janam
bibhrati bahudha vivacasam
manadharmanam prthivi yathaikasam
sahasram dhara dravinasya me duham
dhraveva dhenuranapasphuranti
Berikanlah
penghargaan kepada bangsamu yang menggunakan berbagai bahasa daerah, yang
menganut kepercayaan yang berbeda. Hargailah mereka yang tinggal bersama di
bumi pertiwi ini. Bumi yang memberi keseimbangan bagaikan sapi yang memberi
susunya kepada umat manusia. Demikian ibu pertiwi memberikan kebahagiaan yang
melimpah kepada umatnya.
Hindu
juga mendorong umatnya untuk selalu menjaga dan mewujudkan persatuan dan
kesatuan dalam mencapai tujuan bersama yaitu kedamaian, kemakmuran dan
kebahagiaan sebagaimana tertuang dalam Atharwaweda III.8.5:
sam
vo manamsi sam vrata sam akutir manamsi
ami ye vivrata sthana tan vah sam namayamasi
Aku
satukan pikiran dan langkahmu untuk mewujudkan kerukunan di antara kamu. Aku
bimbing mereka yang berbuat jahat menuju jalan yang benar.
Atharwaweda
III.30.4:
Yena
deva na viyanti no ca vidvisate mithah,
tat
krnmo brahma vo grhe samjnana purunebhyah
Wahai
umat manusia! Bersatulah, dan rukunlah kamu seperti menyatunya para dewata. Aku
telah menganugerahkan hal yang sama kepadamu, oleh karena itu ciptakanlah
persatuan diantara kamu.
Rgweda
X.191.2:
sam
gacchadhvam sam vadadhvam, sam vo manamsi janatam,
deva bhagam yatha purve, samjnana upasate
Wahai
umat manusia, hiduplah dalam harmoni, dan kerukunan. Hendaklah bersatu dan
bekerja sama. Berbicaralah dengan satu bahasa dan ambilah keputusan dengan satu
pikiran. Seperti orang-orang suci di masa lalu yang telah melaksanakan
kewajibannya, hendaklah kamu tidak goyah dalam melaksanakan kewajibanmu.
Mewujudkan
kehidupan yang demokratis dengan bermusyawarah dan menumbuhkan kehidupan yang
dilandasi rasa saling pengertian, dapat juga ditemukan dalam Rgweda X.191.3:
“wahai
umat manusia, pikirkanlah bersama! Bermusyawarahlah bersama. Satukanlah hati,
dan pikiranmu dengan yang lain. Aku anugerahkan pikiran yang sama dan fasilitas
yang sama pula untuk kerukunan hidupmu”.
Rgweda
X.191.4:
samani
va akutih samana hrdayani vah
samanam astu vo mano yatha vah susahasati
wahai
umat manusia! Milikilah perhatian yang sama. Tumbuhkanlah saling pengertian di
antara kamu. Dengan demikian engkau dapat mewujudkan kerukunan dan kesatuan.
Begitu
juga dengan keinginan untuk mengembangkan hati yang tulus ikhlas dalam
membangun persahabatan sejati dengan sesama warga negara, bahkan dengan orang
asing sekalipun. Atharweda III.30.1 menyatakan:
sahrdayam
sam manasyam avidvesam krnomi vah
anyo anyam abhi haryata vatsam jatam
ivagrhnya
Wahai
umat manusia, Aku memberimu sifat ketulusikhlasan, mentalitas yang sama,
persahabatan tanpa kebencian, seperti induk sapi mencintai anaknya yang baru
lahir, begitulah seharusnya kamu mencintai sesamamu.
Atharwaweda
VII.52.1 yang berbunyi
Samjnanam
nah svebhih samjnanam aranebhih,
samjnanam asvina yuvam ihasmasu ni yacchatam
Hendaknya
harmonis diantara kamu baik dengan orang-orang yang dikenal maupun dengan orang
asing sekalipun. Semogalah Dewa Asvin memberikan anugerah untuk keharmonisan.
SATRIYO JOWO
7 Juni 2018
SATRIYO JOWO
7 Juni 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar