Pemujaan
kepada para dewa tidak akan lengkap tanpa menggunakan bunga. Jika kita memahami
bunga atau daun yang mana yang kita perlukan untuk memuja dewa tertentu, dalam
jumlah berapa dan apa manfaat spiritualnya bunga tersebut maka kita akan
mendapatkan lebih banyak manfaatnya dari pemujaan tersebut.
1. Pentingnya bunga dalam pemujaan
Ada frekuensi halus para dewa yang aktif di atmosfer. Frekuensi ini ditarik oleh
bunga-bunga tertentu. Frekuensi ini kemudian oleh bunga tersebut dipancarkan
kembali ke atmosfer dan kemudian dikenal sebagai 'pavitrak'. Inilah perbedaan antara frekuensi dan pavitrak.
·
Prinsip
halus para dewa yang ditarik oleh bunga dari atmosfer disebut frekuensi, dan
frekuensi kedewaan ini oleh bunga dipancarkan lagi ke atmosfer sebagai pavitrak.
·
Frekuensi
ini sangat halus dan tidak berwujud (nirguna), sementara pavitrak adalah bentuk halus dan nyata dari prinsip dewa tersebut.
Mari kita lihat bunga Sepatu (Hibiscus) ini.
·
Energi
yang dipancarkan dewa Ganesha di alam semesta ini akan ditarik ke bagian tengah
bunga Sepatu yang berwarna merah dan dipancarkan dalam bentuk lingkaran.
·
Energi
Ganesha yang diserap oleh tangkai bunga akan dipancarkan melalui kelopak bunga
ke atmosfer.
·
Benang
sari bunga menyerap energi Ganesha yang ada di atmosfer dan memancarkan
partikel yang berfungsi sebagai energi vital atau pranshakti.
·
Bunga
Sepatu memiliki sifat sattvam, oleh
karena energi ilahi (shakti) dan
kesadaran ilahi (Chaitanya)
dipancarkan dari kelopaknya.