(pertanyaan seorang remaja yang ternyata sedang dalam kondisi galau)
Ketahuilah bahwa pikiran manusia itu memiliki daya magnetis yang luar biasa yang bahkan kita sendiri tidak menyadarinya karena lebih banyak bekerja dibawah kesadaran kita. Sifat alami pikiran adalah tidak pernah akan berhenti berpikir, dia akan terus memikirkan sesuatu. Namun pikiran bisa dikendalikan, kita sebagai pemilik pikiran kita sendiri bisa menentukan apa yang seharusnya atau tidak seharusnya dipikirkan. Kemampuan kita menentukan itulah contoh pengendalian diri. Pikiran yang terus berproses berpikir secara alami juga memancarkan vibrasi atau getaran (frekuensi) tertentu ke segala arah. Dan karena pikiran terus berpikir maka dia juga terus bervibrasi (berfrekuensi). Dan ketahuilah bahwa antar pikiran semua individu saling berhubungan, ibarat pikiran itu adalah komputer maka antar pikiran individu itu ibarat sejumlah besar komputer yang saling terhubung satu sama lainnya dalam sebuah jaringan internet. Dan pikiran semua individu saling terhubung melalui jaringan “pikiran semesta” yaitu Sang Kecerdasan Semesta itu sendiri.
Antar pikiran bisa saling berbagi, saling menarik,
saling mempengaruhi, atau bahkan saling menjauhi. Pemikiran yang ada di dalam
pikiran menentukan kualitas dari pikiran itu sendiri; apakah sedang menjadi
pikiran yang tajam, tumpul, kuat, lemah, meditatif ataupun kualitas lainnya
maka sangat ditentukan berbagai pemikiran yang sedang ada dalam pikiran itu
sendiri. Jika pikiran sedang kalut, bingung, sedih , depresi maka vibrasi
frekuensi yang dipancarkan pun adalah jenis frekuensi tentang kekalutan,
kebingungan, kesedihan, depresi. Begitu juga jika pikiran sedang damai, bahagia,
tenang, ceria, gembira maka vibrasi yang dipancarkannya pun adalah jenis
frekuensi kedamaian, kebahagiaan, ketenangan, keceriaan, kegembiraan. Dan
frekuensi itu memancar dari pikiran dan gelombangnya akan diterima oleh pikiran
lainnya lalu terjadi interaksi antar gelombang pikiran dan berproses apakah itu
akan saling menarik, saling mempengaruhi, atau saling menjauhi, maka itu
tergantung kesamaan kualitas dari kedua pikiran tersebut.
Secara alami pikiran akan saling menarik pikiran
lain yang memiliki kualitas yang sama. Jika pikiran kita sedang memikirkan
tentang kesedihan, kelemahan, kegalauan; maka kita akan cenderung dipertemukan
dengan orang-orang yang juga sedang sedih, lemah dan galau. Dari pertemuan itu
bisa jadi berlanjut pada pembicaraan seputar pemikiran itu dan terjadilah
“saling berbagi” pemikiran untuk suatu tujuan. Begitu juga jika pikiran kita
sedang memikirkan tentang kebahagiaan, kesenangan, keceriaan atau lainnya; maka
kita akan cenderung dipertemukan dengan orang-orang yang sedang bahagia,
senang, ceria.
Diantara gelombang-gelombang pikiran yang lemah,
jika ada pikiran yang kuat maka yang kuat bisa masuk dalam interaksi itu.
Mengapa? Ya karena dia kuat. Dan yang kuat bisa hadir sebagai “energizer”.
(pemberi energi atau semangat atau solusi) terhadap yang lemah. Dalam posisi
ini gelombang frekuensi pikiran yang kuat sebagai pemberi pengaruh pada yang
lemah.
Orang yang sedang saling “curhat” pengalamannya dan
saling perhatian antara keduanya adalah orang-orang-orang yang memiliki
kualitas frekuensi yang serupa. Orang yang saling berbagi satu dengan lainnya
juga orang-orang yang gelombang frekuensi pikirannya serupa. Orang yang
menjauhi atau saling menjauhi antara satu dengan lainnya berarti ada “crash”
gelombang frekuensi pikiran diantara keduanya, sehingga mendorong salah satu
atau keduanya secara bawah sadar untuk saling menjauhi. Juga……..DUA ORANG
SEJOLI SALING JATUH CINTA OLEH KARENA SAMA-SAMA MEMILIKI GELOMBANG FREKUENSI
TENTANG CINTA YANG SALING TARIK-MENARIK.
By Aguswi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar