Beranda

Selasa, 03 Januari 2023

Siklus menstruasi pada wanita bukanlah siklus yang kotor, dan wanita bebas melakukan aktivitas apapun

Seorang wanita bertanya “Saat saya lagi menstruasi apakah saya boleh sembahyang?”. Lalu saya jawab, “Mengapa tidak?”. Lantas dia menimpali “Iya pak katanya klo wanita lagi menstruasi itu berarti sedang kotor gak boleh sembahyang”. Saya balas “itu kata siapa?”. Lalu dia saya ajak berlogika.

Coba apakah kita bisa terlahir dari kandungan ibu apabila ibu kita ternyata tidak mengalami siklus bulanan? Sudah pasti kita tidak akan pernah lahir. Kita lahir dari sana, jika kita menganggap bahwa siklus bulanan pada wanita itu terkait dengan hal “kotor” berarti kita lahir dari kotoran kah? Berarti kelahiran kita adalah kelahiran yang kotor? Berarti pula apakah penciptaan manusia ini melalui hal yang kotor? Dan Sang Pencipta yang paling bertanggung jawab atas kekotoran ini?

Tentu tidak seperti itu.

Jadi jangan kita diskriminatif pada wanita yang sedang mengalami siklus bulanannya. Dan setiap wanita pasti menginginkan siklus bulanannya rutin dan lancar. Bayangkan bila seorang wanita muda siklus bulanannya yang harusnya rutin tiba-tiba berhenti. Apa yang terjadi? Pasti dia akan berpikir keras mencari sebabnya.

Siklus bulanan wanita adalah bagian dari proses mekanisme tubuh para wanita yang didesain oleh Sang Pencipta itu sendiri terkait wanita sebagai Sang Ibu yang merupakan Garbha dari para keturunannya. Jadi siklus bulanan wanita bukanlah siklus yang kotor, justru dengan siklus itu residu-residu dalam rahim wanita keluar sehingga rahim menjadi bersih kembali. Jadi bisa pula dikatakan siklus bulanan wanita adalah siklus pembersihan mekanisme tubuhnya sendiri. Dan setelah bersih maka rahim akan bercahaya kembali sebagai Garbha.

Jaman dahulu wanita yang sedang mengalami siklus bulanan dilarang masuk ke tempat-tempat tertentu misal tempat suci mungkin karena fasilitas jaman dahulu masih minim sekali sehingga kuwatir terjadi hal yang tidak-tidak yang secara etika tidak bagus. Sehingga dikeluarkanlah aturan bagi para wanita. Namun sekarang sudah jaman modern meski wanita sedang mengalami siklus bulanan dia bisa tetap SAFE dan menjaga diri dimanapun. Jadi tidak ada larangan untuk melakukan aktivitas spiritual apapun. Khusus larangan masuk ke tempat-tempat tertentu itu hanya sebatas kesepakatan sosial saja. Namun di rumah sendiri bebas melakukan aktivitas apapun termasuk aktivitas spiritual. 


By Aguswi  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BRATA SIWARATRI: MELANTUNKAN SERIBU NAMA SIWA BERARTI SECARA TERUS-MENERUS MENGUPAYAKAN PERSAMAAN FREKUENSI DALAM DIRI DENGAN FREKUENSI SANG MAHADEWA, SEHINGGA SANG PELANTUN BISA MENGALAMI KE-SIWA-AN DALAM DIRI

Oleh : Aguswi Siwaratri, sebuah hari raya Hindu yang sangat agung dan penuh makna, sangat disayangkan bila dilewatkan begitu saja. Diantara ...