagai pengetahuan dari
Sang Hyang Suwung itu sendiri. Tanpa bisa men-Sunia-kan diri maka aliran deras
pengetahuan dari alam semesta tidak akan bisa membanjiri diri ini.
Mari kita jelaskan secara logika. Misalnya sebuah
botol kaca dihampakan dengan sebuah alat sehingga menjadi hampa udara lalu
ditutup. Coba tutup botol kaca itu dilepas maka dengan cepat udara yang diluar
botol akan terserap ke dalam botol dan botol menjadi terisi dengan udara bebas.
Peristiwa ini membuktikan bahwa kehampaan botol memiliki energi serap yang
besar sekali dengan dengan secepatnya botol terisi udara. Nah, ketika kita
mampu menghampakan atau men-Sunia-kan diri maka kita akan memiliki daya serap
yang sangat tinggi terhadap pengetahuan di alam semesta ini. Kondisi Sunia atau
Suwung inilah dalam Yoga Sutra disebut kondisi Samadhi. Dan inilah yang
dilakukan dan dicapai oleh para waskita atau para kaum bijaksana jaman dahulu
sehingga mereka semua mampu menuliskan pengetahuan-pengetahuan yang berharga
yang kita warisi hingga saat ini.
Itulah makna warna Hitam dalam tradisi (baju) Jawa
dan Sunda.
Rahayu Sagung Dumadi
Aguswi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar