Beranda

Tampilkan postingan dengan label bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bunga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Januari 2023

SAINS DALAM BUNGA

 

(Frekuensi Bunga Bermutasi Dengan Frekuensi Badan)

Telah lama diketahui bahwa bunga membawa frekuensi yang dapat memberikan manfaat yang sifatnya terapi bagi manusia dan hewan. Sama seperti homeopati, homeopati adalah terapi alternative yang menggunakan bahan-bahan dari alam yang secara prinsip bukan untuk mengatasi penyakitnya melainkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Jika daya tahan tubuh meningkat maka tubuh dengan sendirinya secara alami akan melawan penyakit.

Energi dalam bunga bersifat infusi yang bermanfaat menangani aspek emosional dan mental pada makhluk hidup. Pola getaran frekuensi khas yang dihasilkan oleh setiap bunga berinteraksi dengan medan frekuensi diri kita sendiri. Secara efektif, medan bio-listrik bunga (yang dapat diukur) bisa bersenyawa dengan air. Ini membawa potensi yang memiliki efek positif pada sel-sel kita sendiri setelah kita meminumnya. Ketika kita berada dalam keadaan emosional maka sel-sel kita bergetar pada frekuensi yang lebih rendah. Oleh karena itu bisa segera minum air rendaman bunga yang bisa membantu frekuensi sel-sel tubuh kita kembali seimbang.

Apa yang menyebabkan frekuensi tubuh kita menurun?

Ini bisa jadi disebabkan banyak faktor.

Pencemaran lingkungan seperti radiasi elektromagnetik, bahan kimia beracun atau logam berat semuanya dapat menyebabkan tubuh menjadi tidak seimbang. Bisa juga karena trauma emosional ringan atau berat yang kita alami sepanjang hidup kita. Ini memiliki kecenderungan untuk tetap terkunci di sistem tubuh kita.

Bisa juga karena memori sel-sel tubuh yang membawa garis genetik kita dan yang kita simpan dalam DNA kita sendiri. Jika nenek moyang kita mengalami trauma, ini memungkinkan telah menjadi memori yang tersimpan di dalam sel-sel mereka. Ini diturunkan dari generasi ke generasi, yang terkadang bisa menjadi alasan ketakutan yang tidak dapat dijelaskan.

Emosi yang berulang masuk ke organ-organ tubuh dan menciptakan sistem kepercayaan yang menyebabkan penyumbatan di tubuh fisik kita.

Namun, berbagai jenis bunga dan banyak teknik pengobatan berbasis vibrasi frekuensi lainnya – seperti homeopati – semuanya memiliki efek penyembuhan yang sama. Metode dapat membuka emosi yang tertahan dari sistem kita sehingga dapat melepaskannya untuk selamanya.

Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana bunga memiliki kemampuan untuk menyembuhkan secara emosional, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kesehatan kita. Semua tanaman memiliki energi frekuensi – “kekuatan hidup” dan kecerdasan genetik mereka sendiri. Sebagai manusia, kita juga memiliki getaran frekuensi. Frekuensi ini sering diukur dalam megahertz. Kebanyakan orang umumnya membutuhkan energi frekuensi sekitar 70 MHz untuk menjaga organ berfungsi dengan baik. Penyakit umumnya dimulai pada frekuensi 35 MHz, sedangkan makanan kaleng berfrekuensi pada 0 MHz (alasan yang baik untuk makan makanan segar).

Kesadaran elemental

Perihal yang diterima secara luas bahkan dalam komunitas sains adalah bahwa segala sesuatu memiliki kesadaran. Dan semua jenis kesadaran yang berbeda ini dapat memengaruhi kita hingga pada tingkat tertentu. Perasaan dan pemikiran kita semuanya membawa frekuensi yang dapat mempengaruhi keadaan pikiran dan kesehatan kita.

Hewan dan tumbuhan memiliki frekuensi seperti halnya batu dan kristal tertentu. Jadi semua elemen yang berasal langsung dari Bumi membawa kesadaran atau frekuensi tertentu. Mereka yang selaras dengan Alam memiliki dampak positif pada bidang bio-energi kita sendiri.

Ketika kita menggunakan berbagai jenis bunga dalam kehidupan kita sehari-hari, atau tanaman ke lingkungan kita, maka kita menerima efek penyembuhan yang konstan pada sel-sel dan medan energi kita sendiri.

Ternyata bunga mawar memiliki frekuensi yang tinggi sekitar 320 Hz. Kelopak mawar dapat dimakan dan air mawar bisa ditambahkan ke minuman atau dioleskan ke kulit untuk kecantikan. Mawar memiliki getaran yang paling dekat dengan apa yang disebut frekuensi universal yaitu CINTA (528 Hz). Inilah yang didambakan oleh tubuh energi kita, dan menjelaskan alasan mengapa mawar sering dijadikan sebagai bunga hadiah yang disukai. Tidak heran kita merasa begitu baik di sekitar berbagai jenis bunga. Dan ketika frekuensi kita tinggi, maka penyakit tidak dapat bertahan.

 

Analisis

Menghiasi lingkungan sekitar diri kita dengan berbagai jenis bunga adalah salah satu hal paling positif yang dapat kita lakukan untuk kesehatan kita. Pemakaian berbagai jenis bunga bisa menjadi obat sederhana yang bisa kita gunakan setiap hari.

Dengan memilih berbagai warna dan jenis bunga yang kita inginkan di sekitar kita, maka kita melenturkan otot-otot intuisi kita. Kita juga belajar merasakan ke dalam tubuh kita tentang apa yang terasa baik dan apa yang tidak.

Tubuh energi kita sendiri dapat merasakan frekuensi tanaman itu jika intuisi kita sudah berkembang. Ini dapat mengembalikan kesehatan sel-sel tubuh kita ke fungsi yang optimal.

 

Aguswi

 

 

 

Rabu, 06 Juni 2018

Mengapa bunga digunakan untuk pemujaan kepada para dewa?


Pemujaan kepada para dewa tidak akan lengkap tanpa menggunakan bunga. Jika kita memahami bunga atau daun yang mana yang kita perlukan untuk memuja dewa tertentu, dalam jumlah berapa dan apa manfaat spiritualnya bunga tersebut maka kita akan mendapatkan lebih banyak manfaatnya dari pemujaan tersebut.

1. Pentingnya bunga dalam pemujaan

Ada frekuensi halus para dewa yang aktif di atmosfer. Frekuensi ini ditarik oleh bunga-bunga tertentu. Frekuensi ini kemudian oleh bunga tersebut dipancarkan kembali ke atmosfer dan kemudian dikenal sebagai 'pavitrak'. Inilah perbedaan antara frekuensi dan pavitrak.
·         Prinsip halus para dewa yang ditarik oleh bunga dari atmosfer disebut frekuensi, dan frekuensi kedewaan ini oleh bunga dipancarkan lagi ke atmosfer sebagai pavitrak.
·         Frekuensi ini sangat halus dan tidak berwujud (nirguna), sementara pavitrak adalah bentuk halus dan nyata dari prinsip dewa tersebut.

Mari kita lihat bunga Sepatu (Hibiscus) ini.



·         Energi yang dipancarkan dewa Ganesha di alam semesta ini akan ditarik ke bagian tengah bunga Sepatu yang berwarna merah dan dipancarkan dalam bentuk lingkaran.
·         Energi Ganesha yang diserap oleh tangkai bunga akan dipancarkan melalui kelopak bunga ke atmosfer.
·         Benang sari bunga menyerap energi Ganesha yang ada di atmosfer dan memancarkan partikel yang berfungsi sebagai energi vital atau pranshakti.
·         Bunga Sepatu memiliki sifat sattvam, oleh karena energi ilahi (shakti) dan kesadaran ilahi (Chaitanya) dipancarkan dari kelopaknya.

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...