Air adalah unsur paling dominan yang membentuk tubuh manusia. Menurut penelitian Sains, 70 persen tubuh manusia disusun oleh cairan. Karena itulah air memegang peranan paling utama dalam sistem tubuh manusia. Makanan yang kita makan tidak akan bisa dicerna dengan sempurna bila tidak didukung cairan yang ada didalamnya seperti enzim dan kandungan air dalam sistem pencernaan kita, akibatnya sistem penyerapan sari-sari makanan juga terganggu. Darah dalam tubuh juga berupa cairan yang memegang peranan sangat vital dalam sistem tubuh manusia. Bayangkan jika aliran darah berhenti, maka berakhir sudah kehidupan seseorang. Jangankan berhenti, aliran darah yang tersumbat pun sangat beresiko fatal dalam sistem tubuh. Karena air sangat dominan dalam tubuh manusia, maka air juga sangat dominan dalam memberi solusi dalam sistem mekanik tubuh manusia. Misalnya orang yang pingsan kebanyakan pertolongan pertama yang diberikan adalah berupa minum air, begitu juga orang yang kecelakaan pertolongan paling pertama adalah diberikan air agar bisa diminum.
Molekul-molekul air dapat dipengaruhi atau dibentuk oleh/dengan kesadaran manusia. Pun juga dapat dipengaruhi oleh vibrasi lingkungan sekitar. Molekul-molekul air yang menyusun dalam suatu bentuk itulah yang disebut kristal air yang bila air dalam keadaan membeku akan terlihat. Bicara tentang air tidak hanya berbicara tentang senyawa Hidrogen dan Oksigen saja. Pikiran, kata-kata, emosi, doa, dan musik memilik efek langsung pada pembentukan kristal air. Dan karena tubuh dan planet kita sebagian besar adalah air, pikiran dan kata-kata juga mempengaruhi dunia. Bagaimana menjelaskan secara logika tentang fenomena ini? Mari kita beranalogi.
Molekul-molekul air itu ibarat para prajurit di medan perang. Para prajurit di medan perang bisa dalam posisi yang tak beraturan atau bahkan kocar-kacir, bisa juga dalam posisi siaga dalam bentuk suatu formasi. Itu semua tergantung dari komando pimpinannya. Ketika dalam kondisi perang maka prajurit yang posisinya tak tentu arah atau bahkan kocar-kacir maka mereka tidak memiliki kekuatan tempur. Namun apabila mereka membentuk formasi tempur sesuai komandonya maka mereka memiliki kekuatan tempur yang lebih kuat. Seperti misalnya formasi Garudhabyuha, Vajrabyuha, Chakrabyuha, dll. Kisah Abhimanyu yang gugur di medan perang oleh karena dia terperangkap dalam formasi Chakrabyuha musuh. Andai musuh tidak dalam bentuk formasi Chakrabyuha mungkin dia akan dengan mudah selamat. Dari cerita itu membuktikan bahwa para prajurit yang membentuk formasi tempur di medan perang maka memiliki kekuatan yang berlipat-ganda.
Begitu juga dengan air, molekul-molekul air ibarat para prajurit yang bisa membentuk formasi yang disebut kristal air. Molekul-molekul air akan membentuk kristal sesuai dengan vibrasi atau gelombang energi/frekuensi yang menyentuhnya yang bisa berasal dari pikiran atau bunyi (kata-kata, musik, dll) atau emosi atau lainnya. Jadi vibrasi atau gelombang energi/frekuensi tersebut berposisi layaknya sebagai komando terhadap molekul-molekul air agar para molekul air itu membentuk suatu formasi yang disebut kristal. Dan sebuah kristal air secara alamiah memiliki suatu kekuatan sesuai yang vibrasi atau gelombang energi komandonya. Air yang mendapatkan sentuhan kata-kata untuk menyembuhkan suatu penyakit maka molekul-molekul air akan membentuk kristal (formasi) yang memiliki kekuatan menghancurkan sesuai yang dimaksudkan dan bila diminum maka kekuatan itu akan beraksi dalam tubuh yang meminumnya. Begitu juga dengan air yang mendapatkan sentuhan kata-kata baik yang mendamaikan atau membahagiakan maka molekul-molekul air akan membentuk kristal (formasi) yang memiliki kekuatan yang mendamaikan atau membahagiakan dan bila diminum akan bereaksi sesuai kekuatan yang dimilikinya.
Lingkungan juga sangat mempengaruhi bagaimana bentuk kristal-kristal air itu. Kondisi air yang selalu beriak, kondisi lingkungan yang berisik dengan berbagai bunyi tidak menentu, lingkungan yang tercemar polusi, dan lain-lain adalah contoh faktor yang menyebabkan kondisi air menjadi buruk karena berbagai kondisi itu bervibrasi kepada air didekatnya. Itulah mengapa para leluhur kita dahulu memiliki Genthong Air dari tanah liat yang ditaruh di sudut dapur yang tenang. Genthong Air ini berfungsi sebagai tempat memulihkan kondisi molekul-molekul air yang ditimba dari sumur atau diambil dari sumber yang kemungkinan kondisi molekul-molekul airnya tidak menentu karena airnya yang beriak. Saat air didiamkan di dalam Genthong selama beberapa waktu tertentu maka terjadi proses pemulihan molekul-molekul air, proses pemulihan ini terjadi secara otomatis karena air dalam kondisi tenang tidak beriak. Setelah air didiamkan selama beberapa waktu tertentu maka air siap digunakan untuk memasak. Air yang disalurkan oleh perusahaan air juga perlu mendapatkan pemulihan sebelum digunakan. Mengapa? Karena air yang dialirkan tersebut mendapatkan tekanan tertentu sehingga menyebabkan perubahan susunan molekul-molekul air yang tidak menguntungkan apabila langsung digunakan. Belum lagi kandungan kimiawi yang ada dalam air tersebut.
Air yang molekul-molekulnya dalam susunan yang tidak menentu maka kurang memberikan manfaat saat dikonsumsi bahkan bisa jadi meracuni tubuh pada tingkatan tertentu. Oleh karena sifatnya, air pun bisa disalahgunakan oleh orang-orang tertentu untuk tindakan kejahatan. Mereka memberikan sentuhan vibrasi yang merusak atau menghancurkan kepada air sehingga ketika air itu diminum maka akan beraksi merusak tubuh yang meminumnya.
Seseorang yang melaksanakan ritual dengan salah satu sarananya air sesungguhnya sama konsepnya dengan penjelasan diatas. Kata-kata atau doa-doa yang dia lantunkan juga kesadadrannya layaknya komando terhadap molekul-molekul air agar membentuk formasi dan mempengaruhi molekul-molekul air dalam bentuk vibrasi atau gelombang energi dan membentuk kristal-kristal (formasi) air sesuai dengan alamiah kata-kata atau doa-doa tersebut pun juga kesadarannya. Sehingga air tersebut memiliki kekuatan tertentu dari dalam formasinya sendiri, pun juga bisa menyerap kekuatan atau energi dari luar dirinya oleh karena daya alamiah dari kristal-kristal air yang terbentuk. Dan dalam tradisi air seperti itu disebut TIRTHA.
Rahayu Sagung Dumadi
Aguswi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar