Beranda

Tampilkan postingan dengan label pikiran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pikiran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juli 2024

TUMPEK LANDEP berpesan “TAJAMKAN PIKIRANMU agar mampu membedah segala permasalahan hidup, dan tercapailah kebahagiaan"

Pikiran manusia adalah sebuah sistem yang paling komplek dan paling canggih dibandingkan dengan sistem yang sama yang dimiliki makhluk hidup lainnya. Namun jika sistem dalam pikiran kita bermasalah atau EROR maka kita pun akan mengalami masalah juga; entah galau, bingung, resah, gelisah, depresi, dll. Setidaknya untuk memahami pikiran mari kita analogikan dengan KOMPUTER.

Semua orang pasti sudah tahu apa itu komputer. Sebuah alat yang terbilang canggih yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, bisnis, perusahaan hingga pemerintahan dan masih banyak lagi instansi-instansi yang lain yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat operasionalnya. Alat yang satu ini bisa dibuat menjadi multi-fungsi. Dan anda akan sangat kagum apabila anda mengikuti berita perkembangan teknologi negara-negara maju dimana komputer merupakan alat kendali yang utama. Begitu juga dengan pikiran merupakan alat kendali yang utama pada tubuh manusia. Pikiran adalah gudang segala keinginan, dan pemenuhan keinginan itu hanya pikiran itu sendirilah yang bisa melakukannya. Pikiran memenuhi keinginan pikiran itu sendiri.

Komputer akan bisa dioperasikan dengan lancar apabila komputer itu bebas dari virus-virus atau malware yang mengganggu sistem dan file. Apabila di dalam komputer itu ada virusnya maka tidak dapat dioperasikan dengan maksimal karena ada gangguan di dalamnya, dan bahkan komputer itu bisa mati total karenanya. Ada virus yang merusak file dari pengguna komputer itu tanpa merusak sistem tetapi ada juga virus yang merusak sistem komputer sehingga semua file secara otomatis juga rusak. Dan virus yang merusak sistem inilah yang paling berat dan berbahaya karena komputer bisa rusak total. Untuk menghindari terjadinya hal seperti ini adalah dengan menginstal antivirus pada komputer tersebut, sehingga ketika ada virus masuk antivirus akan segera melenyapkan virus itu dengan segera, dan bebaslah komputer itu dari virus. Antivirus pun harus di update setiap saat agar kuat menghadapi virus yang kemungkinan besar bisa masuk.

Sebenarnya cara kerja komputer adalah sebagian kecil dari cara kerja pikiran. Hanya pikiran yang bersih saja yang bisa mendatangkan kebahagiaan hidup, pikiran yang bersih adalah pikiran yang bebas dari pemikiran-pemikiran yang buruk. Pemikiran yang buruk inilah yang diibaratkan sebagai virus di dalam komputer. Apabila pikiran memelihara pemikiran-pemikiran yang buruk maka ia lambat laun akan mengalami gangguan di dalamnya seperti stres, depresi, rasa marah, rasa sesal, gila, emosional yang tinggi dan lain-lain. Pikiran menjadi tidak bisa berpikir dengan jernih karena terjangkit oleh pemikiran-pemikiran yang buruk itu. Ketika ada masalah pikiran itu menjadi bingung mencari jalan pemecahannya karena semua jalan pemikiran tersumbat oleh pemikiran yang buruk yang berperan sebagai virus. Dan seperti layaknya komputer yang mati total karena terjangkit virus, pikiran pun sangat mungkin bisa berhenti berfungsi secara normal alias GILA. Ibarat jenis-jenis virus pada komputer, besar kecilnya gangguan yang terjadi pada pikiran tergantung kepada jenis pemikiran-pemikiran buruk yang ada pada pikiran itu sendiri. Ada yang hanya menimbulkan stres ringan, ada yang mengakibatkan penyakit dalam tubuh, bahkan ada pemikiran buruk yang sampai menimbulkan kematian. Suatu contoh apabila orang banyak marah maka pelan tapi pasti secara fisik akan mempengaruhi kesehatan jantungnya, dan apabila hal ini sering terjadi maka orang itu akan mempunyai penyakit jantung. Dalam keadaan berpenyakit jantung apabila ia masih sering berperilaku marah-marah maka bukan tidak mungkin ia akan mengalami kematian karena penyakit itu yang sebenarnya bersumber dari rasa marah yang tak terkendalikan. Coba lihat orang gila, sebenarnya hanya pikirannyalah yang terganggu. Orang gila adalah orang yang sakit pikirannya. Jalan pikirannya yang normal tersumbat oleh pemikiran-pemikiran yang buruk sehingga orang itu lupa dengan identitas dirinya yang sebenarnya; alias GILA.

Seperti halnya antivirus yang harus diinstal pada komputer untuk mencegah adanya virus yang masuk, pikiran pun harus mempunyai senjata yang ampuh untuk melibas pemikiran-pemikiran yang buruk dan mencegah adanya pemikiran-pemikiran buruk yang lain untuk masuk ke dalamnya. Salah satu cara yang bisa digunakan sebagai senjata yang ampuh itu adalah dengan melakukan meditasi. Seperti halnya antivirus yang harus di update secara rutin, meditasi pun harus dilaksanakan sebagai rutinitas sehari-hari agar pikiran memiliki pemikiran yang kuat, bersih, dan bebas dari pemikiran-pemikiran yang buruk. Secara tidak kita sadari banyak sekali pemikiran-pemikiran buruk yang ada pada pikiran yang dialami seseorang dari masa kecil hingga dewasa. Ketika masih kanak-kanak apabila pernah disakiti oleh orang lain maka akan menimbulkan rasa trauma, ingatan itu akan terbawa hingga dewasa; itulah salah satu contoh pemikiran yang buruk. Rasa trauma akan menjadikan orang hilang kepercayaan terhadap diri sendiri.

Untuk menghilangkan virus yang ada pada komputer maka antivirus harus melakukan scanning pada semua sistem dan file yang ada. Begitu pula dengan melakukan sadhana misalnya meditasi berarti seseorang dengan sendirinya melakukan scanning pada semua pemikiran yang ada pada pikirannya, meliputi pemikiran yang baik dan yang buruk. Ketika melakukan meditasi seseorang akan terbayang kejadian-kejadian masa kecilnya, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Sedikit demi sedikit pemikiran yang buruk itu akan tersingkir dari pikiran, ingatan-ingatan yang merugikan pikiran akan musnah oleh kekuatan dari meditasi itu. Seberapa jauh seseorang melakukan meditasi sebagai rutinitas sehari-hari, maka sejauh itu pula ia membebaskan pikirannya sendiri dari pemikiran-pemikiran yang buruk. Orang yang melakukan meditasi secara rutin maka pikirannya akan terbebas dari rasa stres, depresi, marah, egoisme dan penyakit baik fisik maupun pikiran. Ia akan memiliki pemikiran yang kuat dan memiliki kharismatik. Ia akan terhindar dari hal-hal yang buruk dalam kehidupannya. Bukan berarti ia terbebas dari karma buruk masa lampau, karma masa lampau tetap akan terjadi. Tetapi ke masa depan ia akan menciptakan karma yang baik. Dalam hal berbuat ia akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang tercela. Kesadaran spiritual yang tinggi akan tumbuh dalam pikiran seseorang yang sering melakukan meditasi. Pikiran akan selalu diliputi oleh kebahagiaan dan kedamaian. Pikiran yang bersih dan memiliki power yang besar akan mampu memenuhi keinginan pikiran itu sendiri. Dengan pikiran kita menjadi “Mastermind” dari kehidupan kita sendiri di masa depan. Kita adalah “The Master” dari tujuan hidup kita sendiri.

Apabila menginginkan agar komputer bisa beroperasional dengan cepat maka harus menggunakan sistem operasi yang terupdate, jangan sampai menggunakan Pentium 1 karena komputer akan bekerja lambat. Sadhana spiritual seperti meditasi yang dilakukan secara rutin akan dapat meningkatkan kemampuan maupun kekuatan pikiran. Pikiran akan memiliki kinerja yang lebih cepat. Melakukan sadhana misalnya meditasi berarti melakukan pengasahan untuk mempertajam “Pisau” dalam diri yaitu Pikiran.

Jadi esensi TUMPEK LANDEP adalah tentang menajamkan Pikiran, bukan melakukan ritual untuk benda-benda yang kita gunakan sehari-hari misalnya mobil, alat dapur, alat pertaian, alat kerja, dll. Jika ini terjadi maka sudah SALAH KAPRAH, dan tidak bisa dijadikan sebagai sebuah kebenaran. Secara logika untuk menjadikan semua alat-alat kerja menjadi berfungsi maksimal maka harus menggunakan kecerdasan pikiran, bukan dengan ritual. Apa buktinya bahwa ini SALAH KAPRAH? Lontar Sundarigama dengan jelas menuturkan “tumpek landep pinaka landeping idep” yang artinya Tumpek Landep pada hakikatnya bertujuan untuk mengasah ketajaman pikiran (landeping idep). Dan cara menajamkan pikiran salah satu konsepnya diajarkan dalam Yogasutra yang ditulis oleh Maharsi Patanjali yaitu dengan melaksanakan tahapan sadhana Astangga Yoga.

Mari, tajamkan pikiran masing-masing dengan sadhana spiritual sehingga nantinya kita mampu membedah segala permasalahan hidup dengan ketajaman (kecerdasan) pikiran kita dan bisa meraih kesuksesan, kejayaan, kekuatan dan kebahagiaan. Tat Asthu Swaha.


Aguswi

Tantra

Selasa, 10 Oktober 2023

MENGAPA AKHIR-AKHIR INI SAYA SERING DIPERTEMUKAN DENGAN ORANG-ORANG YANG DEPRESI? (pertanyaan seorang remaja yang ternyata sedang dalam kondisi galau)

Ketahuilah bahwa pikiran manusia itu memiliki daya magnetis yang luar biasa yang bahkan kita sendiri tidak menyadarinya karena lebih banyak bekerja dibawah kesadaran kita. Sifat alami pikiran adalah tidak pernah akan berhenti berpikir, dia akan terus memikirkan sesuatu. Namun pikiran bisa dikendalikan, kita sebagai pemilik pikiran kita sendiri bisa menentukan apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dipikirkan. Kemampuan kita menentukan itulah contoh pengendalian diri. Pikiran yang terus berproses berpikir secara alami juga memancarkan vibrasi atau getaran (frekuensi) tertentu ke segala arah. Dan karena pikiran terus berpikir maka dia juga terus bervibrasi (berfrekuensi). Dan ketahuilah bahwa antar pikiran semua individu saling berhubungan, ibarat pikiran itu adalah komputer maka antar pikiran individu itu ibarat sejumlah besar komputer yang saling terhubung satu sama lainnya dalam sebuah jaringan internet. Dan pikiran semua individu saling terhubung melalui jaringan “pikiran semesta” yaitu Sang Kecerdasan Semesta itu sendiri.

Antar pikiran bisa saling berbagi, saling menarik, saling mempengaruhi, atau bahkan saling menjauhi. Pemikiran yang ada di dalam pikiran menentukan kualitas dari pikiran itu sendiri; apakah sedang menjadi pikiran yang tajam, tumpul, kuat, lemah, meditatif ataupun kualitas lainnya maka sangat ditentukan berbagai pemikiran yang sedang ada dalam pikiran itu sendiri. Jika pikiran sedang kalut, bingung, sedih , depresi maka vibrasi frekuensi yang dipancarkan pun adalah jenis frekuensi tentang kekalutan, kebingungan, kesedihan, depresi. Begitu juga jika pikiran sedang damai, bahagia, tenang, ceria, gembira maka vibrasi yang dipancarkannya pun adalah jenis frekuensi kedamaian, kebahagiaan, ketenangan, keceriaan, kegembiraan. Dan frekuensi itu memancar dari pikiran dan gelombangnya akan diterima oleh pikiran lainnya lalu terjadi interaksi antar gelombang pikiran dan berproses apakah itu akan saling menarik, saling mempengaruhi, atau saling menjauhi, maka itu tergantung kesamaan kualitas dari kedua pikiran tersebut.

Secara alami pikiran akan saling menarik pikiran lain yang memiliki kualitas yang sama. Jika pikiran kita sedang memikirkan tentang kesedihan, kelemahan, kegalauan; maka kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang juga sedang sedih, lemah dan galau. Dari pertemuan itu bisa jadi berlanjut pada pembicaraan seputar pemikiran itu dan terjadilah “saling berbagi” pemikiran untuk suatu tujuan. Begitu juga jika pikiran kita sedang memikirkan tentang kebahagiaan, kesenangan, keceriaan atau lainnya; maka kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang sedang bahagia, senang, ceria.

Diantara gelombang-gelombang pikiran yang lemah, jika ada pikiran yang kuat maka yang kuat bisa masuk dalam interaksi itu. Mengapa? Ya karena dia kuat. Dan yang kuat bisa hadir sebagai “energizer”. (pemberi energi atau semangat atau solusi) terhadap yang lemah. Dalam posisi ini gelombang frekuensi pikiran yang kuat sebagai pemberi pengaruh pada yang lemah.  

Orang yang sedang saling “curhat” pengalamannya dan saling perhatian antara keduanya adalah orang-orang-orang yang memiliki kualitas frekuensi yang serupa. Orang yang saling berbagi satu dengan lainnya juga orang-orang yang gelombang frekuensi pikirannya serupa. Orang yang menjauhi atau saling menjauhi antara satu dengan lainnya berarti ada “crash” gelombang frekuensi pikiran diantara keduanya, sehingga mendorong salah satu atau keduanya secara bawah sadar untuk saling menjauhi. Juga……..DUA ORANG SEJOLI SALING JATUH CINTA OLEH KARENA SAMA-SAMA MEMILIKI GELOMBANG FREKUENSI TENTANG CINTA YANG SALING TARIK-MENARIK.

 BY AGUSWI

ARCHANGEL 

Selasa, 03 Januari 2023

MENGAPA AKHIR-AKHIR INI SAYA SERING DIPERTEMUKAN DENGAN ORANG-ORANG YANG DEPRESI?

(pertanyaan seorang remaja yang ternyata sedang dalam kondisi galau)

Ketahuilah bahwa pikiran manusia itu memiliki daya magnetis yang luar biasa yang bahkan kita sendiri tidak menyadarinya karena lebih banyak bekerja dibawah kesadaran kita. Sifat alami pikiran adalah tidak pernah akan berhenti berpikir, dia akan terus memikirkan sesuatu. Namun pikiran bisa dikendalikan, kita sebagai pemilik pikiran kita sendiri bisa menentukan apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dipikirkan. Kemampuan kita menentukan itulah contoh pengendalian diri. Pikiran yang terus berproses berpikir secara alami juga memancarkan vibrasi atau getaran (frekuensi) tertentu ke segala arah. Dan karena pikiran terus berpikir maka dia juga terus bervibrasi (berfrekuensi). Dan ketahuilah bahwa antar pikiran semua individu saling berhubungan, ibarat pikiran itu adalah komputer maka antar pikiran individu itu ibarat sejumlah besar komputer yang saling terhubung satu sama lainnya dalam sebuah jaringan internet. Dan pikiran semua individu saling terhubung melalui jaringan “pikiran semesta” yaitu Sang Kecerdasan Semesta itu sendiri.

Antar pikiran bisa saling berbagi, saling menarik, saling mempengaruhi, atau bahkan saling menjauhi. Pemikiran yang ada di dalam pikiran menentukan kualitas dari pikiran itu sendiri; apakah sedang menjadi pikiran yang tajam, tumpul, kuat, lemah, meditatif ataupun kualitas lainnya maka sangat ditentukan berbagai pemikiran yang sedang ada dalam pikiran itu sendiri. Jika pikiran sedang kalut, bingung, sedih , depresi maka vibrasi frekuensi yang dipancarkan pun adalah jenis frekuensi tentang kekalutan, kebingungan, kesedihan, depresi. Begitu juga jika pikiran sedang damai, bahagia, tenang, ceria, gembira maka vibrasi yang dipancarkannya pun adalah jenis frekuensi kedamaian, kebahagiaan, ketenangan, keceriaan, kegembiraan. Dan frekuensi itu memancar dari pikiran dan gelombangnya akan diterima oleh pikiran lainnya lalu terjadi interaksi antar gelombang pikiran dan berproses apakah itu akan saling menarik, saling mempengaruhi, atau saling menjauhi, maka itu tergantung kesamaan kualitas dari kedua pikiran tersebut.

Secara alami pikiran akan saling menarik pikiran lain yang memiliki kualitas yang sama. Jika pikiran kita sedang memikirkan tentang kesedihan, kelemahan, kegalauan; maka kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang juga sedang sedih, lemah dan galau. Dari pertemuan itu bisa jadi berlanjut pada pembicaraan seputar pemikiran itu dan terjadilah “saling berbagi” pemikiran untuk suatu tujuan. Begitu juga jika pikiran kita sedang memikirkan tentang kebahagiaan, kesenangan, keceriaan atau lainnya; maka kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang sedang bahagia, senang, ceria.

Diantara gelombang-gelombang pikiran yang lemah, jika ada pikiran yang kuat maka yang kuat bisa masuk dalam interaksi itu. Mengapa? Ya karena dia kuat. Dan yang kuat bisa hadir sebagai “energizer”. (pemberi energi atau semangat atau solusi) terhadap yang lemah. Dalam posisi ini gelombang frekuensi pikiran yang kuat sebagai pemberi pengaruh pada yang lemah.  

Orang yang sedang saling “curhat” pengalamannya dan saling perhatian antara keduanya adalah orang-orang-orang yang memiliki kualitas frekuensi yang serupa. Orang yang saling berbagi satu dengan lainnya juga orang-orang yang gelombang frekuensi pikirannya serupa. Orang yang menjauhi atau saling menjauhi antara satu dengan lainnya berarti ada “crash” gelombang frekuensi pikiran diantara keduanya, sehingga mendorong salah satu atau keduanya secara bawah sadar untuk saling menjauhi. Juga……..DUA ORANG SEJOLI SALING JATUH CINTA OLEH KARENA SAMA-SAMA MEMILIKI GELOMBANG FREKUENSI TENTANG CINTA YANG SALING TARIK-MENARIK.

By Aguswi

Gelombang Pikiranmu Adalah Perintah Bagi Sang Alam

(Fenomena Yang Logis, Bukan Mistis atau Gaib)

 Ini adalah cerita pengalaman unik tentang beberapa pemikiran yang menunjukkan betapa luar biasa canggihnya pikiran yang dimiliki manusia. Tentang pikiran itu sendiri sudah sering kita sharingkan disini, apa itu pikiran dan bagaimana cara kerjanya. Dan kali ini ada beberapa cerita unik tentang beberapa pemikiran, bagi penulis beberapa peristiwa ini adalah logis karena bisa dijelaskan dengan logika Sains. Namun bagi yang tidak paham kemungkinan akan menganggap ini adalah sisi yang mistis atau gaib.

Cerita pertama, si A (inisial untuk seseorang) adalah seorang pekerja di sebuah tempat. Si A secara agama adalah minoritas di tempat kerjanya. Pada musim pemilihan presiden yang lalu tiba-tiba si A dihampiri salah satu karyawan di ruangannya (katakanlah si B) dan ngobrol perihal Pilpres. Lalu si B itu bertanya setengah nebak kalau dalam Pilpres itu sudah pasti si A akan memilih calon presiden yaitu si J, bukan Si P. Mengapa si B tahu? Karena latar belakang si A yang agamanya adalah berbeda dari si B, tidak mungkin si A akan memilih calon presiden si P yang banyak didukung partai berbasis agama. Dan diakhir obrolan si B nyletuk ke si A “Kamu harus memilih si P dalam pencoblosan nanti, klo kamu memilih si J maka ruanganmu akan aku kunci”. Si A kaget dengan kata-kata itu, merasa bahwa itu sudah bukan lagi obrolan biasa, lebih terasa itu gertakan bagi si A yang secara agama minoritas di tempat itu. Dan ketika si B sudah keluar ruangan, si A dalam hati berpikir dalam suasana hati setengah marah “Orang seperti si B ini seharusnya jauh dari kantor ini”. Dan apa yang terjadi? Dua bulan kemudian si A gak pernah melihat wajah si B hadir di kantor, ternyata dia sudah dipindah ke kabupaten lain sejak seminggu sebelumnya lalu.

Adakah hubungan antara apa yang dipikirkan si A dengan perpindahan si B itu? Secara administrasi memang tidak ada, namun secara hukum alam kemungkinan itu ada. Bagaimana menjelaskannya? Ingatlah, bahwa pikiran manusia akan selalu memancarkan gelombang-gelombang frekuensi atas apa yang dipikirkannya. Gelombang-gelombang frekuensi itu terpancar ke Akasa dan bisa diterima oleh pikiran-pikiran lainnya yang bersesuaian dan menembus ruang dan waktu. Jadi ketika si A berpikir “Orang seperti si B ini seharusnya jauh dari kantor ini” maka gelombang pemikiran itu terpancar ke Akasa dan melalui Akasa gelombang itu hanya akan mengarah ke pikiran pihak-pihak terkait dan bisa masuk atau ditangkap oleh pikiran dari pihak-pihak terkait sesuai apa yang dipikirkan si A, dalam hal ini bisa jadi gelombang pemikiran si A melalui kecerdasan Akasa mengarah ke pihak-pihak yang memiliki otoritas dalam memindahkan pegawai. Sehingga ketika gelombang pemikiran itu masuk ke pikiran pihak-pihak yang memiliki otoritas tersebut maka akan membentuk suatu rangsangan pemikiran dalam pikiran pihak-pihak pemegang otoritas itu yang arahnya adalah harus memindahkan si B ke tempat lain. Memang secara visual lebih terlihat bahwa pemindahan si B adalah karena alasan yang lebih administratif, namun dari sisi yang lebih halus bisa jadi penyebabnya yaitu pemikiran si A tadi yang menjadi penghubung bagi si B untuk menerima buah karmanya karena menggertak. Antara si A dengan pihak-pihak pemegang otoritas tersebut memang tidak saling kenal secara fisik, namun setiap pikiran manusia dimuka bumi ini tidaklah terpisah, semua pikiran manusia maupun makhluk hidup lainnya saling terhubung satu dengan lainnya layaknya jaringan internet yang menghubungkan satu perangkat dengan jutaan perangkat lainnya dari berbagai benua.

Cerita kedua, si A sedang berkebun di kebunnya, dia berdiri di batas timur kebunnya yang deket kebun orang lain (sampai saat ini si A tidak mengenal si pemilik kebun tersebut). Di kebun orang lain tersebut deket batas dengan kebun si A ada pohon sengon besar sekali yang lingkar batang kayunya hampir 2 meter. Oleh karena keberadaan pohon tersebut, maka pada saat pagi hari sinar matahari terhalangi sehingga tanaman produktif di kebun si A yang deket pohon tersebut menjadi kurang sinar matahari pagi dan tumbuhnya kurang normal. Lalu si A sambil menyentuh pohon itu dengan jelas berguman “Wah pohon ini sudah seharusnya ditebang, karena menghalangi sinar matahari pagi terhadap tanaman yang lebih produktif”. Lalu apa yang terjadi? Dua minggu si A tidak pergi berkebun, begitu ke kebun melihat pohon itu sudah ditebang dan masih tergeletak belum diberesi sama sekali.

Adakah hubungan antara apa yang dipikirkan si A dengan penebangan pohon itu? Bisa jadi ada dan bahkan bisa jadi menjadi pemicu utama terjadinya penebangan pohon itu. Secara prinsip, cara kerjanya sebenarnya sama dengan cerita pertama diatas. Gelombang frekuensi pemikiran si A terpancar ke Akasa, dan oleh kecerdasan Akasa dibuat lebih cenderung mengarah kepada pikiran dari orang yang bersesuaian dengan pemikiran si A. Siapa orang itu? Tentu pemilik kebun atau penanggung jawab dari kebun itu. Kecerdasan Akasa cenderung tidak akan mengarahkan pemikiran si A itu kepada pikiran pihak lain yang tidak bersesuaian misalnya yang bukan pemilik atau penanggungjawab kebun itu. Dan ketika gelombang pemikiran si A yang bermuatan bunyi “Wah pohon ini sudah seharusnya ditebang, karena menghalangi sinar matahari pagi terhadap tanaman yang lebih produktif” masuk ke pikiran pemilik atau penanggungjawab kebun maka akan menciptakan sebuah rangsangan pemikiran dalam pikiran pemilik atau penanggungjawab kebun itu yang muatannya mengarah pada “bahwa pohon sengon itu sebaiknya ditebang”. Dari pemikiran itulah kemudian mewujudkan tindakan nyata yaitu menebang pohon sengon itu.

Mungkin masih ada yang bingung yang dimaksud “pikiran-pikiran yang bersesuaian” logikanya seperti apa. Analoginya seperti ini, misal dari cerita pertama si A itu ibarat pemancar radio yang sedang memancarkan gelombang radio pada frekuensi 100 Mhz, maka gelombang radio itu hanya akan bisa ditangkap oleh radio receiver pada gelombang yang menunjukkan skala 100 Mhz, bila radio receiver diputar pada skala misal 95 Mhz maka sama sekali tidak bisa menangkap gelombang itu karena tidak bersesuaian besarannya. Karena itulah sama sekali tidak akan menyasar pada gelombang yang menunjukkan besaran skala lainnya selain 100 Mhz. Itulah yang dimaksud dengan pikiran yang bersesuaian bahwa pemikiran si A akan cenderung mengarah atau bisa masuk ke pikiran orang lain yang bersesuaian dengan pemikiran si A.

Cerita lainnya masih ada, tetapi pada prinsipnya cara kerja pikiran adalah sama.


Aguswi

Salam Kecerdasan

Old Indonesia Science

   

Kamis, 22 April 2021

Pemikiran Burukmu Adalah Musuhmu

 Dan itu akan menciptakan karma buruk bagimu

 Manusia adalah makhluk paling sempurna, oleh karena hanya manusialah yang bisa memperbaiki karmanya sendiri; begitulah penjelasan yang tertuang di dalam Sarasamuccaya. Dan meski menjadi makhluk yang paling berdosa, dengan pedang pengetahuan maka bisa mencapai kebahagiaan yang sejati; begitulah yang dijelaskan oleh Bhagavadgita. Manusia mempunyai pikiran (human mind) yang sebenarnya sungguh hebat dan luar biasa seperti layaknya pikiran semesta (mind cosmic), namun karena human mind tidak murni lagi maka ia menjadi seperti seolah-olah terbatas dan lemah.

Apa saja yang menjadikan pikiran manusia tidak murni lagi? Tentu berbagai pemikiran buruk, pemikiran negatif, pemikiran tentang dirinya yang lemah, tidak percaya diri, pemikiran tentang ego, marah, dan sebagainya. Antara human mind dengan mind cosmic terjadi suatu hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Seseorang yang pikirannya lemah apabila berada di suatu tempat yang sakral atau suci, dengan cara-cara tertentu pikirannya akan dikuatkan, dialiri dengan kemurnian atau kesakralan tempat tersebut. Namun sebaliknya bila tempat tersebut memancarkan power negatif yang sangat kuat maka juga akan membuat pikiran seseorang yang lemah akan menjadi lebih melemah hingga pada level-level tertentu. Bahkan bisa mengacaukan pikiran kuat seseorang sekalipun, seperti misalnya sulitnya berkonsentrasi di tempat tersebut, atau berbagai bayangan pengganggu yang terlintas dalam pikiran. Dan pada level-level tertentu human mind-lah yang mempengaruhi mind cosmic, misal seorang atau beberapa orang terlatih yang mempunya pikiran yang kuat, yang murni dan memiliki kemampuan konsentrasi yang tinggi, yang sendiri atau bersama-sama mengucapkan mantra suci di suatu tempat, maka tempat tersebut akan terpengaruh oleh kemurnian dari orang tersebut.

Pemikiran yang baik akan memancarkan gelombang energi (atau frekuensi) yang baik pula dan pemikiran yang buruk akan memancarkan gelombang yang buruk pula. Jadi berhati-hatilah dalam berpikir oleh karena dengan pikiran kita berarti kita mempengaruhi lingkungan yang ada di sekitar kita, kalau pikiran kita dipenuhi dengan pemikiran yang buruk maka sama halnya kita membuang sampah pemikiran/muatan-muatan buruk di atmosfir, dan sudah tentu muatan-muatan buruk itu akan mempengaruhi orang lain pula, dan itu berarti karma buruk bagi kita sendiri. Secara etheric, pemikiran buruk kita telah ikut andil dalam menciptakan kekacauan dunia, dan tentu tidak bisa disangkal bahwa ini menjadi karma buruk bagi kehidupan kita sendiri.

Suatu misal sebuah rumah dimana penghuninya sedang tidak harmonis satu sama lain, maka atmosfir dalam rumah tersebut akan terasa tidak menentu, sederhananya kita akan merasa tidak nyaman bila berada di dalamnya, kita seperti merasa ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu, atau bahkan kepala kita bisa pusing oleh karena pengaruh kuat dari muatan-muatan buruk dalam atmosfir rumah tersebut.

Jadi milikilah selalu pemikiran yang baik, dengan pemikiran yang baik maka pikiran kita akan semakin tangguh tak tergoyahkan dimanapun kita berada. Justru dengan pemikiran baik yang tangguh itu kita bisa pengaruhi atau pancarkan kepada lingkungan kita untuk kebaikan bersama. Dengan pemikiran baik yang tangguh itu pula berarti kita turut serta menjadi Pencipta Harmoni dalam lingkungan kita, dan ini menjadi karma baik yang luar biasa. Dalam situasi yang sekarang ini disaat pandemi mewabah, banyak bencana alam misal banjir tanah longsor dan semuanya membawa korban yang sangat banyak; jangan bertanya dan protes kepada alam mengapa bencana ini terjadi apa kesalahan manusia, tetapi pikirkan apa yang bisa kita berikan kepada alam untuk semua bencana ini. Pikirkan bagaimana agar orang-orang yang stress dan terdampak oleh berbagai bencana tadi menjadi teringankan stresnya, minimal di lingkungan kita masing-masing. Ciptakan Harmoni dengan cara yang kita mampu dan pancarkan Harmoni itu kepada lingkungan kita.

Ingatlah selalu bahwa dunia ini akan selalu memantulkan apapun perilaku penghuninya, jika perilaku penghuninya buruk maka dunia juga akan memberikan keburukan kepada kita. Dan sebaliknya jika kita berperilaku yang baik maka dunia akan memancarkan keharmonian kepada kehidupan kita.

Dalam sastra-sastra kuno diberikan cara-cara bagaimana agar kita mampu menetralisir berbagai pemikiran buruk dalam human mind kita, seperti misalnya ajaran Rsi Patanjali dalam Kitab Yoga Sutra bahwa dengan Yoga manusia bisa memiliki kendali atas pikiranya sendiri, dan berarti pula memiliki kendali atas hidupnya sendiri.

Dalam konsep Sains, frekuensi pun bisa diolah menjadi penetralisir berbagai gelombang/getaran/muatan buruk dalam human mind atau pun mind cosmic sekalipun. Frekuensi bisa diolah dalam bentuk yang applicable untuk kebaikan manusia, misal dalam bentuk musik, atau benda-benda yang berfrekuensi.

Bukti nyata bahwa musik bisa menenangkan pikiran kita bisa kita coba ketika pikiran sedang suntuk lalu dengarkan musik instrumen yang slow dan halus maka pikiran kita akan terbawa oleh alunan musik itu sehingga pikiran kita menjadi rileks dan sedikit-banyak akan membantu pikiran kita menjadi lebih tenang. Saat pikiran kita sedang serius memikirkan dalam-dalam tentang sesuatu lalu diperdengarkan musik keras dengan nada yang tidak karuan maka pikiran akan semakin kacau dan gagal konsentrasi. Ini bukti nyata bahwa frekuensi dalam alunan musik itu mampu mempengaruhi pikiran manusia untuk menjadi lebih tenang atau pun menjadi kacau.

Dalam Sains banyak produk-produk yang diciptakan dan diiklankan di TV atau media sosial yang dibuat dengan desain tertentu dan tambahan bahan-bahan alami yang memancarkan gelombang energi atau frekuensi tertentu yang berpengaruh baik pada tubuh atau pun pikiran manusia. Contoh pusat-pusat Spa yang banyak menggunakan batuan alami yang memancarkan gelombang energi/frekuensi untuk terapi. Dan ini semua ini tidak bisa kita sangkal bahwa frekuensi yang terkandung ataupun dikemas dengan desain tertentu akan membantu kehidupan manusia untuk menuju hidup yang Harmoni, baik Mind, Body and Spirit.

 By Aguswi

Rahayu Sagung Dumadi

Jumat, 13 Juli 2018

PIKIRAN DAN KOMPUTER


Semua orang pasti sudah tahu apa itu komputer. Sebuah alat yang terbilang canggih yang banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari mulai dari rumah tangga, sekolah, perkantoran, bisnis, perusahaan hingga pemerintahan dan masih banyak lagi instansi-instansi yang lain yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat operasionalnya. Alat yang satu ini bisa dibuat menjadi multi-fungsi. Dan anda akan sangat kagum apabila anda mengikuti berita perkembangan teknologi negara-negara  maju dimana komputer merupakan alat kendali yang utama. Begitu juga dengan pikiran merupakan alat kendali yang utama pada tubuh manusia. Pikiran adalah gudang segala keinginan, dan pemenuhan keinginan itu hanya pikiran itu sendirilah yang bisa melakukannya. Pikiran memenuhi keinginan pikiran itu sendiri.

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...