Beranda

Senin, 09 Juli 2018

Dunia Ini Adalah Sebuah Asrama



Dalam Hindu kita amat beruntung mempunyai banyak jiwa-jiwa yang telah mendapatkan pencerahan untuk menuntun kita sepanjang jalan spiritual. Pengajaran mereka amat dalam dan sungguh kuat mereka penetrasikan ke dalam kesadaran kita yang biasa dan memberi kita penglihatan batin yang baru tentang bagaimana memaksimalkan kemajuan spiritual dalam hidup ini.
Guru kami, Yogaswami, Jaffma, dari Sri Lanka, memberi kami sesuatu yang berharga ketika ia mengatakan, “Dunia ini adalah sebuah asrama, suatu latihan yang mendasar untuk mencapai moksa, kebebasan.” Pernyataan Yogasvami mempunyai hubungan dengan puisi William Shakespeare “Seperti Kamu Menyukainya.”

Seluruh dunia ini adalah sebuah panggung,
Dan seluruh manusia semata-mata hanyalah para pemain,
Mereka punya jalan keluar dan jalan masuk;
Dan seorang manusia memainkan berbagai peran,
Ia beraksi selama tujuh abad.


Ini adalah uraian kata-kata Shakespeare yang disesuaikan untuk menggambarkan arti kata-kata spiritual Yogasvami:

Seluruh dunia ini adalah sebuah asrama,
Dan seluruh manusia adalah jiwa-jiwa yang agung,
Melalui pengalaman di dunia mereka menjadi dewasa dalam hal spiritual,
Dan jiwa mengambil banyak kelahiran,
Dan dengan demikian ia berkembang untuk bersatu dengan Tuhan.

Mari kita lihat lebih jelas apa maksudnya bahwa seluruh dunia ini adalah sebuah asrama. Asrama…!!, tentu merupakan tempat tinggal dan pusat pembelajaran dari seorang svami atau pembimbing spiritual. Ini adalah tempat dimana kita belajar agama dan membuat kemajuan spiritual diri kita. Ketika kita pergi keluar rumah untuk bekerja, sekolah atau kemanapun, apakah kita pernah berpikir bahwa kita akan ke asrama, bahwa tindakan kita setiap hari di dalam kantor, perusahaan, rumah sakit, ruang kelas atau tempat lainnya akan membantu kita mengembangkan sifat-sifat spiritual dan membawa peluang untuk mencapai moksa? Kemungkinan tidak. Ketika kita sampai di rumah dan merefleksikan kembali saat itu, apakah kita merasakan bahwa kita membuat kemajuan spiritual ketika berada di luar rumah? Mungkin tidak. Mengapa? Ini karena kita belum melatih untuk melihat pada jalan kehidupan. Kita terbayang bahwa sebuah asrama adalah sebuah tempat untuk kemajuan spiritual, dan kita memandang dunia ini sebagai sebuah tempat biasa dalam melakukan kewajiban dan merupakan gangguan bagi kegiatan spiritual kita. Pendapat yang umum adalah apa yang kita kerjakan di dalam asrama, tempat suci yang ada di rumah atau kuil akan membawa kita menuju perkembangan spiritual, dan apa yang kita lakukan di kantor atau di dalam kelas tidak ada hubungannya dengan kehidupan spiritual.     
Pandangan seperti ini tidak terlihat pada jiwa agung seperti Yogasvami. Jiwa-jiwa tahu bahwa banyak kemajuan spiritual dapat dilakukan sewaktu kita ada di dunia jika kita mempunyai pandangan yang benar. Pendekatan ini aku sebut “kehidupan spiritual sehari-hari.” Mari kita bawa konsep ini ke dalam kehidupan dengan membagi kesempatan untuk kemajuan spiritual ketika terjun ke dunia ini ke dalam dua kategori: menghadapi berbagai tantangan hidup dan menemukan kesempatan untuk melayani.
Pertama, mari kita lihat tantangan kehidupan itu. Apakah kamu menginginkannya atau tidak, kehidupan akan datang kepadamu. Penuh kebahagiaan, kemudahan, saat-saat yang sulit, hari yang membahagiakan dan yang menyedihkan; semua ini akan datang. Semua ini ada di sana, di dalam karmamu. Itu tidak dapat membantu tetapi datang. Karena itu kamu tidak seharusnya memperhatikannya. Kamu tidak seharusnya mencoba dan mengerjakan sesuatu yang lain. Anda tidak dapat menghindar darinya. Anda tidak dapat bersembunyi darinya.
Tantangan hidup akan datang kepada kita. Apa yang akan terjadi, pasti terjadi. Tetapi dimana perhatian kita seharusnya, karena itu pada jalan spiritual, adalah pada bagaimana kita merespon tantangan ini. Mengapa? Karena, itu adalah dimana kita mempunyai pilihan. Sebagai contoh, seorang bayi membuat kita terjaga sepanjang malam dengan tangisannya. Bagaimana kita merespon ini? Apakah ini membuat kita bingung? Apakah kita protes? Atau, apakah kita hanya menerimanya dan meresponnya tanpa kasih sayang? Dalam setiap pengalaman hidup kita mempunyai kontrol atas reaksi itu. Ini dapat menjadi dorongan hati atau kebijaksanaan. Ini adalah keputusan kita.
Ketika dituduh melakukan sesuatu yang tidak kita lakukan, bagaimana kita merespon? Ketika kita menghadapi tantangan pada pekerjaan; kata-kata bos yang tak wajar; apa reaksi kita? Kita ingin mengatakan seperti itu juga kepadanya, tetapi tidak mungkin. Jadi, apakah kita pulang ke rumah dan mengatakan itu kepada suami atau istri? Dalam banyak kejadian, kita punya pilihan. Ini bukan tantangan yang datang, tetapi bagaimana kita menghadapi tantangan itu dan menjadikannya sesuatu yang berbeda. Secara emosional kita dapat bertindak tanpa memikirkan prinsip-prinsip spiritual. Kita bisa menjadi marah atau sakit hati. Kita bisa sangat kuatir dan menjadi lekas marah.
Atau kita dapat mengambil keputusan untuk mengontrol reaksi emosi yang mungkin kita alami. Kita dapat memutuskan untuk hidup tanpa rasa marah. Kita dapat memutuskan untuk memperkuat kesabaran. Kita dapat memutuskan untuk menjadi lebih baik kepada orang lain, menjadi lebih dermawan. Itu adalah yang membuat kita secara spiritual lebih kuat. Seperti kita mengekang naluri alami kita, jiwa kita bersinar seterusnya.
Dengan kata lain, jika sekarang dan nanti kita menjadi marah, cobalah kendalikan kemarahan itu secara keseluruhan. Jika kita sabar dengan orang yang terlihat menjelaskan sesuatu yang panjang lebar saat mereka dapat menjelaskannya dalam waktu yang singkat, mari kita belajar bagaimana untuk tidak sabar. Mari kita belajar bagaimana menerima penjelasan yang panjang lebar itu sebagai sifat alami mereka.
Ini adalah daftar enam tantangan yang biasa kita hadapi dalam hidup yang memberi kita kesempatan untuk kemajuan spiritual jika kita meresponnya dengan sikap yang bijak dan pengendalian diri.

Tantangan Pertama: Penganiayaan oleh orang lain. Kehidupan memberikan kita pengalaman yang keras yang mana kita merasa teraniaya oleh orang lain. Kurang lebih balas dendam atau kebencian, kita dapat memaafkan dan merespon dengan kebaikan.
Tantangan Kedua: Kesalahan diri sendiri. Ketika kita membuat kekeliruan, kita akan terjerumus ke dalam keragu-raguan dan depresi diri sendiri atau untuk memecahkan bagaimana untuk tidak mengulangi kesalahan itu.
Tantangan Ketiga: Kesulitan dalam pekerjaan. Ketika kita dihadapkan pada tugas yang menguras kemampuan kita, kita dapat mengerjakannya secara minimal hanya dengan yang menurut kita terbaik dengan melihatnya sebagai kesempatan untuk memperbaiki konsentrasi kita, ketekunan dan ketabahan; semua itu akan mempertinggi kemampuan meditasi kita dan semangat dalam diri.
Tantangan Ke-empat: Emosi yang mengganggu. Ketika kita dibuat bingung oleh pengalaman hidup, kita mengalami penderitaan emosi yang bergolak atau berusaha keras untuk menarik diri sendiri keluar dari itu secepat mungkin.
Tantangan Kelima: Konflik dengan orang lain. Ketika terjadi pertentangan, pertengkaran atau argument yang serius, kita menjadi dendam dan bahkan mungkin menghindari orang atau memecahkan masalah itu dan menjaga hubungan yang harmonis.
Tantangan Ke-enam: Gosip dan Pemfitnahan. Ketika hal itu ada di sekitar kita sesuka hatinya yaitu gosip, rumor, pemfitnahan, dan tipu daya; kita punya keputusan untuk bergabung atau tidak dan bahkan semua itu sangat terbuka bagi kita, kita jelaskan bahwa kita tidak setuju.

Kategori kedua kesempatan untuk kemajuan spiritual ketika ada di dunia adalah apa yang saya sebut pelayanan. Disini adalah sebuah pengantar terhadap konsep ini dari Living with Siva yang ditulis oleh Gurudeva yang merupakan ilustrasi ide spiritual sehari-hari yang indah dengan jalan pelayanan.
“Turunlah ke dunia saat ini dan biarkan cahayamu bersinar melalui pemikiranmu yang benar, tetapi izinkan masing-masing pemikiran mewujudkan dirinya sendiri dalam tindakan fisik yaitu mengerjakan sesuatu untuk orang lain. Angkat beban mereka sedikit dan tanpa mengetahui kemungkinan, kamu mungkin mengangkat sesuatu yang membebani pikiranmu. Kamu menghapus dan menyeka kaca pikiranmu sendiri dengan jalan membantu yang lain. Kita menyebut ini Karma Yoga, praktek yang amat dalam. Melalui pelayanan; sifat egois, individual, vasana (kecenderungan bawah sadar) yang sombong sebagai sifat dasar yang rendah yang telah bangkit begitu kuat, banyak kehidupan dan yang mengikat jiwa dalam kegelapan. Melalui pelayanan dan kebaikan, kamu dapat membuka pikiran bawah sadar dan mendapatkan sebuah pemahaman yang jelas dari semua hukum kehidupan. Jiwamu akan bersinar terus. Kamu akan menjadi kedamaian itu. Kamu akan memancarkan kebahagiaan batin dan menjadi pelindung yang sesungguhnya, hanya dengan mempraktekkan selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik.”
Ada banyak kesempatan untuk membantu orang lain di rumah, di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan sekitar dan di perkumpulan. Kami telah mengembangkan enam cara yang sederhana. Izinkan saya secara singkat memperkenalkan semua itu.

Kesempatan Pertama: Melihat Tuhan kepada orang yang kita temui. Ketika memberi salam kepada seseorang, kita berusaha keras untuk melihat dengan cukup dalam ke dalam diri mereka untuk melihat Tuhan, melihat mereka sebagai makhluk yang ber-Ketuhanan berarti mengembangkan diri melalui pengalaman untuk bersatu dengan Tuhan. Sikap kita secara alamiah penuh dengan semangat untuk membantu dan penuh kebajikan.
Kesempatan Kedua: Keikhlasan. Ada banyak kesempatan setiap hari untuk melangkah ke depan dan menawarkan untuk membantu dengan suatu cara yang ada di luar yang kita perlukan. Sebuah sikap pelayanan yang penuh kasih sayang mengurangi ego dan memperkuat identitas spiritual kita. Salah satu sikap spiritual yang penting untuk dilaksanakan adalah keinginan untuk membantu ketika diperlukan, tidak menentang atau menolak, menjadi terbuka untuk membantu yang lain sebagaimana kamu mengerjakan sesuatu untuk dirimu sendiri.
Kesempatan Ketiga: Memberikan Penghargaan. Kita dapat mengangkat dan memberi semangat orang  lain dengan ekspresi yang penuh hormat bahwa kita sangat berterima kasih atas bantuannya, keramah-tamahannya, sesuatu yang penting di dalam hidup kita.
Kesempatan Ke-empat: Membantu Pendatang. Di dunia kita yang modern, orang sering berpindah-pindah. Dengan demikian ada suatu arus yang kuat dari para pendatang di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan sekitar kita dan di tempat suci kita. Melangkah ke depan sebagai selamat datang dan membantu mereka untuk menatap lingkungan yang baru adalah jalan yang luar biasa untuk menjadikan itu sebagai pelayanan.
Kesempatan Kelima: Menawarkan keramah-tamahan. Setiap orang dapat mencari jalan yang kreatif untuk menjadi ramah di rumah, sekolah dan bahkan di tempat kerja.
Kesempatan Ke-enam: Memberi semangat dan memberikan pujian. Membuat sebuah  keputusan untuk mengucapkan kata-kata yang membesarkan hati dan pujian kepada setiap orang yang kamu temui. Hari-hari mereka akan menjadi lebih cerah karenanya, dan begitu juga dengan dirimu.
Sebagai kesimpulan, memiliki hari yang agung diperlukan untuk mengartikan lebih dari sekedar mendapatkan bonus dari tempat kerja atau pada sebuah ujian di sekolah. Ini melibatkan kemajuan spiritual yang kamu buat saat itu dengan jalan menghadapi tantangan hidup secara efektif dan dengan jalan membantu dan memberi penghargaan kepada orang lain. Daftar kedua-belas cara ini adalah sebuah permulaan yang bagus, tetapi sangat diharapkan kamu akan mengembangkan ini sebagai tambahan dalam batin yang datang dari semangat untuk memaksimalkan kemajuan spiritual yang dapat kamu buat dari pengalaman dan kesempatan yang dibawa setiap hari. Juga, orang tua dapat mengajarkan anak-anak mereka untuk bersemangat meraih kemajuan spiritual setiap hari di sekolah dengan menghadapi tantangan hidup dan menemukan kesempatan untuk melayani.     
               
Oleh:
AGUS WIDODO
(Satriyo Jawa)
Bogor - Jawa Barat
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...