Beranda

Kamis, 28 Juni 2018

PANDANGAN HINDU TENTANG NASIONALISME



Hindu memandang bahwa kecintaan terhadap bangsa dan negara dan pengejawantahan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan landasan bagi umat Hindu untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pandangan ini dapat kita jumpai dalam beberapa kitab suci. Seperti Atharwa Weda XII.1.45:

janam bibhrati bahudha vivacasam
manadharmanam prthivi yathaikasam
sahasram dhara dravinasya me duham
dhraveva dhenuranapasphuranti

Berikanlah penghargaan kepada bangsamu yang menggunakan berbagai bahasa daerah, yang menganut kepercayaan yang berbeda. Hargailah mereka yang tinggal bersama di bumi pertiwi ini. Bumi yang memberi keseimbangan bagaikan sapi yang memberi susunya kepada umat manusia. Demikian ibu pertiwi memberikan kebahagiaan yang melimpah kepada umatnya.




Hindu juga mendorong umatnya untuk selalu menjaga dan mewujudkan persatuan dan kesatuan dalam mencapai tujuan bersama yaitu kedamaian, kemakmuran dan kebahagiaan sebagaimana tertuang dalam Atharwaweda III.8.5:

sam vo manamsi sam vrata sam akutir manamsi
ami ye vivrata sthana tan vah sam namayamasi

Aku satukan pikiran dan langkahmu untuk mewujudkan kerukunan di antara kamu. Aku bimbing mereka yang berbuat jahat menuju jalan yang benar.

Atharwaweda III.30.4:
Yena deva na viyanti no ca vidvisate mithah,
tat krnmo brahma vo grhe samjnana purunebhyah

Wahai umat manusia! Bersatulah, dan rukunlah kamu seperti menyatunya para dewata. Aku telah menganugerahkan hal yang sama kepadamu, oleh karena itu ciptakanlah persatuan diantara kamu.

Rgweda X.191.2:
sam gacchadhvam sam vadadhvam, sam vo manamsi janatam,
deva bhagam yatha purve, samjnana upasate

Wahai umat manusia, hiduplah dalam harmoni, dan kerukunan. Hendaklah bersatu dan bekerja sama. Berbicaralah dengan satu bahasa dan ambilah keputusan dengan satu pikiran. Seperti orang-orang suci di masa lalu yang telah melaksanakan kewajibannya, hendaklah kamu tidak goyah dalam melaksanakan kewajibanmu.

Mewujudkan kehidupan yang demokratis dengan bermusyawarah dan menumbuhkan kehidupan yang dilandasi rasa saling pengertian, dapat juga ditemukan dalam Rgweda X.191.3:
“wahai umat manusia, pikirkanlah bersama! Bermusyawarahlah bersama. Satukanlah hati, dan pikiranmu dengan yang lain. Aku anugerahkan pikiran yang sama dan fasilitas yang sama pula untuk kerukunan hidupmu”.

Rgweda X.191.4:
samani va akutih samana hrdayani vah
samanam astu vo mano yatha vah susahasati
wahai umat manusia! Milikilah perhatian yang sama. Tumbuhkanlah saling pengertian di antara kamu. Dengan demikian engkau dapat mewujudkan kerukunan dan kesatuan.

Begitu juga dengan keinginan untuk mengembangkan hati yang tulus ikhlas dalam membangun persahabatan sejati dengan sesama warga negara, bahkan dengan orang asing sekalipun. Atharweda III.30.1 menyatakan:
sahrdayam sam manasyam avidvesam krnomi vah
anyo anyam abhi haryata vatsam jatam ivagrhnya

Wahai umat manusia, Aku memberimu sifat ketulusikhlasan, mentalitas yang sama, persahabatan tanpa kebencian, seperti induk sapi mencintai anaknya yang baru lahir, begitulah seharusnya kamu mencintai sesamamu.

Atharwaweda VII.52.1 yang berbunyi
Samjnanam nah svebhih samjnanam aranebhih, 
samjnanam asvina yuvam ihasmasu ni yacchatam

Hendaknya harmonis diantara kamu baik dengan orang-orang yang dikenal maupun dengan orang asing sekalipun. Semogalah Dewa Asvin memberikan anugerah untuk keharmonisan.


SATRIYO JOWO

7 Juni 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...