Beranda

Tampilkan postingan dengan label yajna yang tulus ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yajna yang tulus ikhlas. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Juli 2018

BERYADNYA KARENA TAKUT ATAU GENGSI ?


Hal yang paling utama dalam beragama menurut Hindu adalah kesadaran diri pribadi masing-masing dengan segala keyakinannya karena Hindu lebih mendasarkan ajarannya pada cinta kasih kepada setiap orang, persaudaraan, dan saling menghargai dalam kesetaraan bagi semua makhluk, tanpa dilandasi kebencian dan kekerasan. Agama Hindu tidak pernah mengajarkan kepada umatnya untuk melakukan kegiatan beragama yang dilandasi oleh rasa ketakutan yang berlebihan baik takut akan berbagai ancaman hukuman, takut Tuhan akan marah apabila dianggap kurang dalam menghaturkan persembahan atau ketakutan-ketakutan lainnya.

Harus kita akui bahwa dalam kenyataannya pilihan agama tidak sepenuhnya diawali berdasarkan kesadaran diri untuk menentukan pilihan dari berbagai alternatif yang ada namun lebih dominan diperoleh dari ketururnan/orang tua sehingga memiliki konsekwensi logis hanya memahami ajaran agama yang telah ditentukan sejak lahir dan tidak pernah memiliki pemahaman tentang ajaran agama lain sebagai pembanding. Kondisi ini bisa jadi berpotensi menimbulkan militansi dan fanatisme agama yang berlebihan atau dapat pula menimbulkan kelatahan ritual yang acapkali tanpa pemahaman tentang kedalaman maknanya karena melaksanakan ritual yajna hanya mengikuti warisan turun temurun, kemudian dihantui ketakutan karena bersembunyi dibalik kata “nak mule keto“.

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...