Beranda

Kamis, 22 April 2021

Pemikiran Burukmu Adalah Musuhmu

 Dan itu akan menciptakan karma buruk bagimu

 Manusia adalah makhluk paling sempurna, oleh karena hanya manusialah yang bisa memperbaiki karmanya sendiri; begitulah penjelasan yang tertuang di dalam Sarasamuccaya. Dan meski menjadi makhluk yang paling berdosa, dengan pedang pengetahuan maka bisa mencapai kebahagiaan yang sejati; begitulah yang dijelaskan oleh Bhagavadgita. Manusia mempunyai pikiran (human mind) yang sebenarnya sungguh hebat dan luar biasa seperti layaknya pikiran semesta (mind cosmic), namun karena human mind tidak murni lagi maka ia menjadi seperti seolah-olah terbatas dan lemah.

Apa saja yang menjadikan pikiran manusia tidak murni lagi? Tentu berbagai pemikiran buruk, pemikiran negatif, pemikiran tentang dirinya yang lemah, tidak percaya diri, pemikiran tentang ego, marah, dan sebagainya. Antara human mind dengan mind cosmic terjadi suatu hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang pikirannya lemah apabila berada di suatu tempat yang sakral atau suci, dengan cara-cara tertentu pikirannya akan dikuatkan, dialiri dengan kemurnian atau kesakralan tempat tersebut. Namun sebaliknya bila tempat tersebut memancarkan power negatif yang sangat kuat maka juga akan membuat pikiran seseorang yang lemah akan menjadi lebih melemah hingga pada level-level tertentu. Bahkan bisa mengacaukan pikiran kuat seseorang sekalipun, seperti misalnya sulitnya berkonsentrasi di tempat tersebut, atau berbagai bayangan pengganggu yang terlintas dalam pikiran. Dan pada level-level tertentu human mind-lah yang mempengaruhi mind cosmic, misal seorang atau beberapa orang terlatih yang mempunya pikiran yang kuat, yang murni dan memiliki kemampuan konsentrasi yang tinggi, yang sendiri atau bersama-sama mengucapkan mantra suci di suatu tempat, maka tempat tersebut akan terpengaruh oleh kemurnian dari orang tersebut.

Pemikiran yang baik akan memancarkan gelombang energi (atau frekuensi) yang baik pula dan pemikiran yang buruk akan memancarkan gelombang yang buruk pula. Jadi berhati-hatilah dalam berpikir oleh karena dengan pikiran kita berarti kita mempengaruhi lingkungan yang ada di sekitar kita, kalau pikiran kita dipenuhi dengan pemikiran yang buruk maka sama halnya kita membuang sampah pemikiran/muatan-muatan buruk di atmosfir, dan sudah tentu muatan-muatan buruk itu akan mempengaruhi orang lain pula, dan itu berarti karma buruk bagi kita sendiri. Secara etheric, pemikiran buruk kita telah ikut andil dalam menciptakan kekacauan dunia, dan tentu tidak bisa disangkal bahwa ini menjadi karma buruk bagi kehidupan kita sendiri.

Suatu misal sebuah rumah dimana penghuninya sedang tidak harmonis satu sama lain, maka atmosfir dalam rumah tersebut akan terasa tidak menentu, sederhananya kita akan merasa tidak nyaman bila berada di dalamnya, kita seperti merasa ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu, atau bahkan kepala kita bisa pusing oleh karena pengaruh kuat dari muatan-muatan buruk dalam atmosfir rumah tersebut.

Jadi milikilah selalu pemikiran yang baik, dengan pemikiran yang baik maka pikiran kita akan semakin tangguh tak tergoyahkan dimanapun kita berada. Justru dengan pemikiran baik yang tangguh itu kita bisa pengaruhi atau pancarkan kepada lingkungan kita untuk kebaikan bersama. Dengan pemikiran baik yang tangguh itu pula berarti kita turut serta menjadi Pencipta Harmoni dalam lingkungan kita, dan ini menjadi karma baik yang luar biasa. Dalam situasi yang sekarang ini disaat pandemi mewabah, banyak bencana alam misal banjir tanah longsor dan semuanya membawa korban yang sangat banyak; jangan bertanya dan protes kepada alam mengapa bencana ini terjadi apa kesalahan manusia, tetapi pikirkan apa yang bisa kita berikan kepada alam untuk semua bencana ini. Pikirkan bagaimana agar orang-orang yang stress dan terdampak oleh berbagai bencana tadi menjadi teringankan stresnya, minimal di lingkungan kita masing-masing. Ciptakan Harmoni dengan cara yang kita mampu dan pancarkan Harmoni itu kepada lingkungan kita.

Ingatlah selalu bahwa dunia ini akan selalu memantulkan apapun perilaku penghuninya, jika perilaku penghuninya buruk maka dunia juga akan memberikan keburukan kepada kita. Dan sebaliknya jika kita berperilaku yang baik maka dunia akan memancarkan keharmonian kepada kehidupan kita.

Dalam sastra-sastra kuno diberikan cara-cara bagaimana agar kita mampu menetralisir berbagai pemikiran buruk dalam human mind kita, seperti misalnya ajaran Rsi Patanjali dalam Kitab Yoga Sutra bahwa dengan Yoga manusia bisa memiliki kendali atas pikiranya sendiri, dan berarti pula memiliki kendali atas hidupnya sendiri.

Dalam konsep Sains, frekuensi pun bisa diolah menjadi penetralisir berbagai gelombang/getaran/muatan buruk dalam human mind atau pun mind cosmic sekalipun. Frekuensi bisa diolah dalam bentuk yang applicable untuk kebaikan manusia, misal dalam bentuk musik, atau benda-benda yang berfrekuensi.

Bukti nyata bahwa musik bisa menenangkan pikiran kita bisa kita coba ketika pikiran sedang suntuk lalu dengarkan musik instrumen yang slow dan halus maka pikiran kita akan terbawa oleh alunan musik itu sehingga pikiran kita menjadi rileks dan sedikit-banyak akan membantu pikiran kita menjadi lebih tenang. Saat pikiran kita sedang serius memikirkan dalam-dalam tentang sesuatu lalu diperdengarkan musik keras dengan nada yang tidak karuan maka pikiran akan semakin kacau dan gagal konsentrasi. Ini bukti nyata bahwa frekuensi dalam alunan musik itu mampu mempengaruhi pikiran manusia untuk menjadi lebih tenang atau pun menjadi kacau.

Dalam Sains banyak produk-produk yang diciptakan dan diiklankan di TV atau media sosial yang dibuat dengan desain tertentu dan tambahan bahan-bahan alami yang memancarkan gelombang energi atau frekuensi tertentu yang berpengaruh baik pada tubuh atau pun pikiran manusia. Contoh pusat-pusat Spa yang banyak menggunakan batuan alami yang memancarkan gelombang energi/frekuensi untuk terapi. Dan ini semua ini tidak bisa kita sangkal bahwa frekuensi yang terkandung ataupun dikemas dengan desain tertentu akan membantu kehidupan manusia untuk menuju hidup yang Harmoni, baik Mind, Body and Spirit.

 By Aguswi

Rahayu Sagung Dumadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...