Perubahan tata kehidupan di era global terjadi karena didukung oleh
perkembangan teknologi yang sangat pesat telah membawa berbagai kemudahan. Kemudahan
dimaksud seperti kecepatan berkomunikasi, persahabatn lintas tempat dengan hilangnya
sekat-sekat batas wilayah antar daerah bahkan negara, kemudahan memperoleh
informasi dari berbagai belahan dunia baik yang bersifat ilmiah, popular dan instan,
tetapi di sisi lain teknologi juga dapat berpengaruh negatif, mudahnya
mendapatkan informasi yang bersifat sampah seperti gambar tak senonoh, juga pada
bentuk penanaman paham yang bersifat agitasi (penyebaran kebencian) pada paham
lain yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip bertuhan yang pluralis dan
multikultural.Manusia hidup tidak sendiri, alam ini diciptakan oleh Sang Hyang Widhi dengan ciptaan yang beragam. Setiap ciptaan akan membutuhkan maupun dibutuhkan oleh yang lain. Harmoni diantara ciptaan-Nya adalah sebuah kewajiban agung dari setiap makhluk. Harmoni dengan seluruh isi Jagad Raya.
Beranda
Tampilkan postingan dengan label pluralisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pluralisme. Tampilkan semua postingan
Rabu, 06 Juni 2018
Pluralisme dan multikulturalisme
Perubahan tata kehidupan di era global terjadi karena didukung oleh
perkembangan teknologi yang sangat pesat telah membawa berbagai kemudahan. Kemudahan
dimaksud seperti kecepatan berkomunikasi, persahabatn lintas tempat dengan hilangnya
sekat-sekat batas wilayah antar daerah bahkan negara, kemudahan memperoleh
informasi dari berbagai belahan dunia baik yang bersifat ilmiah, popular dan instan,
tetapi di sisi lain teknologi juga dapat berpengaruh negatif, mudahnya
mendapatkan informasi yang bersifat sampah seperti gambar tak senonoh, juga pada
bentuk penanaman paham yang bersifat agitasi (penyebaran kebencian) pada paham
lain yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip bertuhan yang pluralis dan
multikultural.Pandangan Hindu tentang kemajemukan bangsa, persatuan dan warga negara
Kemajemukan
atau keberagaman bukan hanya sebagai sebuah realitas sosial. UUD 1945
menyatakan dgn jelas bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk
memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agama dan
kepercayaannya. Karena itulah ditegaskan bahwa semua agama memiliki hak yang
sama untuk tumbuh dan berkembang, termasuk pemeluknya untuk menjalankan
agamanya secara bebas. Pemeluk agama tertentu tidak boleh memaksa pemeluk agama
lainnya untuk pindah agama sebagaimana realita yang kita lihat selama ini.
Setiap orang memiliki hak dasar untuk memeluk agama yang berarti kebebasan dan
kewenangan seseorang untuk menganut suatu agama yang tercantum dalam Pustaka Suci
Veda, khususnya Bhagavadgita.
Umat
Hindu menghormati kebenaran dari manapun datangnya dan menganggap bahwa semua
agama bertujuan sama, yaitu menuju Tuhan, namun dengan berbagai sudut pandang
dan cara pelaksanaan yang berbeda. Hal ini diuraikan dalam Bhagavadgita
IX.29 yang berbunyi:
samo ‘ham sarvabhuutesu
na me dvesyo ‘sti na priyah
ye bhajanti tu maam bhaktyaa
mayi te tesu caa ‘py aham
Aku
bersikap adil pada semua makhluk, tidak ada yang paling Ku-benci ataupun yang
paling Ku-kasihi, akan tetapi mereka yang berbhakti kepada-Ku, maka dia ada
dalam Diri-Ku dan Aku ada dalam dirinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI
Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...
-
Kualitas atau pun harga diri seseorang itu tolok ukurnya adalah pada perilakunya, itulah yang menjadi tolok ukur. Prilaku yang menunjukkan ...
-
Pendahuluan Semaraknya kegiatan keagamaan yang dilaksanakan diberbagai pure yang kita lihat dewasa ini yang mungkin bahkan terbilang m...
-
Pemujaan kepada para dewa tidak akan lengkap tanpa menggunakan bunga. Jika kita memahami bunga atau daun yang mana yang kita perlukan ...
