Kesempurnaan pada dasarnya ini mengacu kepada bagaimana
kita bisa mendapatkan sebuah keterampilan yang sekarang ini tidak kita punyai.
Sebagai contoh, katakanlah kita mengetik 20 kata dalam satu menit dengan dua
jari kita. Lalu kita ingin meningkatkan kemampuan kita selama enam bulan untuk
praktek setiap hari. Maka kita pasti bisa mengetik dengan sepuluh jari kita,
bahkan tanpa melihat pada keyboard,
pada kecepatan rata-rata 50 kata dalam satu menit. Maka
dapat disimpulkan bahwa latihan kita selama enam bulan telah membuat kita lebih
sempurna.
Ketika
konsep ini kita terapkan dalam upaya-upaya kehidupan spiritual kita, maka ini
akan sangat berarti. Ini karena esensi jati diri kita, jiwa kita pada hakekatnya
sempurna. Latihan dan upaya kita sendiri akan membawa kesempurnaan diri pada
intelektual, emosional dan naluri kita.
Kita
terlahir dalam badan fisik untuk tumbuh dan berkembang dengan kekuatan jati
diri kita. Agama kita mengajarkan pengetahuan bagaimana menyadari kesatuan kita
dengan Tuhan dan tidak menciptakan pengalaman yang tidak kita inginkan.